Selasa, 29 Desember 2009

-Hujan lagi-

Hujan lagi, cinta..
Masih sederas saat kenangan kita dulu
Ingatkah kau saat itu?
Saat hujan di kala senja..
Dan kita berdiri menatapnya bersama..

Semenjak itu,
Kau dan aku mulai menyukai hujan
Yang mengabadikan rentang pertemuan kita
Karena tiap kita bersama..
Tetes air itu turut mengiringinya

Memenuhi tiap helaan nafas cinta
Mendenyutkan tiap rindu yang terasa
Mengalirkan ingin untuk bersua

Hujan lagi, cinta..
Menjadikan pekatnya asa yang mulai teraba
Meninggalkan pelangi sebagai akhir cinta kita


-Solo-
Nungguin note yang gak jadi-jadi..^^

-Oryz dan Kaliurang-

Minggu kemaren Oryz ke kaliurang..
Ikut Ayah pertemuan kantor..
Tapi niatnya sih Cuma main doank
Bundanya ngebet penasaran ama Kaliurang..

Berangkatnya pake mobil..
Alhamdulillah Oryznya kagak rewel
Malah nggumon di dalem mobil
Ngeliatin jalan mulu..
-pengen jadi supir kayaknya-

Ternyata di sana gak ada kalinya..
Bunda sedikit kecewa deh..
Cuman ada taman bermain doank
Ada flying Fox, tapi tetep aja gak bisa naik..
Jadinya cuman jalan muterin tu taman doank..

Tamannya luas juga ternyata..
Oryz maenan gelembung sabun..
-sabunnya beli sama abang-abang yang jualan-
Ditiup kok susah..
Akhirnya cuman di ayun-ayunkan doank..
Eh udah bisa kebentuk banyak gelembung..

Terus kita pulang abis maen..
Hujan..
-Bunda suka banget sama ujan-
Suasana ujannya dingin banget
-Berasa pulang ke magetan-
Inget waktu hujan di kampung halaman



-Solo-
Emaknya Oryz yang bingung nulis apa..^^”

Jumat, 25 Desember 2009

Kamu, aku dan gerimis

Hujan masih menetes satu-satu
Mendinginkan suasana yang masih membisu
Kau dan aku yang terpaku
Berdiri berdua dalam pelukmu

Tak ada suara berbicara
Yang ada hanya bahasa tubuh semata
Detak yang berdegup berirama
Dan otak yang mengabadikan suasana

Pelukan eratmu
Tatapan wajahmu
Kecupmu di keningku
Dan semua tentangmu
Yang telah menjadi candu dalam hidupku

Tak pernah ingin kulepaskan peluk itu
Karena itu berarti aku harus berpisah denganmu
Kembali ke dunia tanpa mimpiku
Hidup dalam kefanaan yang palsu

Aku ingin pergi bersama gerimis itu
Larut dalam kecupanmu
Mengalir dalam tiap nadimu
Bersuara dalam detak jantungmu

Aku ingin menjadi satu dengan dirimu
Agar tak ada lagi yang mampu memisahkan kau dan aku
Agar tak ada lagi isak tangis merinduimu
Agar hatiku selalu terpaut di dirimu

-Solo-
Mengenang peristiwa itu, dulu

Kamis, 24 Desember 2009

akhir tahun 1

Hujan masih menetes membasahi atap rumahku. Masih mendung, masih tersisa kabut yang menutupi separuh langit dan masih terlalu pagi untuk mengharap mentari menampakkan sinarnya. Ini juga tetumbenan menikmati pagi di atap rumah sendirian, bersama hujan dengan kertas dan pena di tangan. Ceritanya lagi pingin nyari inspirasi, lagi pingin mengefreshkan pikiran sebentar.. setelah dikejar-kejar deadline yang benar- benar membuat kepala mau pecah.

Mulai dari revisi proposal yang hampir satu semester belum jadi-jadi.. Tugas kelompok katalis yang kepenggal liburan panjang.. Tugas KABAH yang deadlinenya januari awal, padahal ada 3 macem tugas.. Ada inilah, itulah yang menghabiskan waktu saya untuk berpikir, merenung, membayangkan, mengimpikan. Seharusnya dengan manajemen waktu yang baik, saya bisa saja menyelesaikan tugas itu secepatnya, tapi ternyata saya masih belum mampu memanage waktu dan skala prioritas yang seharusnya bisa saya tepati.

Setelah saya pikir-pikir, ternyata satu tahun ini saya masih sulit menepati deadline yang saya buat sendiri, masih sering memolor-molorkan waktu terkadang untuk sesuatu yang sebenarnya bisa saya selesaikan dengan cepat, tapi penyakit malas dan sifat ngantukan sering bikin saya kelabakan kekejar deadline yang sebenarnya. Masih sering gak nepati janji, atau memolor-molorkan alasan buat ini itu yang gak penting. Sekali lagi, setidaknya saya sadar kelemahan saya sekarang ini.

Udah ah..

-Solo-
Besok2 saya lanjutin lagi curhatnya..

Rabu, 23 Desember 2009

-Sunyi-

Kesunyian itu berbicara
Dalam gerak tubuh dan untaian irama
Dalam detak jantung yang membahana
dalam sepi yang menelan ribuan kata

Kesunyian itu menyiksa
Bersama berjuta angan yang merajalela
Beribu asa yang membuatmu tampak nyata
Walau yang kudapat hanya bayangmu saja

Kesunyian itu memainkan perannya
Dalam imajinasi rasa yang menggila
Dalam nafas yang tak lagi sama
Dalam sentuh yang tak selalu ada

Menularkan cinta yang membius warasnya jiwa
Menghapus rindu yang memperparah luka


-Solo-
Saat kesunyian menjadi candu dalam hidup saya

puisi kita

Tuhan..
Saya telah jatuh cinta
Kepada seseorang lelaki
Yang mncintai saya apa adanya
Yang menyayangi saya
Sebesar rasa sayang saya terhadapnya

Tuhan..
Bila ternyata Engkau
Tidak memperkenankan kami bersama
Membiarkan kami
Menikmati senja berdua saja
Biarkanlah rasa itu tetap ada, Tuhan
Rasa sayang itu jangan pernah sirna
Biarkan ia tetap menempati
Ruang kecil dalam hatiku selamanya

Karena saya benar-benar menyayanginya

------------------------------------------------------------------------

Aku akan senantiasa mengisi ruang di hatinya
Akan kuwarnai dengan goresan tinta cinta
Yang penuh rasa dalam sejuta asa

Bila saja angin menyejukkan nuraniku
Tentu tak akan ada rasa ragu
Ingatlah bahwa aku akan selalu di hatimu
Kamulah kekasihku
Dewi kecil yang menghiasi hariku..

Aku sayang kamu..

-Solo-
Saat pelukanmu menyeruak dalam ingatanku

Selasa, 22 Desember 2009

-Cerita-

Kisah ini tak berhenti disini
Dalam sepenggal cerita yang tak akan berakhir
Dalam tiap kata yang merangkai makna
Dan isyarat yang menghadirkan berjuta tanya di sukma

Kisah ini masih mengalun di sini
Bersama derai hujan yang setia menemani
Bersama senja yang masih mewarnai
Dan denyut nadi yang mengiringi

Adakah kisah ini menjadi cerita abadi
Seperti dongeng tentang Ibu peri
Tentang Raja dan Permaisuri
Dan Pangeran bersama Sang Puteri

Selama masih ada kertas dan pena
Masih berguna susunan huruf dan angka
Akan kutuliskan semua kisah tentang kita
Dalam baris puisi, bait dan cerita

-Solo-
Saat kutulis cerita tentang kita, lagi

Senin, 21 Desember 2009

-Senja-

Senja masih memerah, cinta..
Semerah asa dan hati kita yang berdarah..
Yang berjuang demi bara hati yang menyala
Meminta secercah asa dalam ketakberdayaan kita, manusia

Senja masih memerah, cinta..
Dan tanah pun masih basah
Oleh derai air mata yang tak sepatutnya ada
Pada noda keniscayaan beralaskan luka

Patutlah lembayung menghiasi langit senja ini
Menjadi saksi dalam kebisuan kita yang tak berarti
Mengisyaratkan nada yang berdetak dalam denyut nadi
Dan mengiringi kau berkata..
”Jangan pernah lelah bermimpi”

Percayalah cinta..
Tak pernah lelah aku bermimpi
Suatu saat kau dan aku berdiri berdua
Menikmati hujan dan pelangi saat senja tiba
Walau habis dayaku dan usahaku
Walau takdir tak pernah akan membiarkan kita untuk bersatu
Tapi aku tak akan pernah berhenti bermimpi, cinta
Sampai nyawa terenggut dari jasadku..


-Solo-
Saat gerimis mengiringi kecupanmu di keningku..

Kamis, 17 Desember 2009

Saya gak punya ide

Masih terasa lembut sentuhanmu
Yang menyeruak dalam bias ingatanku
Yang meruntuhkan dinding dalam hatiku

....

Tak pernah jemu aku memimpikanmu
Dan berharap kau nyata di sisiku
Berharap kau ada di sampingku
Seperti kita sewaktu dulu

....

Akulah manusia yang fana
Hidup bersama hati yang teregoiskan cinta
Yang tak pernah lelah meneteskan air mata
Yang selalu berharap kisah cinta kita nyata ada

....

Terlepas dari semua prasangka yang ada
Terlepas dari kekhawatiran semata

....

Akulah manusia yang hina
Yang tak mampu bergerak memperjuangkan cinta
Yang tersisa terkadang hanyalah luka
Karena tak mampu memilikimu
Satu nadi yang kucinta

....

Mengisyaratkan logika dalam butir sebuah asa
Menghapuskan jera dalam setiap duka
Aku tak akan pernah lelah mendamba
Tak akan pernah jemu untuk mencinta
Dan tak pernah melepasmu sampai kau meminta

....

Walau sampai habis nafasku
Sampai keriput kulitku
Aku akan selalu mencintaimu, cinta
Walau mungkin takdir tak mengijinkan kita bersama
Selamanya..


-Solo-
Menghadirkan bayanganmu dalam langit penuh bintangku

Senin, 07 Desember 2009

-101-

Terkoyak dalam keremangan fajar
Masih kutatap gemintang yang menghiasi langitku
Terdiam, tapi sebenarnya bersuara
Dalam nada berupa gemerlapan cahaya

Tak ada yang bisa kuhilangkan dari pekat itu
Yang bisa aku lakukan hanya duduk
Diam dan mengamati mereka menertawakanku
Menertawakan kebodohanku
Menertawakan perasaanku

Inginnya aku menangis
Berteriak dan berkata
” ini bukan salahku”
Tapi mereka tak pernah memberikan jeda
Untukku menghela nafas sedikit saja

Lelahku memuncak dan menjadi air mata
Tapi tak pernah jera aku menengadahkan kepala
Dan melihat mereka bercengkerama
Padahal aku disini berharap dan terluka

” Bodoh ”
Sering sekali gemintang itu memanggilku begitu
Aku tak marah, sebab mungkin memang aku bodoh
Mengharap bintang yang sudah punya rumah di langit sana
Menginginkan bintang yang hanya muncul setelah senja
Mendamba bintang yang ternyata untuk memandangnya pun
Aku harus mengeluarkan banyak usaha

Tapi aku masih mengharapkan bintang itu bersedia
Duduk sejenak di sisiku
Menghiburku dan bertanya perasaanku

” Mustahil”
Mereka bilang begitu
Tapi aku tahu dan percaya
Suatu saat tak ada kemustahilan lagi di hidupku


-Solo-
Mendung gak ujan-ujan..

Sabtu, 05 Desember 2009

-100-

Bukanlah embun yang membuatku menangis
Atau pelangi yang mengiringi kepergianmu
Atau kabut yang merambati sukma duniaku

..

Akulah pernik kecil dari ketidakabadian cintamu
Serpihan dari sisa-sisa pengharapanmu
Yang terluluh lantakkan oleh perbedaan yang
Tak mengijinkan kita bersatu

..

Akulah yang termetamorfosis menjadi kelabu
Dalam terang yang menyinari kehidupanku
Dan mentari yang menyinari hari-hariku

..

Ternyata aku masih membisu
Mengharapkanmu pun aku tak mampu
Dan memilikimu adalah jejak bayanganku

..

Tahukah kamu..
Pelangi itu telah memberitahuku
Bahwa aku tak mungkin memilikimu..


-Solo-
Mendung menyelimuti langit cerahku

Jumat, 04 Desember 2009

-Instrumen lanjut-

Kemarin akhirnya kami jadi berangkat ke Jogja, ke UIN Sunan Kalijaga tepatnya. Berangkat dari MIPA sekitar jam 7 lebih, biasa..agak sedikit molor karena jam Indonesia. Baru sebentar perjalanan, satu bus dihebohkan dengan kejadian salah satu sahabat saya, hadhew... Ponselnya ngumpet entah dimana.. Setelah sedikit berheboh ria, Alhamdulillah itu ponsel gak jadi ilang..^^”

Sampai UIN, sekitar jam 9 lebihan gitu. Terus langsung ke Lab terpadunya di sana. Gedungnya masih baru, alhasil masih terlihat mewah sekali. Sampai di ruang pertemuan, poto-poto sebentar, terus dimulai deh acaranya..^^

Setelah sedikit pengantar dari yang ngelola Lab, kami dibagi menjadi dua kelompok, terus masing-masing kelompok diawasi seorang pembimbing buat ngenalin lab yang ada di sana.

Singkat cerita..
Akhirnya kami masuk ke Ruang Lab Fisika.. Dengan teropong bintang yang sudah menunggu di sana.. Huaa.. Senangnya... Akhirnya bisa ngeliat teropong bintang beneran, walau gak keliatan planet, tapi bener-bener bisa ngeliat benda jarak jauh. Huuhuu. Saya masih kebayang-bayang jadi astronot, jadinya..^^”

Selesai jalan-jalan ke Lab, kita poto-poto sebentar. Terus ngelanjutin perjalanan ke parang tritis..
Tapi..

Berhubung saya gak ikut ke sana..

Laporan kunjungannya aya akhiri sampai di sini aja ah..

^^

-Solo-
Subuh subuh Buta..

-Jogja-Solo-

Turun dari Bis, saya masih harus nunggu sepupu yang niatnya emang mau nganterin saya sampai stasiun. Maklum.. Saya sama sekali gak tau arah di Jogja. Setelah 30 menit lebih yang membosankan, akhirnya jemputan datang juga. Dan meluncurlah kami ke Stasiun Lempuyangan, Jogja. Tadinya saya masih agak sedih gak bisa kut having fun sama temen-temen satu bis. Tapi.. bagaimanapun saya yakin Allah memilihkan yang terbaik untuk saya.

Sampai di Lempuyangan, beli tiket.. Eh ternyata keretanya masih sejam lagi. Daripada nunggu kelamaan, jadinya kami sholat dulu di mushola. Terus baru nungguin itu kereta dateng. Berasa jadi anak SMA lagi, saat saya duduk nungguin kereta di stasiun. (Maklum, dulu sabanannya kereta mulu kalo mau pulang ke Bekasi). Terakhir saya naik kereta, waktu hamil Oryz 7 bulan, ke Bekasi. (Pingin nasi Uduk ama asinan sebenernya) hehehhh..

Setelah sebentar menunggu, keretanya datang, kursi duduknya persis kaya KRL yang juga biasa saya naiki kalo mau berpergian di Jakarta dan sekitarnya. Saling berhadapan, tapi melintang panjang. Begitunaik, saya memilih tempat duduk di tengah, dengan harapan jarak pandang mata saya bisa ke mana-mana, lagian emang tempat duduk yang kosong ya di tengah itu.

Ternyata, di depan saya ada seorang Ibu sama seorang anak kecil..Laki-Laki, mungkin seumuran Oryz kali ya, Tapi lebih besar Oryz. Kulitnya putih, dan sorot matanya mengingatkan saya dengan Oryz. Jadilah rasa sedih saya karena gak bisa ikut ke Pantai menguap sudah. Saya memutuskan pilihan yang benar, saya ternyata merindukan Oryz. Lha waktu saya berangkat ke Jogja, dia masih terlelap dalam tidurnya.

Sampai di Balapan, Ayah mau njemput, terus pulang deh ke rumah. Eeh... Oryznya masih bobok siang. Ya sudah, akhirnya saya temenin tidur juga.. Begitu bangun, sempet ngamuk sebentar karrena ditinggal Ayah balik ke kantor. Tapi terus mulai deh kangen kangenan alias main bareng lagi sama Bundanya.


-Solo-
”Hati saya terpaut di Solo, teman”
Bukan di teropong bintang itu lagi..^^

Selasa, 24 November 2009

-Ibu part 2-

Kemaren-kemaren (sampe sekarang juga sebenernya) saya sering ditanyain ama temen-temen atau sama siapa saja yang sekiranya tahu saya masih kuliah, gimana caranya jadi ibu bareng sama jadi mahasiswa.

Kebanyakan pada setengah tidak percaya kalau ternyata saya masih kuliah dan punya anak, mungkin karena saya imut kali ya..jadi gak keliatan kalo udah punya momongan satu. Hehehhh. Kali ini saya Cuma mau berbagi pengalaman saya yang mungkin belum banyak, tapi siapa tahu bisa bermanfaat.

Kapan saya belajar? Kalau yang ini sih, pada awal jadi Ibu saya hampir jarang sekali belajar. Kebanyakan tidur karena kecapekan ngurus baby, tapi karena sekarang si baby udah gede, jadi kalo sekarang saya belajar kalo lagi mood aja. Terus kalo lagi gak mood belajar? Ya gak usah belajar, hehehh. Beneraan..^^. Atau kalo ada kasus lain misalnya, lagi ada deadline, tapi ga semangat belajar. Biasanya saya melakukan hal kesukaan saya, sambil ngerjain itu deadline, kalo lagi pingin denger musik, ya, masang MP4 sambil ngerjain tugas, kalo lagi pingin baca novel ya, baca novel gitu sambil ditargetin juga berapa bab novel itu selese, maka saya harus membayar dengan mengerjakan deadline-an saya itu.

Intinya, bagaimana caranya belajar itu bisa kamu suka. Maksudnya jadi focus dan bisa asyik di dalamnya. Dibuat enjoy aja gitu.

Terus kalo lagi belajar, Si Oryz gimana? Ya Oryz ikut belajar donk.. kalo saya lagi baca, persiapan kuis misalnya, Si Oryz saya ambilkan buku bacaannya. Kalau saya lagi ngerjain laporan praktikum, ya saya ikut siapkan kertas dan pena buat dia. Kalo saya lagi ngutak atik kompi atau lepi ya.. biasanya Oryz ikut ngrusuhin dengan mainan lepi juga..^^”. Tapi segalanya tetep dibuat enjoy. Saya gak tiap hari belajar kok, kadang kalo kecapekan saya memilih untuk tidur. Kalo lagi mood nulis, biasanya saya buka lepi malah buat bikin tulisan, bukannya buat belajar. Hehehh..^^V

Ya, kadang saya tulis juga di papan deadline, apa apa aja yang mau saya kerjakan seminggu kedepan, atau deadline deadline dan tugas tugas kuliah yang kadang terlupakan. Heehehhh.. Kadang saya juga harus termotivasi deadline biar kelar, maka deadline itu saya majukan seminggu atau beberapa har daari deadline seharusnya. Hehehhh..

Kata Ayah sih, bunda mau belajar atau nggak ya terserah. Kan aku Ibu-Ibu yang nyambi kuliah, jadi bagaimanapun juga, peran jadi Ibu tetep lebih utama daripada jadi mahasiswa, walaupun alangkah lebih baik kalo bisa sejalan. Tapi ya..sadar diri dikit lah, masak udah dibiayain mahal mahal kuliahnya terus saya malah gak serius di dalamnya. Hehehh.

Sebenernya kalo mau sukses belajarnya, yang penting tau gimana model ato kebiasaan belajar kita sendiri sih. Kan kita mulai belajar sejak kecil, jadi pasti udah tau kan gimana karakter belajar kita sendiri..^^


-Solo-
Ngantuk..tidur dulu ah..^^”

-Memoar Nikah Dini-

Dulu sewaktu SMA, saya salah satu dari mungkin beberapa akhwat yang idealis. Terutama dalam hal pernikahan, saya termasuk kategori akhwat yang punya kriteria banyak tentang calon suami impian nanti, juga termasuk keinginan bagaimana bentuk acara walimahannya, sampai bagaimana kehidupan rumah tangganya nanti. Aneh mungkin, wong SMA saja belum lulus, kok udah punya bayangan seperti itu, bahkan beberapa oknum juga berpendapat, karena saya terlalu ngebet itulah yang menjadikan saya bener-bener nekad mencoba rasanya pernikahan dini.

Point pertama, kenapa saya memutuskan untuk nikah dini?

Jawabannya simple, tapi dalem.. karena dengan menikah, saya MERDEKA. Hehehh, agak norak ya, kedengarannya. tapi dengerin dulu penjelasannya, ya. Sebelum menikah, saya termasuk dalam kelompok orang-orang yang susah bener njaga hati. Tiap ketemu ikhwan yang uhui, bawaannya kena virus pinky-pinky melulu. Alhasil, saya sudah seringkali jatuh bangun Cuma buat jaga hati dan kawan-kawannya ( pandangan, pendengaran, dan lain lain). Dan tentunya, dengan niatan inilah saya memutuskan untuk menyegerakan pernikahan, dengan statement yang perlu saya garis bawahi juga yaitu KALAU ADA YANG NGELAMAR.

Heheh..

Jadi pada intinya, alasan saya memutuskan untuk menikah di usia muda adalah untuk menghindari zina. Tapi bukan berarti kalau mau menhindari zina terus nikah, itu juga kurang benar menurut saya. Alasan lain saya menikah adalah, karena saya membutuhkan seseorang yang senantiasa mengingatkan dan mau berbagi lembar kehidupannya bersama saya. Dengan kata lain, saya butuh satu sayap lagi untuk mengarungi kehidupan. (walau bukan berarti dengan satu sayap kita tidak bisa, tetap bisa. Tapi alangkah lebih ringan bila ada yang bisa diajak berbagi kan?).

Point kedua, dampak psikologis yang saya alami.

Hmm. Agak sulit buat njawab point yang satu ini. Dampak psikologisnya saya pointkan lagi saja ya, (kebiasaan kuliah keikut-ikut di sini).

1. lebih tentram

Yang ini jelas ya? Soalnya udah ada temen berbagi cerita, teman diajak curhat, temen beribadah bersama, dan lain-lain deh. Jadinya untuk menjaga hati dan kawan-kawannya, saya akui jadi jauuuuuuuuuuhh lebih baik daripada dulu waktu masih jomblo.

2. lebih sering belajar

yang ini efek pendukung aja sih sebenernya, soalnya jadi ada temen diskusi pelajaran di kampus, dan jadi motivasi tambahan untuk tetep meneruskan studi.

3. lebih sabar dan mengalah

Menurut saya, sebenarnya, pernikahan itu ada untuk saling melengkapkan, bukan saling mencari kesamaan. Untuk saling membuang setengah ego diri, agar dapat menampung setengah ego milik pasangan yang lain. Untuk membuka jalan lebar yang baru dalam perspektif kehidupan dan pilihan-pilihan yang kadang tak sejalan, bukannya jalan sendiri-sendiri meski arahnya sama. Untuk itulah, terkadang sabar dan mengalah berperan besar dalam hal ini. Jadinya, saya benar-benar dididik secara langsung untuk belajar sabar dan mau mengalah atau dengan kata lain, belajar bermusyawarah untuk menyamakan pendapat. Hehehh.

Point ketiga, dampak kemantapan dari beragama.

Hehehh, kalau yang ini, mungkin saya artikan sebagai.. ada teman yang mau diajak sholat malam bersama, ada teman tilawah bersama, ada teman untuk sholat jamaah tiap harinya, dan lain-lain. Terus ada yang bisa saya tanyain sesuatu yang sekiranya saya kurang tahu dalam hal itu, biasanya nanya murrobi lewat pesan singkat atau nunggu ketemuan dulu baru bisa diskusi, tapi sekarang nggak, soalnya sama suami kan tiap hari ketemu dan bisa diajak diskusi. Segi kemantapan yang lain, mungkin seperti yang saya sebutkan sebelumnya, untuk menjaga hati dan kawan-kawannya jadi lebih mudah. Karena saya sudah menikah, jadinya sudah halal kalau nggodain suaminya sendiri, ya kan? Hehehhh...

Point keempat, suka duka.

Saya tulis dukanya dulu kali ya?

Dukanya itu, karena saya masih muda, emosinya masih sering naik turun, jadi kadang sering kebawa juga dalam pernikahan kami. Tapi Alhamdulillah, suami bisa lebih ngemong alias lebih bijak menyikapi sikap kekanak-kanakan saya ini.

Ada lagi dukanya, teman berdiskusi atau bercerita saya sebagai seorang isteri dan ibu muda masih sedikit sekali. Alhasil, kalau cerita ke mereka yang lebih dewasa, terkadang tidak sesuai dengan yang saya maksudkan. Jadinya, kalau untuk belajar dalam hal yang satu ini, saya sikapi dengan ikut milis dan banyak baca buku tentang hal rumah tangga dan segala isinya.

Ow Satu lagi, dukanya adalah, kalau ada yang ngira saya menikah dini karena ”kecelakaan”. Hiks, sedih banget kalau ada yang nganggep saya seperti itu. Tapi biasanya saya tidak anggap sih, kan Allah Maha Mengetahui, dan manusia tidak. Jadi kalau ada yang mengira saya MBA, ya..paling bersabar aja, sambil menjelaskan alasan yang sebenernya kepada mereka.

Sekarang sukanya, kalau saya ceritakan semua nanti gak selesai selesai tulisan saya. Jadi saya ceritakan yang paling saya sukai aja ya. Sukanya adalah, ada teman diskusi di rumah, teman yang mau mbantu nyari jurnal buat tugas kuliah, teman yang mau nganter kalau berangkat ke kampus, teman yang mau nganterin ke rumah sakit kalau lagi sakit, temen yang mbangunin malem-malem buat tahajud, temen yang mau njagain si kecil kalau saya kecapekan kuliah, teman yang sabar, yang senantiasa mendukung, menguatkan, meluruskan dan mengingatkan saya dalam kesehariannya.


Yang terakhir, pesan saya..

Hmm..
Nikah dini itu, kereeen. Tapi tak selamanya ikut ikutan biar kereeen. Karena biar bagaimanapun juga, kita yang mengerjakan jalan kehidupan kita, Allah menentukan tapi kita tetap yang mengusahakan. Untuk menikah dini, diperlukan kesiapan yang tidak main-main bagi para pelakunya. Karena biar bagaimanapun, menikah itu insya Allah sekali dalam seumur hidup kita. Jadi jangan salah menentukan pilihan.

Tapi apabila njenengan sudah yakin untuk menikah di usia yang dini ini, sudah paham dan mengerti konsekuensinya. Maka, ikut dengan saya, menjadi salah satu pelaku nikah dini...yang semoga selalu kereeenn..^^

-Solo-

Saya tahu, bahwa dengan memantapkan hati mengikuti komitmen ini, Saya akan mendapatkan apa yang sebenarnya Saya butuhkan, bukan hanya Saya inginkan.

Senin, 23 November 2009

-Oryz dan sepeda barunya-

Kemaren kemaren..
Waktu main ke tempat tetangga..
Oryz terpesona liat sepeda temennya
Padahal sepedanya sepeda anak SD
Jadi udah yang besar gitu..
Tapi dia seneng banget..
”pepa..pepa..”, maksudnya sepeda gitu..

Kemaren.. Oryz akhirnya dibeliin sepeda baru..
Rodanya empat.. warnanya nge-pink abis..
” kok gak biru si, Yah?”, tanya Bunda
”Ayah kan mbeliin Ryza, bukan emaknya”, kata Ayah
Tuing..tuing.. bener juga dink..

Terus ternyata..
Si Oryz seneng banget sama sepeda barunya..
Digeret ke depan teras, terus digeret lagi ke dapur
(maklum, belum berani dikayuh)
Sekali- sekali dimainin itu pedalnya

Terus si ”Bug-Bug” boneka kesukaannya
Dimasukin di bagasi di belakang
Di keranjang depan
Dimasukin makanan
(yang ini ketularan emaknya kayaknya)

Alhamdulillah..
Oryz punya sepeda baru..
Walau belum bisa di kayuh sendiri.. ^^”


-Solo-

Bundanya Oryz yang lagi mau mbelajarin Oryz naek sepeda

-Hujan-

Hujan..
Lama aku tak menyapamu
Setelah sekian lama aku bergelut
Dalam ruang dan waktuku sendiri
Dan tak menghiraukan kedatanganmu

Hujan,
Hari ini ingin kuletakkan sejenak bebanku
Dan memandangimu dari balik jendelaku
Mengamati butir-butir kecilmu yang tumpah
Mencium harum tanah yang kini mulai basah

Hujan,
Ternyata kau masih sama seperti dulu
Masih menghapuskan galauku
Masih meringankan gelisahku
Masih setia menemaniku

Hujan,
Ternyata lama aku tak mengamatimu
Dan aku merindukanmu

-Solo-
Menunggu gerimis membasahi pekaranganku
(Mumet mode on)

Selasa, 17 November 2009

-Ibu part1-

Banyak orang bertanya sama saya, gimana sih rasanya jadi Ibu di usia muda? Pertanyaan ini sebenernya Cuma bisa diwakili satu jawaban, AMAZING. Kalau gak percaya, Anda boleh coba sendiri deh.. jadi ibu adalah hal yang mungkin tak sempat saya pikirkan waktu dulu SMA, jamannya masih kebelet nikah dini, dan terobsesi sama buku Nikah Dini Kereen!!-nya Bang Haekal. Waktu itu Cuma dibahas nikah dininya doank, ibu dininya gak ada alias gak kebahas. Sedang untuk yang NDK 2 berhubung saya gak punya dan waktu itu minjem doank dari temen, alhasil saya agak lupa jalan ceritanya, apakah menyinggung perihal ibu dini atau enggak.. Hehehh..

Jadi seorang Ibu, buat saya sebenernya mengandung beberapa makna. Jadi Ibu itu gak harus ngelahirin, Bu Dosen contohnya, kan banyak dosen muda yang belum jadi Ibu-Ibu. Buat dipanggil Ibu juga gak harus menikah, contohnya Ibu Guru, nahh, Guru saya dulu masih alone juga udah dipanggil Ibu. Jaadi Ibu itu gak harus tua atau keliatan dewasa, saya saja yang masih imut dan masih berkelakuan remaja udah dipanggil ibu ama temen-temen sekelas..^^”

Sekadar berbagi pengalaman aja, saya menjadi seorang Ibu, mungkin banyak yang setengah gak percaya. Bolehlah ditanya teman-teman satu kelas, bagaimana sikap saya yang udah ibu-ibu ini. Yaaa..jabatan udah jadi Emak, tapi kalo sikap mah, teteup berjiwa muda..^^V. menjadi Ibu, adalah hal yang menjadi pengalaman ruhani ataupun jasmani. Menjadi Ibu adalah hal yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya. Kadang saya menemukan pelajaran hidup didalamnya, untuk sabar, mengalah, bersedih atas duka orang lain (dalam hal ini jadi emaknya ryza ataupun emaknya anak anak di kelas), bergembira atas kebahagiaan orang lain, belajar berbagi, menyayangi, mencintai, dan belajar berbagai peran dalam kehidupan. Terkadang menjadi Ibu, menjadi teman, menjadi sahabat, menjadi benteng, menjadi tiang, menjadi atap, menjadi jendela, (kok lama lama menjadi rumah….^^).

Mungkin karena usia saya yang masih dibawah 25, alias masih labil biasanya. Lebih mengutamakan perasaan, ego atau apapunlah mereka menyebutnya. Saya lebih sering menitikkan air mata, baik atas sedih, bahagia, bangga, atau kelilipan di mata..(oke..yang ini gak nyambung).. kadang bisa saja sejam yang lalu saya tertawa, tapi sejam kemudian saya sedih, lalu meneteskan air mata. Terkadang memang bisa dianggap wajar, tapi terkadang sebal juga, ada air mata nyelonong gak permisi netes gitu aja. Ya, inilah salah satu kekurangan saya menjadi Ibu di usia muda, masih cengeng kalo kata Budhe ama bulik. ^^”. Atau terkadang beranggapan saya terlalu memanjakan Oryz, yaa.. kadang doank sih, tapi saya juga agak gak ngeh yang disebut memanjakan itu yang gimana. Asal tidak berlebihan, saya pikir, terkadang kita perlu menyenangkan anak, mungkin mereka menyebutnya memanjakan, saya menyebutnya menyenangkan. Gak tau beda, gak tau sama deh..

Menjadi seorang Ibu, adalah hal luar biasa yang terjadi dalam sejarah hidup saya yang pada awalnya sudah tidak biasa. (buat yang tau aja ini mah..). menjadi Ibu adalah berkah Tuhan kepada saya dan pelajaran yang diberikan-Nya kepada saya dalam wujud yang nyata. Terkadang saya memang masih egois, masih selfish gitu bahasa gaulnya. Tapi biar bagaimanapun juga, saya masih belajar menjadi Ibu yang baik, yang tegar, yang bermanfaat dunia akhirat bagi orang-orang di dekat saya. (Biar jadi Ibu-Ibu, bahasa tetep sok diplomatis..). tapi jangan salahkan saya kalau jadi Ibu tapi tetep gaul, tetep hobi jalan jalan ke Gramed, ke Mall sama si kecil, kan belajar mengenalkan dunia ( ceritanyaaa..) sama si Kecil. Jangan sewot juga kalo saya suka poto-poto, (bawaan dari lahir kata temen..), kalo saya suka makan suka ini suka itu, suka ngomong (agak) keras.. hehehh, ya maap atuh. Kalo ada yang gak suka, bilang saja langsung sama saya, biar begini-begini, saya juga masih belajar jadi seorang Ibu yang baik dan tidak selalu benar.

Akhir kata, saya masih mengagumi sosok Ibu yang ada di luar sana. Yang dipanggil Ibu karena memiliki buah hati ataupun karena kepribadian atau perannya di masyarakat. Menyandang gelar Ibu adalah sebuah awal dari perubahan diri, mungkin bukan jasmani, tapi ruhani, atau lebih spesifiknya di dalam hati. Ada yang beda disana, dan kalau kamu gak percaya.. buktikan saja.. jadilah seorang Ibu, dan kau akan tahu apa yang beda di hatimu..


-Solo-
Hari-hari menjelang hari Ibu
Mengenang para Ibu yang telah mewarnai duniaku
Bunda, Mama, Ibu, Si Mbah, Budhe, Bulik, Ibu Guru, Ibu Dosen, dan yang lain yang tak tersebutkan satu satu. Terima kasih atas pengajaran dan segala yang telah diberikan.

Kamis, 12 November 2009

-NPSP-

Alangkah seringnya
Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan
Membuat detik-detik di depan terasa hambar

Belajar dari ahli puasa
Ada dua kebahagiaan baginya
Saat berbuka
Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala

Inilah puasa panjang syahwatku
Kekuatan ada pada menahan
Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan

Coba saja
Kalau Allah yang menghalalkan
Setitis cicipan surga
Kan menjadi shadaqah berpahala


Setelah dipesenin seorang teman via chat, saya jadi teringat lagi satu buku ini. Buku yang juga berperan serta dalam perubahan besar hidup saya. Sebenernya saya dipesankan untuk membuat resensinya, tapi saya juga ga tau mau mulai cerita dari mana. Jadi, saya ambil point-point yang menurut saya sangaaaaaaaaaaaaaat berkesan, waktu dulu pertama kali saya membacanya...

Yang paling mengena adalah sebuah ayat dalam Al Quran, yang dulu saya gak tau, tapi begitu baca ayat ini, merinding saya saudara-saudara..

” Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji. Dan jalan yang buruk.” (QS. 17:32).

Jika ada yang mengatakan bahwa cintalah yang menyatukan dua insan berlainan jenis tanpa ikatan halal, semoga ia bersiap menggigit jari. Dalam bentuk hubungan yang lepas dari nilai-nilai syar’i, tak pernah ada cinta. Yang ada hanya nafsu dan zina dengan segala topeng yang mungkin sulit dikenali, kecuali oleh orang yang berhati jernih yang siap menerima kebenaran.

Ada lagi sub subbab yang isinya tentang ikhawan akhwat yang jatuh cinta... cie... susah memang kalo mbahas yang ini, Mah. Gak abis-abis, emang. Kalo yang ikhwan ato akhwat jatuh cinta, emang sering gak jelas sikapnya. Kadang gemetaran, keringat dingin, gak bisa bicara... alias terpesona gitu kali kalo ketemu orang yang disukainya. Tapi kalo terus dihindari, kadang malah menimbulkan tanda tanya besar, kadang terjadi komunikasi gak sehat, ato bisa jadi ada kesalahpahaman, padahal niatnya mah biar ga ngeliat ato ketemu itu orang gitu..

Kita sering berkata, cinta kita karena Allah semata. Buktinya, yang kita lakukan adalah saling menasehati dalam kesalihan. Tetapi tanpa ikatan apapun, kita memberi perhatian khusus pada sebuah nama. Tidakkah terpikir bahwa yang harus dicintai karena Allah banyak jumlahnya? Tak hanya dia. Pengkhususan adalah pemfokusan jaring pesona yang berbahaya.

Terus ada lagi subbab yang judulnya, ” Rabbi, selamatkan saudaraku yang kucintai..”, ada cuplikan isinya ya..

Saudaraku, sahabatku,.. cinta yang sehat belum menuntut apa-apa, jika belum ada ikrar halal atasnya. Boleh jadi engkau merahasiakan rasa simpati dan ketertarikan. Tetapi tetap saja penyakit namanya kalau orientasi kedepanmu hanya si dia. Maksudnya, kalau engkau mendikte Allah bahwa dialah yang pasti menjadi jodohmu. Lalu engkau bukannya meminta yang terbaik dalam istikharahmu. Kalau begitu caranya, seolah engkau yang menentukan segalanya. Kalau engkau meminta dia dengan paksa, bisa jadi Allah tak mengulurkannya dengan kelembutan, tapi Ia melemparnya dengan marah karena niat yang terkotori. Maka bersiaplah menggigit jari dalam kekecewaan yang abadi.
”..Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui.”(QS.2:216)

Oh iya, buat yang mau mutusin pacarnya, juga ada suratnya lho didalam buku ini, boleh disalin lagi..tapi gak mau saya tulis disini ah, panjaaang, mending beli aja bukunya. Hehehhh. Lumayan buat nambah koleksi..^^

Terus, cara menjaga nafsu itu gimana?
Dzikrullah
Puasa
Sabar dan Shalat
Ngaji
Melelahkan diri dengan aktifitas surgawi


Saya sudahi yaaa, kepanjangan notesnya, masih banyak yang isinya penting sih, tapi mending dibaca sendiri aja dibukunya, lebih jelas dan lebih komplit.

” Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak menikah dari sahaya kalian yang laki-laki dan perempuan. Jika keadaan mereka faqir, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas ( karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 24:32)


-Solo-
Semoga bermanfaat..
^^

Rabu, 11 November 2009

-Oryz dan buku besarnya-

Semalem, mulai dari adzan Isya’ berkumandang, eh..pet…lampu mati, listriknya juga gak ngalir semua..alias pemadaman listrik sama abang-abang PLN. Padahal si Ayah mau ngantor lagi sebentar, ada janjian sama temen kuliahnya, jadilah Bunda sama Oryz dirumah berdua..gelap-gelapan. Hujan deras lagi diluar sana. Karena mati lampu, udah kebiasaan kalo gelap begini, biasanya kami nggelar perkakas maenan di teras rumah sambil nyalain lilin ama lampu emergency.. Untung gak kecipratan hujan, jadi aman.

Alhasil bantal, moo, mickey, guling, boneka, bola, dan maenan lainnya diusung ke teras sama Oryz. Begitu Ayah berangkat ke kantor, kumatlah nangisnya yang super kenceng itu…

“Ayaaa…hhhh…Ayaaahhhh….”. tereak tereak manggilin Ayah, padahal Ayah udah ngabur ke Kantor.
“ Ayah kerja sebentar, Oryz..”, Bundanya sok ndiemin gitu ceritanya..

“AYAAAAAAAAAHHH”, makin kenceng aja ini ngejengkernya..

“ Ngambil jajan di lemari yuk..”, Rayu Bunda lagi
” Ayukk..”,katanya Si Oryz
Selang udah hampir habis itu jajan, keluarlah makanan lainnya dari lemari, Buah Pir, Apel sampe permen juga keluar, termasuk botol susunya.

Eh, kumat lagi rewelnya...
”Ayaahhhh...Ayaaahhh....”

Duh, akhirnya Bunda punya ide, ngeluarin Buku bacaannya. Eh, ternyata itu buku di kamar belakang, mana Oryz gak mau masuk ke dalam..kan gelap, Lampu emergency yang didalem udah mati duluan.. terus Bunda inget, punya satu buku besar kesayangannya Oryz. Buku setebal 365 halaman, ada gambar dan berwarna. Dibeli waktu umurnya Oryz belum ada setaun.. karena Emaknya langsung jatuh cinta begitu liat itu buku.. ^^”

Cuma karena itu buku kertasnya bukan karton yang tebel kayak buku Oryz lainnya, jadi emang disimpennya di lemari buku di ruang tamu, dan kelihatan kok dari teras letak bukunya...

” Oryz..baca buku, ya sama Bunda”, katanya Bunda
” Bu ‘uu..”,
Terus diambilin buku, deh..

Niatnya mau ndongengin, tapi dari dulu Oryz gak suka didongengin. Entah karena suara Emaknya yang jelek, atau nada bacanya yang hambar, atau emang Ory seneng liat gambarnya doank. Terus, dibuka deh itu kitab besarnya. Eh, Oryz langsung ngrebut, mbolak mbalik halamannya sendiri (penuh susah payah, karena emang bukunya gede dan tebeelll), terus nunjuk nunjuk gambarnya minta diceritain sekilas doank.

Teruuss… diem deh..sampe lampu nyala lagi, jam 9 malem..^^

Begitulah, Oyz dan buku besarnya, yang jarang dibuka karena sebagian kertasnya sudah tambal tempel sana sini, karena disobek sama Oryz. Tapi sekarang, kebiasaan itu udah gak sering lagi, yang sering dilakukan sekarang adalah… nyorat nyoret kertas dan buku atau apa saja yang dia temu (termasuk laporan praktikum emaknya)… ^^


-Solo-
Lagi nularin hobi mbaca ke Oryz..^^”

Senin, 09 November 2009

episode proposaal

Sudah hampir 3 bulan, ngurusin proposal yang satu ini gak tembus-tembus.. revisi bolak balik, bahkan sampai ganti judul. Sempet waktu itu jabanannnya perpus mulu sepulang kuliah, sok banget gitu kesannya kalo ambil mata kuliah yang 6 sks ini. Dulu sih, pikirnya emang susah tapi gak susah susah amat gitu bikin proposal doank, Mah. Kan baru proposal.. tapi ternyata, Masya Allah, bener-bener berjuang keras ya…

Sampai tulisan ini dibuat, pun, saya masih memperjuangkan revisi proposal saya, yang harus siap-siap untuk diotak atik lagi sama Mas Dosen. Tapi seenggaknya, bikin proposal ini membuat saya belajar banyaak sekali hal dalam kehidupan..( ciiee, sok banget ah bahasanya)..

Saya belajar bersabar

Ternyata, saya ini masih seujung kuku dari perjuangan proposal yang sedemikian sulitnya, seperti yang udah dialami Mbak-Mbak dan Mas-Mas angkatan atas. Ada yang udah revisi ampe 11 kali, baru bisa seminar, ada yang udah ganti judul berkali-kali, baru bisa nemuin judul yang pas, ada yang terpaksa ganti pembimbimng karena gak sejalan, ada yang ini yang itu lah pokoknya.. saya baru revisi 3 kali, ganti judul juga baru sekali, dengan pralab yang cuman nebeng akses lab kakak tingkat sekali.

Tuh, masih pemulaaa banget ya,. Padahal dulu mah kalo mau seminar magang, revisi 2-3 kali, terus langsung tancaap seminar. Kalo yang ini, kaya tadi, baru dibaca sebentar juga, udah ditambah tambahin sama Pak Dosen..hahahh, alamat revisi lagi euy.

Ada lagi, sabar yang lainnya, sabar nungguin Dosen dateng, sabar waktu diskusi sama Dosen, sabar ini sabar itu, wah pokoknya bener-bener belajar sabar.. hahah, padahal saya ini orang yang termasuk kategori susah buat sabarr.. ^^”. Jadinya yaa... bener-bener belajar jugaa...

Saya belajar mandiri

Kenapa saya sebut belajar mandiri? Karena eh karenaaa... mulai saat ini, kebanyakan saya ngapa-ngapain sendiri. Kemaren kemaren kalo ke perpus juga sendiri, nyari dosen juga sendiri, nungguin dosen juga sendiri.. ( dibawah pohon udah kaya penunggu pohon).

Juga saya Belajar nyari jurnal sendiri (walau si Ayah dengan sukarela kadang sering browsingin jurnal juga), kadang juga meramu tulisan jadi enak dan nyambung ( buat skripsi lo ya) juga sendiri. Ini padahal baru proposaal, gak kebayang kalo nanti ngelab terpaksa harus sendirian..huhuhu...

Saya belajar cepat

Maksudnya belajar cepat adalah, saya belajar jalan cepat buat ngejar dosen yang lagi jalan, hehehh,, itu salah satu diantaranya. Saya belajar cepat dalam ngganti ini Revisian, seminggu satu kalo lagi niat, kalo harus mikir dan banyak yang direvisi, yaa..bisa ampe dua minggu lah.. hehehhh..

Pokoknya intinya, Mah, saya belajar..

Benar-benar belajar. Mencoba mengambil makna dari perjuangan ini, Allah pasti memberikan yang terbaik buat umat-Nya. Itu aja sih kalo prinsip saya sekarang ini, ikhtiar maksimal, doa optimal, terus tawakal..^^

Kalo ternyata belum selese selese juga revisiannya, mungkin Allah pingin saya mendalami ”6 sks” ini dengan mantap, ingin melatih kesabaran saya... ( baru 3, Vin..Tuh, si Mbak x aja 11 kali baru bisa seminar), ngasih perpanjangan waktu biar saya bisa lebih banyak baca buku ( dopping saya kalo stress kan baca buku), atau ngeluarin tulisan dari pikiran saya, dan yang pastinyaaa.... Perjuangan ini baru dimulai, kalo baru melangkah udah patah arang, yaaa... mending duduk diam di tempat aja sekalian...

Semangaaattt, saya, kamu, kita pasti bisa...

-Solo-
Episode Proposal yang belum selesai...
Mohon doanya ya teman-temaaan...^^

Sabtu, 07 November 2009

Oryz dan keranjang sampah

Suatu hari...
Habis belanja baju buat Oryz..
Terus nggunting-ngguntingin label harga dan merk..
” Oryz, kertasnya dibuang tempat sampah ya, Nak..”
Terus..di buang deh sama Oryz ke tempat sampah..
” Pinter..Oryz ya..”, Niatnya muji...^^

Selang dua hari..
Oryz dikasih sangu uang jajan ama Ayah
” Ini buat nanti kalo Oryz mau ke warung sama Mbah ya..”
Begitu pulang dari kantor, Si Ayah nanya..
” Bun, tadi Ayah kasihkan uang dua ribu buat Oryz, dipake jajan apa?”
” Hah? Bunda ndak tau Yah, malahan.. Kalo Ayah kasih uang buat Oryz..”
Besok pagi waktu buang sampah..
Ada duit dua ribu udah dikuwel kuwel sama Oryz, tergeletak di ujung tempat sampah paling bawaah..
Kayaknya dipikir sampah kali sama Si Oryz..mentang mentang kertas juga..


Terus, setelah beli jajan dari warung…
Habis buka itu bungkus jajan..
Niatnya mau ngajarin Oryz buang sampah pada tempatnya.
Jadilah Oryz diajarin buang sampah di tempat sampah..
”Oryz, sampahnya dibuang di tempat sampah ya..”
Tuk.tuk..tuk.. jalan ke depan tempat sampah, terus di buang deh itu bungkus jajan..
” Oryz hebaat...”, Niatnya muji..^^
” Sampah itu kalo udah gak dipake, baru dibuang..ya Nak ya..”, Kata Bunda sok bijak..

Besoknya lagi..
” Oryz, mau jalan jalan ke tempat Yang Ti, ndak? Ngeng ngeng..Yuk..”, kata Ayah
” Ngeng..ngeng..Hollee..holeee..”, katanya si Oryz..
” Ganti baju ya, sama si Bunda.”, kata Ayah..
Begitu udah digantikan baju.. bajunya lupa Bunda taruh di keranjang cucian..
Pulang dari tempat Yang Ti, itu baju di cari-cari kesana sini..
Ternyata sama Oryz dimasukkin keranjang sampah..
Dipikirnya barang udah gak dipake, terus dibuang juga..gitu kali..

Terus. Pernah lagi nemuin barang-barang mainannya Oryz, uang kertas dan baju lagi ditaruh Oryz di keranjang sampah. Haduh..padahal udah berkali kali diingatkan. Tapi tetep aja dibuang ke situ. Pokoknya kalo ada barang ilang, apalagi kalau mainannya Oryz. Ya, dicari dulu ke tempat sampah deh..
^^”

-Solo-
Bundanya Oryz yang lagi bingung ngajarin buang sampah....

Kamis, 05 November 2009

Mimpi..

Pernah merasa putus asa? Patah semangat atau apalah itu namanya.. Hmm, kalau dibilang saya pernah atau tidak putus asa, mungkin kalo diingat-ingaaat…ya, saya belum pernah putus asa. Mungkin saya masih belum paham apa makna dari putus asa sebenernya.. see, putus asa itu kalo diartikan secara harfiah berarti putus harapan..

Dan saya itu tipe orang yang sukaaa sekali bermimpi yang tinggi, gak nanggung nanggung lah pokoknya kalo mimpi. Toh namanya juga berharap dan bermimpi, kalo Cuma nanggung atau takut jatuh dari ketinggian ya... gak usah mimpi aja sekalian.. kalo pendapatku sih gitu..^^”

Bagaimanapun juga, yang namanya putus asa itu, mungkin tidak seharusnya dan semoga saja tidak pernah ada dalam kamus hidup saya. Mengingat kalimatnya Andre Hirata, Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Ya, mungkin harapan sama mimpi itu gak sama ya, alias agak beda..gitu lah. Kalo mimpi itu cenderung yang bebas, tapi harapan itu terkadang juga tergantung doa dan usaha, juga tawakal. Tapi kan tak ada salahnya berharap yang tinggi, toh Allah berkehendak, tak ada yang dapat menghalanginya.

Kemaren-kemaren baca koran lagi, di situ diceritakan tentang orang-orang yang dapat naik haji dengan cara yang tidak disangka sangka, adayang diundang makan malam bupati, eh terus diajak naik haji. Ada juga yang karena doa dari Sang Ayah, Allah mempermudah segala urusan si Anak untuk dapat naik Haji, ada juga yang dapet dari program televisi yang menyelenggarakan naik haji gratis.

Tuh, pertolongan Allah datang dari mana-mana, tak ada yang tak mungkin jika Ia sudah berkehendak. Jadi, kalo menurutku sih, asalkan kita sudah berusaha maksimal, doa optimal, terus tawakkal. Maka jika kemudian Allah berkata Kun fayakun, maka segala sesuatunya dapat terjadi.. dengan cara dan waktu dan tempat yang tak disangka-sangka.

Lalu kalau ternyata kita jatuh dari mimpi yang tinggi itu, maka jangan takut. Karena Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita, jika kita memintanya. Jadi kalau lagi dapet kesulitan ya, berusaha, berdoa dan tawakal, biar Allah yang menilai kesungguhan kita. Jangan mudah menyerah, karena memang hidup itu tak mudah. Tapi juga jangan berhenti bermimpi, katanya Bang Andrea Hirata lagi.. manusia tanpa mimpi berarti mati... Dan siapa tahu, buah dari mimpi kita ternyata jauh lebih manis dari yang kita sangka..

-Solo-
Sambil denger lagu meraih mimpinya Gita..

Minggu, 01 November 2009

-baca..baca..baca..-

Kemaren saya mbaca catetannya teh Pipit Senja, yang isinya tentang kebiasaan beliau yang dari dulu suka membaca. Jadi keinget masa kecil, kayaknya emang deh, kebiasaan Bunda yang satu ini nurun ke aku. Sejak kecil, saya sudah terbiasa membaca, apa saja saya baca. Mulai dari buku, majalah, Koran, brosur, tulisan di film di tv, tulisan di brosur obat, resep masakan..saya memang sedari kecil sudah termasuk anak yang suka membaca. Biasanya orang tua dulu membiarkan saya berlangganan 2 majalah sekaligus, BO** dan HOPLA*, Kadang kadang diselingi majalah ANAN** juga.

Kalo udah deket pembagian raport, biasanya kalo dapet juara di kelas, hadiahnya buku komik, SAILORM**N ato DORA***N. hehehh, dan kebiasaan membaca ini terbawa sampai saya masuk kelas 5-6 SD di rumah Nenek di Bekasi. Berbekal promosi seorang sahabat, saya memulai lagi kebiasaan itu, tapi kali ini saya harus nyewa di rental buku. Isinya biasanya GOOS**UMP, Kadang juga minjem ama temen yang punya koleksi buku bginian. Atau kadang juga dipinjemin komik detektif CON** Atau KINDAI***. Kadang juga kalo main ke rumah sodara di Jakarta, saya minjem KUNGF***Y. Pokoknya kalo itu buku sudah saya pegang, biasanya langsung saya embat baca atau di bawa pulang. Hehehh.

Waktu SMP, Saya pindah ke desa terpencil yang jauuh dari kota..hiks, sedih, jadi bisanya Cuma beli majalah doank sebulan sekali. Ato nitip temen yang sekolahnya di kota sana, hehehh.. Sampe terdengar kabar, ternyata di desa saya itu sendiri ada yang suka koleksi buku, coba aja ke sana buat dipinjem gitu kata si Mbah saya. Dan setelah ke sana, saya boleh minjem, alias nyewa gitu..^^ senangyaaa…

SMA, laen lagi. Di sebelah sekolah, ada rental buku cerita, novel gitu deh. Hmm..semenjak tau ada rental novel, saya jadi sering banget mampir ke sana (buat nyewa tentunyaaa) , sampai semua novel islami selese saya baca, terus gak niat baca yang lain to, ya udah gak pernah ke sana lagi deh terusan.. Kadang dipinjemin temen satu sekolah, satu kelas, satu bangku bahkan. Hehehh

Semenjak kuliah, Alhamdulillah ada peningkatan readaholic-nya..^^. Biasanya tiap sebulan sekali ada satu buku baru yang..dibaca, kadang ada rejeki ya beli terus di pinjemin ke temen di kampus. Kadang kalo lagi bokek banget ya beli koran doank buat di baca, kadang ke rental..sampai hampir semua buku-buku ”berat” (kata mbak penjaga rentalnya) sudah saya baca juga. Heheh, saya masih sangaat suka baca, semoga kebiasaan ini nurun juga sama si Kecil. Yang mulai kemaren-kmaren udah seneng banget liat buku,bolak balik halamannya dan koleksi bukunya di rumah juga udah mulai banyak. Semoga nular juga sama temen-temen di kampus, hehehh.. Walau saya gak bisa ngasih dopping buku terus buat kalian..^^.

Tapi sayang..gak bisa sering-sering baca buku kuliah euy..^^”, udah gitu juga masih belum bisa jadi penulis cerita yang baik..baru bisa cerita doank, belum pintar mengarang cerita..Yaa, semoga kedepannya bisa jadi penulis yang lebih baik, dan pembaca yang lebih baik juga..

Begitulah kebiasaan saya ini, bagi saya, buku adalah tempat rehat yang pas kalo lagi suntuk di kelas, lagi ngerjain proposal ga selese selese, ngerjain laporan capek, nyiapin kuis, dsb lah.. Lewat Membaca saya kenal dunia, saya belajar dari membaca, saya bermimpi dari membaca.. Dan kemudian saya menyadari, Tuhan menganugerahkan kedua mata dan pikiran, salah satu tujuannya untuk kita agar dapat membaca juga tentunya..^^


-Solo-
”Hanya bahasa yang melindungi kita dari ketakutan akan benda-benda tak bernama”
-Toni Morrison-

Kamis, 22 Oktober 2009

-kadang-

Terkadang aku merindukan masa itu, dulu
Saat kau, aku, kita bersama meniti senja
Berjalan mengelilingi kota bersama
Tertawa menangis kita seirama

Saling menguatkan dan saling bertahan
Bertautan saling sejalan
Terkadang ada emosi, ada isak, ada tawa
Ada ikatan tak kasat mata antara kita

Terkadang aku ingin kembali ke masa itu
Menjadi wanita yang bebas menjadi apa yang aku mau
Menjadi bunga di antara bunga di taman yang berwarna
Menjadi seorang yang memahami dan dipahami

Terkadang aku ingin meniti kembali jalan itu
Belajar bermimpi seindah pelangi
Belajar tertawa dan berbagi
Belajar menangis dan menyayangi

Tak tahukah kalian,
Aku ingin kembali ke sana
Pulang ke tempat dimana buminya mengerti aku
Berada di tempat dimana langitnya tak jemu menaungiku
Dimana sungainya mampu menampung semua tangisku
Dimana anginnya senantiasa membelai lembut wajahku

Aku ingin kembali ke masa itu
Bercanda, bersedih menulis nostalgia
Dan semua kenangan terukir dimana-mana
Di tiap tempat, tiap sudut dan tiap sekat
Di tiap panas, derai hujan atau kemarau meranggas

Aku merindukan pengertian itu
Dimana aku tak perlu ditanya untuk bercerita
Dimana aku tak perlu meminta untuk dicinta
Dimana aku tak perlu mengiba untuk meminta

Aku merindukan perhatian itu
Merindukan jabat tangan erat itu
Merindukan tempat curhat itu
Merindukan bahu sandaran itu

Aku merindukan kalian, sahabatku..
Saat aku terpuruk meniti luka
Saat aku tertawa berbahagia
Saat kau membutuhkan tempat bercerita
Saat kita merasakannya bersama

Aku merindukan masa itu
Dimana kita masih nampak seperti satu
Dimana mentari datang mengiringiku
Dan pelangi selalu pulang menyambutku

Aku merindukan kalian..
Sangat merindukan kalian..
Adakah saat itu dapat kembali kepadaku?
Adakah yang berubah antara kau dan aku?


-Solo-
Saat hujan mengalirkan airmata rinduku
Pada kota kecil itu
Pada orang-orang di masjid kecil itu
Tempat aku tumbuh dulu..
I miss you..

Selasa, 20 Oktober 2009

-sepi sendiri-

Sendiri..
Satu kata yang terdiri dari banyak huruf,
tapi mengindikasikan suatu makna yang sepi
Sendiri, satu tanpa ada yang menemani

Bukankah manusia itu dilahirkan juga sendiri?
Bolehlah dia di dalam kandungan bersama-sama
Tapi ketika ia keluar dari jalan lahirnya
Ia pasti sendiri.

Bukankah nanti ketika manusia itu mati juga sendiri?
Bolehlah dia di dunia punya banyak kuasa dan harta
Banyak teman dan sahabat pena
Tapi ketika ia masuk keliang kubur, atau
Ketika malaikat maut mencabut nyawanya
Ia pasti sendiri

Dan aku sedang merasakan kesendirian itu kini
Padahal disekelilingku penuh manusia
Penuh warna dan suara
Tapi entah mengapa yang terasa malah sepi, hampa tak bermakna
Ia yang dinamakan sendiri

Apakah sendiri itu menyakitkan?
Menjemukan atau membosankan?
Atau sendiri itu membahagiakan?
Entahlah, aku pun tak tahu
Karena di dunia ini kita tak pernah benar-benar sendiri

Ada Dia, Tuhan yang selalu menemani

-Solo-
Sepi, sendiri, aku benci

-sahabat itu-

Sedang ingin menulis tentang mereka, yang dunia menyebutnya sahabat. Pagi ini ketika terbangun dari tidur, entah mengapa yang teriang di pikiranku adalah mereka, sahabat-sahabat dalam kehidupanku. Rasa kangen, rindu itu muncul menerpaku, bagai angin yang mengiris pilu..

Aku kangen kalian, dua bidadari yang pertama kali mengajarkanku arti persahabatan itu, mengajariku bahwa perbedaan antara kita tak pernah ada, bahwa kita adalah sama, saling belajar dan memakna pengertian yang ada

Aku kangen kalian, sahabat ketika aku mulai mengenal dunia yang nyata, dunia yang berwarna dengan pernik kecil yang selalu ada. Belajar bersaing, belajar mencintai tanpa takut tersakiti, belajar berkorban, dan belajar untuk mandiri.

Aku kangen kalian, sahabat-sahabat ketika aku mulai bermahkota. Ketika aku mulai beranjak dewasa, ketika logika, rasa dan asa melebur dalam sukma. Dari kalian aku belajar bersabar, belajar berdoa dan memberi, belajar menerima dan mengalah, belajar mencinta tanpa harus meminta, belajar menjadi sosok yang lebih dewasa.

Aku merindukan kalian semua, yang pernah, masih dan akan selalu mewarnai lembar-lembar hidupku. Terima kasih untuk semua kenangan indah itu, perhatian itu, Yang mengingatkanku saat aku tersesat, yang menolongku saat aku terjatuh, yang menghiburku saat aku berduka, yang selalu menghubungiku melalui pesan-pesan singkat perhatiannya. Yang masih mengingatku dan berusaha mencariku walau kita terpisah berpuluh-puluh kota. Aku merindukan kalian, adakah rindu itu juga tersematkan di hatimu untukku?


-Solo-
Saat aku memaknai kata sahabat
*Backsound SO7, Sahabat sejati

Sabtu, 17 Oktober 2009

-dari blog sahabat-

teman kecil

seorang teman masa kecil yang hanya perlu beberapa waktu untuk akhirnya kembali menganggumi dirinya

perempuan kecil yang suka berkembang, senantiasa tersenyum manis kepada semua orang, menjadikan dirinya orang yang mudah untuk dicintai

kehidupannya yang kutahu begitu bahagia dengan keluarga yang begitu harmonis, sampai akhirnya satu harta berharganya harus berpulang, membuatnya harus berdiri tegar menghapus air matanya.

ia pergi bersama duka, entah ke mana kakinya menuju, mungkin menuju sebuah kehidupan baru di mana kenangan indah masa kecilnya harus dikubur bersama kotak waktu yang tak akan pernah hilang dalam ingatan.

kesedihan merasuk saat tak ada lagi sosoknya dalam hari-hari masa kecilku. sampai perkembangan teknologi pertemukan kami lagi dalam sebuah perubahan.

semakin bersahaja ia terlihat. senyum ceria dan rambut berkepang itu tak lagi membingkai wajahnya. penampilan dewasa dan soleh menonjolkan keanggunannya. kehidupan baru yang memukau hatiku telah ia dapatkan.

hanya selalu berharap ia tetap sosok masa kecil itu tetap ada dalam dirinya kini.

http://angelinaanna.tumblr.com/page/2

naa...
i luph you full..
hehehh..
^^"

-Bunda-

Seorang sahabat pernah bercerita, bagaimana rasanya mengenang Ayahnya yang meninggalkannya. Bagaimana rasanya melepas kepergiannya. Saat membaca catatan yang tak hanya sekedar catatan itu membuatku terlempar ke sudut 15 tahun lalu. Saat pertama kalinya aku merasakan kehilangan yang sangat dalam kehidupanku, saat kepergian itu membuahkan perubahan besar dalam jalan cerita hidupku.

Jika sahabatku itu masih ingat kenangan-kenangan manis bersama Ayahnya, masih dapat mengenang banyak perjumpaan dia dengan Ayahnya. Maka tidak demikian dengan diriku. Yang tersisa dari sosok Bunda, adalah berpuluh-puluh kenangan yang tak sedemikian jelas dan banyaknya. Yang tersisa dari sosok Bunda adalah mimpi-mimpi singkat tentang masa hidup bersamanya. Namun pernik kecil itu masih tertata rapi dalam ruang hati kecilku.

Kalau sahabatku masih dapat mengenang kata-kata Ayahnya, maka aku tak dapat lagi mengingat dengan jelas apa yang pernah terucap Bunda, yang kuingat hanya suaranya, hanya senyumannya, hanya makna katanya. Dalam usia sekecil itu, mana aku tahu apa itu mati? Apa itu pergi selamanya, apa itu surga neraka, karena aku tak pernah membayangkan apapun itu dalam benakku.

Yang aku ingat jelas di hari kepergiannya itu adalah, ketika Tante memakaikan baju hitam kepadaku, padahal aku pinginnya baju putih, baju cerah, karena ia bilang mau jalan-jalan ke Monas. Lalu aku mendengar sayup-sayup kata kata Ambulans, sayup-sayup suara tangis, beberapa pandangan mata yang menatapku iba. Lalu aku tersadar, ada sesuatu terjadi pada Bunda. Aku bahkan tak ingat apakah aku menangis saat itu, apakah aku meronta, apakah aku berduka, karena aku tak tahu apa-apa.

Kemudian yang aku lihat saat itu adalah, sesosok tubuh terbalut kafan putih, menghadap kiblat dan aku perlahan mendekatinya. Dan mereka menatapku iba, dan mereka menunjuk-nunjuk padaku, tapi aku tak tahu kenapa. Kemudian Tante kembali mengajakku menghindari rumah duka itu, pergi ke taman bermain di dekatnya, dengan tujuan aku tak merasa terganggu. Terganggu? Pikirku. Aku saja tak tahu apa yang menggangguku, apa yang menimpaku, perubahan besar apa yang terjadi dalam duniaku.

Aku tak hadir di acara penguburannya, Karena saat itu aku di Jakarta, dan Bunda dikubur di kota kecil kelahirannya, yang ternyata menjadi kota dimana aku tumbuh dewasa. Dimana aku menghabiskan waktu dengan menghirup udara yang sama seperti yang ia hirup dulu, tinggal bersama wanita yang melahirkannya dulu, dan aku merasakan tiap detik yang kulewati di kota itu begitu berarti. Karena aku dapat merasakan bayangnya di mana saja di kota kecil itu.

Yang masih tersisa erat di pikiranku dan benakku adalah saat saat mengenang Bunda. Saat ketika ia mengantarkanku ke TK, saat ketika ia membelikan bekal untukku di kantin depan sekoLah. Saat ketika ia menemaniku sampai masuk ke depan kelas, saat ketika keLuar pintu gerbang yang kucari adalah sosoknya dibalik kerumunan orangtua. Saat ketika ia mengajakku belanja ke Golden Trully, makan di Texas, di Dunkin, jalan jalan ke Gunung agung beli komik. Saat ketika aku curhat dan cerita banyak kepadanya, saat ketika aku menyicipi masakannya, saat ketika aku tidur bersamanya.

Saat ketika akhirnya kuketahui aku akan punya seorang adik baru. Saat ketika aku dan Papa harus tidur dibawah tempat tidurmu di rumah sakit saat kau baru melahirkan adik baruku. Saat ketika aku dan Papa tiap malam mengunjungimu di rumah berobatmu, saat ketika aku menghabiskan waktu di sampingmu, saat ketika kau mewasiatkan pesan untukku, agar rajin belajar dan menjaga adik baruku. Saat ini dan itu dan saat saat lainnya, Dan banyak kisah-kisah sederhana lainnya yang tak pernah terasa sederhana pada akhirnya.


-Solo-
Saat mengenang sosok anggun dan tegarmu, Bunda
We Love You..
^_^

-perahu kertas-

Kali ini saya cuman mau mbahas sedikit tentang novel yang baru saya beli kemaren, judulnya Perahu Kertas, yang ngarang Dewi Lestari, pengarang favorit saya. Pertama baca, saya sedikit ragu, ceritanya kok ringan banget ya, gak kaya supernova atau rectoverso ato filosofi kopi sebelumnya. Terasa biasa saja, tapi sosok tokoh yang ditampilkan memang seru ternyata. Ada Kugy yang berantakan, ada Keenan yang cool, calm, ada Eko ama Noni yang biasa saja, ada Ojos dan Luhde yang memberikan kesan juga saat membacanya.

Saya belum baca cerita ini sampai habis, karena tinggal sedikit, tapi saya memutuskan baca lagi dari awal, secara lebih detil. Saya ingin benar-benar memainkan novel ini menjadi sebuah film di kepala saya. Kenapa? Karena seperti cerita-cerita Dee sebelumnya, kali ini pun cerita KK seperti mewakili kehidupan saya.

Lho kok jadi nglantur, saya cuman niat mau ngupas novel satu ini. Entah kenapa, saat membaca sekilas, kali pertama, saya terkesan sedang membaca gabungan novel Dee sebelumnya, Supernova dan Rectoverso. Hanya saja kali ini lebih ringan pembawaan dan bahasanya. Seperti hobi Kugy tentang perahunya, yang selalu diletakkan di mana saja sepanjang tempat itu ada airnya, ini mengingatkan saya akan “ Firasat” di Rectoverso, à semua air akan mengalir ke laut.

Terus tentang ombak, laut, dan KK, mengingatkan saya pada “Aku Ada” RV juga. Terus, Luhde, sosok yang mengingatkan saya akan Diva, wanita yang menjadi pihak penenang dan memiliki banyak petuah bijak dalam kata-katanya. Hehehh, mungkin saya dibilang ngawur, lha wong tokohnya ato jalan ceritanya berbeda jauh. Tapi entah mengapa, memang itu yang terlintas di pikiran saya waktu membacanya.

Tapi selebihnya, saya suka perahu kertas ini, tentang impian, dan cinta yang dikupas secara ringan tapi dalam. Hehehh, saya salut sama Dee, two thumbs up for you. I Like it.

Intinya, novel ini perlu dibaca, lebih –lebih kalo mbacanya mulai dari Supernova..dan kamu akan tahu, asyik dan karakteristik ceritanya gimana.

-Solo-
Baru nyampe bab 3..dari baca uLangku
^_^

Jumat, 16 Oktober 2009

-kangen-

Mau curhat, kali ini tentang rasanya jadi mahasiswa semester 7 di jurusanku. Rasanya adalah, mulai merasakan sendiri. Iya, biasanya luntrang-luntrung ke mana-mana bareng, kali ini banyak mata kuliah yang gak diambil bersamaan satu angkatan. Biasanya kuliah satu kelas penuh hampir 40 orang hadir semua, sekarang paling banyak 30 orang, itu aja ada yang dari angkatan atas bawah.

Biasanya makan bareng ke kantin, ato nebeng ke poto kopian, sekarang lebih banyak sendiri ke mana-mana. Apalagi buat aku yang cuman ambil 18 sks doank, berangkat, ngampus, pulang, kadang ke perpus, kadang kalo ketemu temen ya ngobrol sebentar. Tapi lebih banyak sendirian ke mana-mana, paling cuman ngutak atik hp ato si ” usus” yang cementel mulu di telinga. Lebih sering merasakan saatnya tua itu, udah angkatan tua...^^”

Mulai sering merindukan kebersamaan itu, makan bareng, ngobrol bareng, ngerjain tugas bareng, jalan-jalan bareng, praktikum bareng, duh.. ternyata masih kepingin bareng-bareng lagi. Apalagi poto-poto bareng and narsis bareng. Hehehh.. mulai kerasa jarang ya ternyata..

Ada pertanyaan titipan dari kakak angkatan tua, mana kebersamaan itu?
Lalu apa yang terlintas di kepalaku adalah... saat kita semester 5 dan 6 itu, kebersamaan itu terasa sekali, tapi sekarang kenapa memudar? Ya, pengaruh jadwal kuliah yang sama sekali mulai berpencar-pencar, pengaruh kesibukan ngurus Laporan Magang dan janjian ketemu dosen yang ga bareng2 lagi. Pengaruh ini itu dan anu..

Ya, begitulah..kadang-kadang saya rindu kebersamaan itu...
Tapi Buki tau, kita slalu bersama, setidaknya di dalam hatinya Buki..^^”


-Solo-
Buki yang kangen poto-poto bareng
Maap ya kalo Buki punya salah ato nyakitin kalian..
I lop you all..

Selasa, 13 Oktober 2009

-papa-

Adalah seorang lelaki
Yang didalam tubuhku mengalir gen miliknya
Yang mengejawantah dalam separuh diriku
Yang terlahir di dunia untuk memilikiku

Adalah seorang lelaki
Yang memelukku dan adik perempuanku
Saat separuh jiwa kami berlalu
Menuju dunia yang baru

Adalah seorang lelaki
Yang tetap tegar saat badai perlahan menerpanya
Yang tetap bertahan saat ombak menggoncangnya
Yang tetap mengemudikan perahu kecilnya
di gegap gempita samudera dunia yang fana

Adalah seorang lelaki
Yang sejak kecil sudah jarang kutatap mukanya
Jarang kucium tangannya
Jarang bercerita padanya
Namun rasa rindu itu selalu melingkupiku

Adalah seorang lelaki
Yang tak setuju saat datang lamaran itu
Yang merasa bersalah tak bisa selalu dekat denganku
Yang tak rela melepasku pada kebebasanku
Yang teramat sayangnya padaku

Adalah seorang lelaki
Yang meneteskan airmatanya saat menyerahkanku pada suamiku
Yang tangannya menjabat erat saat melepasku
Yang mendoakanku dalam awal hidup baruku

Adalah seorang lelaki
Yang rambutnya kini memutih
Yang tubuhnya mulai meringkih
Tapi tak pernah lupa mendoakanku
Saat ia meminta pada Tuhannya

Adalah seorang lelaki
Yang sangat aku sayangi sepenuh hati
Yang aku hormati setulus hati
...


-Solo-
Vina kangen Papa..
^^

Senin, 12 Oktober 2009

pH METER

A. PENDAHULUAN

pH adalah suatu satuan ukur yang menguraikan derajat tingkat kadar keasaman atau kadar alkali dari suatu larutan. Unit pH diukur pada skala 0 sampai 14. Istilah pH berasal dari “p” lambang matematika dari negatif logaritma, dan “H” lambang kimia untuk unsur Hidrogen. Definisi yang formal tentang pH adalah negatif logaritma dari aktivitas ion Hidrogen. Yang dapat dinyatakan dengan persamaan:

pH = - log [H+]

pH dibentuk dari informasi kuantitatif yang dinyatakan oleh tingkat keasaman atau basa yang berkaitan dengan aktivitas ion Hidrogen. Jika konsentrasi [H+] lebih besar daripada [OH-], maka material tersebut bersifat asam, yaitu nilai pH kurang dari 7. Jika konsentrasi [OH-] lebih besar daripada [H+], maka material tersebut bersifat basa, yaitu dengan nilai pH lebih dari 7.
Pengukuran pH secara kasar dapat menggunakan kertas indicator pH dengan mengamati perubahan warna pada level pH yang bervariasi. Indicator ini mempunyai keterbatasan pada tingkat akurasi pengukuran dan dapat terjadi kesalahan pembacaan warna yang disebabkan larutan sampel yang berwarna ataupun keruh.
Pengukuran pH yang lebih akurat biasa dilakukan dengan menggunakan pH meter. Sistem pengukuran pH mempunyai tiga bagian yaitu elektroda pengukuran pH, elektroda referensi, dan alat pengukur impedansi tinggi.


B. SEJARAH pH METER

Sejarah pengukuran pH suatu larutan dengan menggunakan pH meter sistem elektrik dimulai pada tahun 1906 ketika Max Cremer dalam sebuah penelitiannya menemukan adanya interaksi dari aktivitas ion hidrogen yang dihubungkan dengan suatu sel akan menghasilkan tegangan listrik. Dia menggunakan gelembung kaca yang tipis yang diisi dengan suatu larutan dan dimasukan kedalam larutan yang lain dan ternyata menghasilkan tegangan listrik. Gagasan ini kemudian dikembangkan oleh Firtz Haber dan Zygmunt Klemsiewcz yang menemukan bahwa tegangan yang dihasilkan oleh gelembung kaca tersebut merupakan suatu fungsi logaritmis.
pH meter untuk penggunaan komersial pertama kali diproduksi oleh Radiometer pada tahun 1936 di Denmark dan Arnold Orville Beckman dari Amerika Serikat. Penemuan tersebut dilakukan ketika Beckman menjadi asisten professor kimia di California Institute of Technology, dia mengatakan untuk mendapatkan metoda yang cepat dan akurat untuk pengukuran asam dari jus lemon yang diproduksi oleh California Fruit Growers Exchange (Sunkist). Hasil penemuannya tersebut membawa dia untuk mendirikan Beckman Instruments Company (sekarang Beckman Coulter).


C. PRINSIP KERJA pH METER

Pada prinsipnya pengukuran suatu pH adalah didasarkan pada potensial elektro kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat didalam elektroda gelas (membrane gelas) yang telah diketahui dengan larutan yang terdapat diluar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan ion hidrogen yang ukurannya relatif kecil dan aktif, elektroda gelas tersebut akan mengukur potensial elektrokimia dari ion hidrogen atau diistilahkan dengan potential of hidrogen. Untuk melengkapi sirkuit elektrik dibutuhkan suatu elektroda pembanding. Sebagai catatan, alat tersebut tidak mengukur arus tetapi hanya mengukur tegangan.

Skema Elektrode pH meter


pH meter akan mengukur potensial listrik (pada gambar alirannya searah jarum jam) antara merkuri Cloride (HgCl) pada elektroda pembanding dan potassium chloride (KCl) yang merupakan larutan didalam gelas electrode serta potensial antara larutan dan elektroda perak. Tetapi potensial antara sampel yang tidak diketahui dengan elektroda gelas dapat berubah tergantung sampelnya, oleh karena itu perlu dilakukan kalibrasi dengan menggunkan larutan yang equivalen yang lainya untuk menetapkan nilai dari pH.
Elektroda pembanding calomel terdiri dari tabung gelas yang berisi potassium kloride (KCl) yang merupakan elektrolit yang mana terjadi kontak dengan mercuri chloride (HgCl) diujung larutan KCl. Tabung gelas ini mudah pecah sehingga untuk menghubungkannya digunakan keramik berpori atau bahan sejenisnya. Elektroda semacam ini tidak mudah terkontaminasi oleh logam dan unsur natrium.
Elektroda gelas terdiri dari tabung kaca yang kokoh yang tersambung dengan gelembung kaca tipis yang. Didalamnya terdapat larutan KCl sebagai buffer pH 7. Elektroda perak yang ujungnya merupakan perak kloride (AgCl2) dihubungkan kedalam larutan tersebut. Untuk meminimalisir pengaruh electric yang gak diinginkan, alat tersebut dilindungi oleh suatu lapisan kertas pelindung yang biasanya terdapat dibagian dalam elektroda gelas.
Pada kebanyakan pH meter modern sudah dilengkapi dengan thermistor temperature yaitu suatu alat untuk mengkoreksi pengaruh temperature. Antara elektroda pembanding dengan elektroda gelas sudah disusun dalam satu kesatuan.

1. a sensing part of electrode, a bulb made from a specific glass
2. sometimes the electrode contains a small amount of AgCl precipitate inside the glass electrode
3. internal solution, usually 0.1M HCl for pH electrodes or 0.1M MeCl for pMe electrodes
4. internal electrode, usually silver chloride electrode or calomel electrode
5. body of electrode, made from non-conductive glass or plastics.
6. reference electrode, usually the same type as 4
7. junction with studied solution, usually made from ceramics or capillary with asbestos or quartz fiber.

D. CARA PENGGUNAAN
- Kalibrasi
Sebelum pH meter digunakan, pH meter harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan menggunkan standar pH atau sering disebut buffer pH. Standard pH adalah larutan yang nilai pH-nya telah diketahui pada setiap perubahan suhu. Standar pH merupakan larutan buffer pH (penyangga pH) dimana nilainya relative konstan dan tidak mudah berubah.
Urutan kerja kalibrasi pH meter adalah :
1. Siapkan buffer pH 7 dan buffer pH 4
2. Buka penutup plastic elektroda
3. Bilas elektroda dengan air DI (De Ionisasi/ air bebas ion) dan keringkan dengan menggunakan kertas tisu
4. Nyalakan pH meter dengan menekan tombol ON/OFF.
5. Masukan elektroda kedalam larutan buffer pH 7
6. Tekan tombol CAL dua kali, putar elektroda agar larutan buffer homogeny
7. Biarkan beberapa saat sampai nilai yang tertera di disply tidak berubah
8. Tekan tombol CAL satu kali lagi, dan biarkan tulisan CAL pada disply berhenti berkedip
9. Angkat elektroda dari larutan buffer pH 7, kemudian bilas dengan air DI beberapa kali dan keringkan dengan kertas tisu
10. Masukan elektroda kedalam larutan buffer pH 4
11. Tekan tombol CAL dua kali, putar elektroda agar larutan buffer homogeny
12. Biarkan beberapa saat sampai nilai yang tertera di disply tidak berubah
13. Tekan tombol CAL satu kali lagi, dan biarkan tulisan CAL pada disply berhenti berkedip
14. Angkat elektroda dari larutan buffer pH 4, kemudian bilas dengan air DI beberapa kali dan keringkan dengan kertas tisu
15. Pada layar bagian bawah akan muncul angka 7 dan angka 4 yang menunjukan pH meter tersebut telah dikalibrasi dengan buffer pH 7 dan buffer pH 4
16. pH meter telah siap digunakan

- Pengukuran pH larutan
Setelah pH meter dikalibrasi maka pH meter tersebut sudah siap digunakan. Biasanya kalibrasi disarankan dilakukan setiap 1 kali sehari sebelum digunakan.
Cara pengukurannya adalah sebagai berikut
1. Siapkan sampel larutan yang akan di check pH-nya.
2. Jika larutan panas, biarkan larutan mendingin sampai dengan suhunya sama dengan suhu ketika kalibrasi. Contohnya jika kalibrasi dilakukan pada suhu 20°C maka pengukuran pun dilakukan pada suhu 20°C.
3. Buka penutup plastic elektroda, bilas dengan air DI dan keringkan dengan menggunakan kertas tisu.
4. Nyalakan pH meter dengan menekan tombol ON/OFF.
5. Masukan elektroda kedalam sampel, kumudian putar agar larutan homogeny.
6. Tekan tombol MEAS untuk memulai pengukuran, pada layar akan muncul tulisan HOLD yang kelapkelip.
7. Biarkan sampai tulisan HOLD pada layar berhenti kelap-kelip.
8. Nilai pH yang ditunjukan pada layar adalah nilai pH larutan yang di check
9. Matikan pH meter dengan menekan kembali tombol ON/OFF


E. PEMELIHARAAN pH METER
pH meter harus dilakukan perawatan berkala untuk menjaga umur pakai dari alat tersebut. Pemeliharaannya meliputi :
a. Batere, penggantian batere dilakukan jika pada layar muncul tulisan low battery
b. Elektroda, pembersihan elektroda bisa dilakukan berkala setiap minimal satu minggu satu kali. Pembersihannya menggunakan larutan HCL 0.1N (encer) dengan cara direndam selama 30 menit, kemudian dibersihkan dengan air DI.
c. Penyimpanan, ketika tidak dipakai, elektroda terutama bagian gelembung gelasnya harus selalu berada pada keadaan lembab. Oleh karena itu penyimpanan elektroda disarankan selalu direndam dengan menggunkan air DI. Penyimpanan pada posisi kering akan menyebabkan membrane gelas yang terdapat pada gelembung elektroda akan mudah rusak dan pembacaannya tidak akurat.
d. Suhu penyimpan. Ketika disimpan, pH meter tidak boleh berada pada suhu ruangan yang panas karena akan menyebabkan sensor suhu pada alat cepat rusak.




F. GAMBAR ALAT dan KETERANGAN


1. Body pH meter
2. Body elektroda
3. Layar
4. Kabel elektroda
5. Kabel sensor suhu
6. Tombol MEAS untuk pengukuran
7. Tombol MODE untuk pemilihan mode pengukuran
8. Tombol Set untuk setting pengukuran
9. Tombol CAL untuk proses kalibrasi
10. Tombol CAL DATA untuk mereview data kalibrasi yang telah dilaukan
11. Tombol ON/OFF
12. Tombol Data OUT untuk mengeluarkan data yang sudah di input
13. Tombol ENTER
14. Elektroda gelas
15. Elektroda pembanding (reference)


G. DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/glass-electrode
http://en.wikipedia.org/pHmeter
http://tech.groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia
http://wiki.answers.com/Q/
http://www.seafriends.org.nz/dda/ph.htm#How

-hobi-

Sepagian ampe sesiangan, tadi ama beberapa orang sahabat diskusi di DPR MIPA. Sebenernya niatnya ngerjain tugas kromatografi, tapi yang ada malah diskusi doank ngalor ngidul ga jelas. Mulai diskusi masalah preparasi sampel kromatografi, fase diam, fase gerak, dan Laen Laen kawannya Lah, sampai diskusi masalah nikah (LAGI)..^^”

Tapi kali ini saya lagi ga mau mbahas itu ah, saya lagi mau bahas tentang hobi poto-poto saya. Susah memang, tadi dari DPR keliatan banget waktu poto-poto, ada beberapa oknum yang ngliatin kita.(Ge er mode on). Sebenernya cuman heran aja, okelah, emang, wanita itu sumber fitnah, apalagi jilbaber kaya kita. Tapi lha terus opo yo ga boleh poto-poto? Dibilang aneh kek narsis kek, kepedean kek, lha wong emang dari sananya udah hobi poto-poto, mau diapain lagi? (Dalem ati cuman sebel aja kalo ada yang ngrasani, mbok biLang Langsung sama saya kalo antum ga suka ngliat saya poto-poto). Nanti saya ajak diskusi panjang lebar deh, soalnya saya banyak banget yang mau ditanyain.

Mungkin pada heran ya, masa ngakunya aktivis dakwah kok hobinya poto-poto, akhwat Lagi..piye njal? Lha kan ada lagunya..Akhwat jugaa manusia....punya hati..punya rasaaaa..punya salah..punya dosaaa... jangan samakan dengan..para malaikaaat....
Kita emang udah dari sononya suka poto-poto, mbak..mas..dek... lha terus yang bagus menurut kalian gimana, wes??? Kalo kamu ga suka poto-poto ato dipoto ato ngoleksi poto, ato apapun yang berhubungan sama poto. Ya sudah..saya hobi poto, kamu gak. Beres kan? Yang ga saya suka adalaaaahhhh....ngrasani saya diem-diem. Kalo ga suka, bilang langsung, tegur langsung, saya jauh lebih siap seperti itu, daripada ngrasani dari blakang ( jangan-jangan kamu pingin dipoto juga ya????ngaku aja, ntar saya siapin satu hari khusus buat poto-potoin kamu)


-Solo-
Ngamuk ngamuk mode on

Kamis, 08 Oktober 2009

-foto-

Siang tadi, aku dan dua orang sahabat berdiskusi di DPR ( Dibawah Pohon Rindang) MIPA, apa yang kami diskusikan? Tepatnya mungkin tentang jurusan yang lebih menjurus ke ilmu sosial, bukan eksak seperti kami. Sebenernya pada awalnya, saya Cuma ingin bercerita tentang keinginan terpendam saya untuk jadi seorang fotografer. Duh, sepertinya yang ini impian cukup ngawur juga, terlebih saya ga punya ilmunya dan kamera yang biasa dipake buat poto-poto bgituan, harganya lumayan mahal (sangat mahal bahkan).

Dulu waktu putih abu-abu, saya maunya masuk jurusan bahasa, tapi karena ga ada jurusan itu di sekolah (cuman ada ilmu sosial dan ilmu alam), jadilah saya masuk jurusan Ilmu Alam. Lagian, saya paham betul keterbatasan otak saya dalam hal hafal menghafal, lemaaahhhh banget. Saya termasuk dalam kategori mereka yang hafalannya lebih sering luntur, ilang. Pernah waktu SMP dulu, saya dan tema-teman satu kelas disuruh menghafalkan Lagu daerah ” Butet”, waktu itu, saya hafal. Setidaknya sampai Lulus SMP, saya masih hafal, tapi sekarang, saya hanya ingat dua baris pertamanya, ( saya tidak pernah hafal lagu utuh dari awal sampai akhir, kalo ga sering dinyanyiin terutama), ya kecuali lagu-lagunya Oryz sih..kalo yang itu, lumayan hafal..^^”

Waktu mau SPMB, sempat terbersit di pikiran saya buat ngambil IPC, saya mau masuk sastra. Entah mengapa, saya ngefans banget sama fakultas yang satu itu. Hehehh..yang ini harapannya sulit banget terpenuhinya, karena ga ada dukungan dari sana sini, akhirnya saya putuskan ambil imu alam (Lagi). Saya tahu, Tuhan memutuskan ini yang terbaik bagi saya. Tapi terkadang, saya masih belajar secara otodidak tentang hal-hal yang berbau dengan tulis-menulis. (jadi, jangan salahkan saya kalo saya hobinya ngupload catetan ke fb). Soalnya salah satu sahabat juga pernah berkata, lebih baik ngupdate catetan daripada ngupdate status. Hehehh, saya praktikan lah itu kata-kata bijak beliau.^^V

Sekarang ini, saya lagi jatuh cintrong (Lagi) sama yang namanya fotografi, asal muasalnya karena melihat picture seorang teman yang subhanallah bagusnya. Ditambah kemaren buka-buka mbah Google nyari pemandangan Lawu, dan hasilnya banyaak sekali yang bagus-bagus. Saya ingin belajar memotret yang baik, yang nyeni, yang indah, yang punya jiwa didalamnya. Saya ingin memoto pemandangan atau sosok yang biasa-biasa saja, tapi melalui picture itu mampu membawa perasaan kita seperti maunya si pengambil gambar.

Saya mau jadi tukang poto, jadi kalo di kampus saya sering terlihat bawa bawa kamera, selain untuk moto diri dan temen-temen yang narsis, saya juga mau belajar moto sesuatu. Sehingga saya bisa membawa foto itu menjadi picture yang indah dan dalleeem...^^. Jadi jangan heran ya, kalo saya hobi foto-foto..^^V


-Solo-
Mencoba jadi penulis dan pemoto yang baik dan kreatif.^^

Rabu, 07 Oktober 2009

-nikah itu...-

Dulu sewaktu SMA, saya salah satu dari mungkin beberapa akhwat yang idealis. Terutama dalam hal pernikahan, saya termasuk kategori akhwat yang punya kriteria banyak tentang calon suami impian nanti, juga termasuk keinginan bagaimana bentuk acara walimahannya, sampai bagaimana kehidupan rumah tangganya nanti. Aneh mungkin, wong SMA saja belum lulus, kok udah punya bayangan seperti itu, bahkan beberapa oknum juga berpendapat, karena aku terlalu ngebet itulah yang menjadikan aku bener-bener nekad mencoba rasanya pernikahan dini.

Saya waktu itu, termasuk wanita yang mungkin ga ngaca sama kepribadian sendiri. Lha berani-braninya menginginkan calon pasangan yang ideal. Yang kalo saya lihat dari diary saya, ia harus seorang ikhwan, harus soleh, pinter, cakep, baek, perhatian, hobinya sama ama aku, dan segudang keinginan lain yang aku tuliskan saat itu..( Asli, kayaknya ga nagaca banget deh waktu nulis ini, padahal aku dulu termasuk akhwat yang ..emm..apa ya kata yang tepat? Mungkin, akhwat yang belum kaffah). Pinginnya kalo punya keluarga nanti, kaya keluarga ustadzah-ustadzah gitu, yang suami isteri sibuk berdakwah, pulang pergi bareng, dijemput suami, sampe kadang-kadang pacaran berdua kemana gitu.

Well..mimpi boleh saja tinggi, bahkan haruslah tinggi, tapi terkadang Tuhan kurang setuju dengan keinginan kita, karena Ia punya pilihan jalan yang lebih baik bagi kita. Tentu saja, kehidupan pernikahan saya sekarang tidak seperti impian saya di atas. Tapi yang penting adalah, bagaimana ketika akhirnya kita berkomitmen pada ketetapan hati kita itu. Apakah saya kecewa, karena saya tidak menikahi seorang aktifis dakwah, aktifis Rohis SMA, SKI kampus, SENAT dan berbagai kelembagaan lainnya seperti yang dulu saya inginkan? Tidak, saya mulai membuka pikiran saya, bahwa dakwah itu tidak harus melalui kelembagaan itu, bahwa dakwah itu bisa saja dengan saling bertukarpikiran, bercengkerama, berpendapat.

Apakah saya kecewa menikah muda? Tidak, karena ternyata saya tahu, dengan cara inilah Tuhan memperkenankan saya menjaga hati dan perilaku saya, yang dulu sewaktu belum menikah masih sering semrawut (jujur dikit nih..). Apakah saya kecewa, bahwa ternyata banyak kriteria calon suami idaman dulu waktu SMA, tidak saya temukan? Tidak. Karena ternyata, saya dulu masih berpandangan terlalu sempit. Padahal Tuhan selalu memberikan yang terbaik pada kita, selalu memberikan Cinta kepada kita.

Tuhan tahu, mana yang terbaik bagi kita. Menurutku, sebenarnya, pernikahan itu ada untuk saling melengkapkan, bukan saling mencari kesamaan. Untuk saling membuang setengah ego diri, agar dapat menampung setengah ego milik pasangan yang lain. Untuk membuka jalan lebar yang baru dalam perspektif kehidupan dan pilihan-pilihan yang kadang tak sejalan, bukannya jalan sendiri-sendiri meski arahnya sama.

Suami ga hobi baca, tapi hobi beli buku, jadi melengkapi, aku yang baca. Aku ga hobi sama sekali masak, tapi suami jago masak dan ga nuntut aku untuk bisa masak..(Alhamdulillah..^^), aku yang masih manja kaya remaja, tapi suami mampu melengkapi dengan kewibawaannya. Ada juga yang sama, sama-sama cerewet, sama sama seneng denger musik, sama-sama seneng nonton BBC, sama-sama seneng diskusi. Dan, berbagai perbedaan dan kesamaan yang mewarnai kisah pernikahan ini.

Dan aku tahu, aku tak sempurna, lalu pantaskah aku mendapatkan seseorang yang sangat sempurna? Padahal tak ada satupun manusia yang sempurna. Dan aku tahu, bahwa dengan memantapkan hati mengikuti komitmen ini, aku akan mendapatkan apa yang sebenarnya aku butuhkan, bukan hanya aku inginkan.

Jadi kesimpulannyaa...

Bermimpilah yang tinggi, tapi jangan takut untuk jatuh, karena mungkin, jatuh itu akan membawa kita ke tempat yang tidak terlalu tinggi tapi sesuai dengan kebutuhan kita, dengan jalan hidup kita seharusnya...

-Solo-
Buki yang lagi kebanjiran ide menulis tentang hal kayak gini...
^^”

Selasa, 06 Oktober 2009

-madrasah itu...-

Madrasah itu bernama rumah tangga. Sebuah kaLimat yang tadi meLintas begitu saja di kepaLa saya, saya merasa pernah membaca kaLimat itu, tapi entah dimana.(inilah keterbatasan memori saya, Lagi). Mengapa saya bercerita? Karena semoga menjadi sedikit pembeLajaran dan pengingat bagi saya dan kita semua.

Mengapa dinamakan madrasah? Madrasah itu, (seingat saya waktu diajar bahasa Arab bertahun-tahun yang LaLu) berarti sekoLah..iya, karena ternyata daLam sebuah rumah tangga, kita disekoLahkan Lagi. Kali ini sekolahnya ga perlu bayar IOM, SPP, atau tagihan-tagihan buat potokopi buku dan Lain-Lainnya. Di sini, mereka yang ada dalam rumah tangga itu, baik suami, isteri maupun si anak dapat menjadi murid bahkan dapat menjadi guru. Sebab sesungguhnya demikianlah menurutku yang disebut sekoLah, masing-masing person dapat menjadi guru, bahkan tanpa perlu menekuni jalur pendidikan tertentu hanya untuk menyandang gelar guru tersebut.

Mengapa kita masih harus beLajar lagi, dalam rumah tangga ini? Karena belajar itu tak kan pernah selesai sampai nanti akhirnya kita melepaskan nafas terakhir tanpa dapat menhirupnya lagi. Karena tanpa pembelajaran, maka kita tak akan pernah sukses menempuh ujian-ujian yang diberikan Tuhan kepada kita, sebagai manusia.

Kadang diperlukan pembelajaran pemahaman watak, karena seseorang mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, maka kita perlu betul mengenal siapa orang-orang yang ada dalam madrasah kita ini. Kadang diperlukan pembelajaran menahan diri, karena kalo sama-sama keras kepala, suatu masalah yang timbul ga akan pernah dapat diselesaikan. Kadang diperlukan pembelajaran bersabar, karena tanpa sabar, yang ada hanya masalah-masalah lain yang tak kunjung terselesaikan. Kadang diperlukan pembelajaran tentang cinta, tentang hati, tentang diri, tentang dunia, tentang akhirat, tentang berbagi, tentang bersyukur dan yang lain-lainnya.

Lalu darimana pembelajaran itu kita dapatkan?

Kalau aku..pembelajaran itu dari pengaLaman..ini yang paling berkesan nantinya. Pembelajaran itu dari teman, mereka orang-orang disekitar kita. Orang-orang yang mungkin kita lihat sekilas tapi memeberikan makna besar dalam ingatan kita sebagai manusia. Pembelajaran itu mungkin dari buku, dari guru, dari mereka yang sudah lebih lama terjun ke dalam madrasah yang satu ini. Pembelajaran itu mungkin dari alam, dari dunia liar di hutan, di laut, di langit, di angkasa raya. Pembelajaran itu dapat kita temukan dimana-mana, dapat kita hirup dimana saja, seperti udara, seperti air hujan yang dapat begitu derasnya turun pada waktunya.

Pembelajaran itu untuk kita semua, sebagai bekal kita di keesokan harinya. Agar jika melakukan kesalahan, kita tak lagi mengulang kesalahan yang sama. Pembelajaran itu..semoga kelak menjadi tambahan pahala bagi kita.

-Solo-
Mengutip perkataan seorang sahabat : ” menjadi pembelajar sejati”

-Lawu expedition 2-

Lanjut yaaa…

Malam itu, kami shoLat, makan dan beristirahat di suatu tempat milik mereka yang memang tinggal di sana. Dinginnya, benar-benar dingin, hampir 10 derajat Celcius waktu itu kaLo ga saLah. Kemudian, besok paginyah..menikmati matahari terbit di atas gunung, merasakan dinginnya kabut, sampe sampe waktu bernafas aja ngeLuarin uap..(kaya di piLm-piLm itu). Terus kita jaLan-jaLan ke sendang....(duh, Lupa euy namanya), soalnya itu tempat yang ada air satu-satunyah di atas sana.

Singkatnya, seteLah sarapan dan beres-beres sedikit perlengkapan yang mau di bawa ke puncak Lawu (sisanya ditinggal di pos Hargo daLem), kita berangkat. kaLi ini ke puncaknya..Hargo DumiLah.. perjaLanan yang lumayan melelahkan, karena jalannya bener-bener nanjak...

Sampe di puncak.. Lha..kok biasa-biasa saja pemandangannya?? Cuma ada batu sebagai penanda puncaknya. Nah..ternyata oh ternyata.. kaLo mau nyari pemandangan yang bagus itu... harus jaLan Lagi ke (ga inget namanya), jadi kaya ujung dunia gitu tempatnya. Ada jalan setapak dari puncak ke tempat ini, dan dari sini..kita bisa meLihaaattt...gunung Lain yang dekat dengan Lawu..(merapi, merbabu, dan kawan-kawannya). Bisa liat kota-kota kecil yang harusnya ada, tapi ga bgitu kLiatan..saking keciLnya dan ketutupan kabut. Terus, kok aku ngrasa ngLiat ada Laut ya di sana,,hehehhh..(ntah ngawur ntah beneran ni pengLihatan).

seLese poto-poto dan menikmati angin puncak. Kita turun, kaLi ini Lewat pasar dieng,(pasar setan) katanya disini sering terjadi transaksi antara mausia dengan setan..(yang ini ga tau beneran apa gak). Tempatnya berupa padang ruput yang Luas, Luas banget..indah deh pokoknya,terus ngeLewatin menara yang disusun dari boToL-botoL (KaLeng apa kaca, ya..aku ga inget..T_T). Poto-poto disini, dan seteLah itu..menghabiskan hari di dekat hargo daLem.

Besoknya kita turun, pagi-pagi seteLah sarapan tentunya. kaLi ini Lewat Cemoro Sewu, karena jalannya cukup curam, tangga-tangga gitu kebanyakan. Tapi kan Lebih cepat perjaLanannya sampe bawah, Lagian semangatnya bener-bener terkumpuL lagi.hehehh. meLeawati hutan pinus, beberapa ada Lahan yang terbakar, meLewati ladang-ladang miLik penduduk Lokal, yang isinya worteL, kubis, dan sayuran Lainnya. meLewati satu titik, dimana kita bisa meLihat dari atas, teLaga sarangan dengan jeLas dan indahnya. Dan pemandangan indah Lain yang ga bisa diLupakan dengan mudahnya.

Nyampe Cemoro Sewu, kita leren sebentar, terus siap-siap puLanng..
Membawa sebuah pengaLaman baru yang tak mungkin terLupakan sepanjang usia..
Bahwa kami teLah meLihat dengan nyata, bukti ciptaan-Nya, bukti kuasa-Nya.

-Solo-
Aku ingin mendaki gunung Lagi, suatu hari nanti..^_^

Senin, 05 Oktober 2009

-VMJ 2-

kaLi ini mau mbahas tentang VMJ seri ke-2. kenapa? Karena semalem, saya tersadarkan oLeh sebuah pesan singkat seorang teman yang berhubungan dengan tema yang satu ini. Karena kayaknya saya punya beberapa catatan tentang yang satu ini di binder saya, jadi..kayaknya saya perlu menuliskan beberapa haL tentang ini. Kalo ada yang ga setuju, ga apa apa kok..kita kan berpendapat..dan pendapat itu ga harus sama..beda boleh, asaal satu tujuan..hehehhh...

Yang pertama, saya mau bahas peraturan saat kamu MERASA jatuh cinta terhadap seseorang..
Jangan percaya dengan keputusan dan tindakan kamu yang berhubungan dengan perasaanmu itu ketika lagi FIL..(Fall in Love)
Psikolog Swiss : Andreas Bartels mengungkapkan jatuh cinta menurunkan kecerdasan, karena jumlah sirkulasi darah ke otak berkurang banyak
Di depan Society for Neuroscience di University College London. Bartels mengatakan : banyak yang yakin jika cinta dan nafsu berbeda. Sehingga ia menemukan metode untuk membedakan cinta dan nafsu. (Diadakan percobaan, seorang pria diperlihatkan foto kekasihnya dan pada saat itu alat pindai di otaknya menunjukkan bagian otak mereka yang berbinar adalah yang berhubungan dengan keinginan seksual)- Tempo,260401 -

Jangan cepat percaya kalau dialah cintamu yang sejati
” Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” - QS.2:165 -

Jangan percaya dia mencintaimu sungguh-sungguh, betapapun kelihatannya
” Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka” - QS.4: 120 –

Nyang ini agak Straight...
Pacaran untuk apa? Betulkah seperti itu dan berbagai proyek hidup kita akan hancur kalau ga melakukannya?
- QS.24: 2 -

Isi hidup Pranikah dengan karya
- Dzikrullah : QS.3:191,QS.3:28
- Puasa
- Sabar dan Shalat :QS. 2:153

Kenakan masker takwa untuk virus merah jambu. Berlaku untuk semua pancaindera dan jiwa.
- QS. 79: 40-41
- QS. 24: 30
- QS. 33: 32

Hehehh..kebanyakan Dalil ya? Lha biar jelas gitu sih maksudnya..ini juga jadi bahan koreksi diriku yang lama ga buka-buka binder special ini. Moga-moga yang baca notes ini ga ngerasa dihakimi..hehehhh..sebenernya masih banyak yang mau ditulis, tapi nulis kaya begini butuh pemikiran juga..hehehh. Akhirnyaa...

” Cinta itu memiliki dua mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan sisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yang sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah pada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta?”

-Dari berbagai sumber... untuk kalian semua, yang AKU CINTAI...Insya Allah karena-Nya


-Solo-
-Saat Tuhan memperkenankan dan menetapkan hatiku untuk BERHENTI-

Jumat, 02 Oktober 2009

-Lawu expedition-

Sebenernya sih, udah lama mau nulis note ini sejak pertama punya Blog. Tapi ternyata, waktu nyari-nyari catatan perjalanannya, lha kok udah ilang entah dimana. Haduh, ya sudah, jadi seingatnya saja lah..kalo ada yang mau nambahin bagian detilnya..ya, silakan..hehehhh..

Hari itu..hari jumat deh kalo ga salah..suatu siang di Bulan Mei 2005. (tanggalnya ga inget blass..) pokoknya waktu kakak kelas 3 lagi sibuk ujian, dan tenen-temen yang lain pada jalan-jalan ke Bali. Kami mengadakan acara pendakian puncak Lawu. Hahahhh.. pasti menyenangkan, pikirku. Mendaki gunung adalah suatu impianku sejak kecil, sampai-sampai berniat masuk Mapala kalo udah kuliah nanti..gitu impiannya,(sayang yang ini ga kesampean euy).

Siang itu, kami ber….( ga inget lagi…) 12 ato 14 orang ya? Nah, nyegat angkutan umum dulu buat disewa sampai suatu tempat yang namanya Cemoro kandang. Dari sini kita sholat ashar dulu, dan setelah itu memulai pendakian. Tentunya setelah ngurus ini itu ke orang-orang yang ngawasin pendakian Gunung Lawu. Di sana ketemu beberapa orang yang udah turun pendakian, duh..mukanya sumringah gitu deh..kayaknya ngerasa puas udah pernah menyaksikan satu keajaiban Tuhan yang nyata.

Kita berangkat..

Pendakian, pada awalnya seneng-seneng aja..
Nyanyi-nyanyi.. sampe lama-lama..capek euy..muLai ngos-ngosan..muLai haus..terus leren sebentar..jalannya muLai kerasa tajam tanjakannya…sebentar-sebentar istirahat..sampelah kita di Pos pertama..namanya kalo ga salah..pos..taman sari bawah..
Haduh..mulai ngos-ngosan sodara-sodara…tapi pemandangannya bagus banget..beneran..masih sesekali menikmati segarnya udara..
Naek lagi ke pos 2..yang ini namanya taman sari atas..Udah mulai senja..matahari juga sudah hampir terbenam seluruhnya..terus jalan sambil sesekali rehat..minum..dan sekedar meluruskan kaki yang cnut-cnut atao meluruskan pinggang yang kebanyakan bawa beban..hahahahh.. ..nyampe sini, langit udah gelap lap lap..dibantu penerangan senter deh buat nglanjutin perjalanan..

Naek lagi ke pos 3, buat nyampe sini, jalannya sempit..jadi udah saling renteng-rentengan make tongkat jalannya, biar tau jalan mana yang aman buat dilewatin..nah..pos 3 ini, namanya Sendang panguripan..(bener nggak ya namanya??). sampe sini, ketemu sajen gitu, soalnya disini adalah tempat yang dikeramatkan.

Naek ke pos 4, jalannya mulai nyeremin..asli..disini jalannya make tongkat sambil renteng-rentengan lagi..jalanan terjal dan gelap merupakan bahaya yang mengancam..pinggir-pinggirnya ga jarang jurang atopun bebatuan yang rawan longsor. Tapi selebihnya, berhasil dilalui..^^

Jalanan ke pos 5, kadang naik kadang turun..tapi…Sampe sini mulai ngerasa ga kuat nanjak lagi..pingin istirahat ato kemah disini dulu lah..lha capek banget euy…tapi sang pemimpin..duh..bilangnya 2 jam lagi, 2 jam lagi teruss…ampe akhirnya nyampe ke pos 5..

Pos 5 adalaaahhh…Hargo dalem..huahahahahhh..sampe sini, akhirnya mas arif sang pembimbing jalan kita, memutuskaaaaan untuk istirahat dulu…setelah sholat..acara selanjutnya adalaaahh tiduuurrrrr….

Lanjutannyaa…besok aku tulis lagi yaaaa…^^

-Solo-
Saat teringat indahnya Lawu itu..
(moga-moga kebakarannya cepet padam..)

Rabu, 30 September 2009

-mIMpi Buki-

Aku ingin keliling dunia..

Aku pingin ke Swiss..
Mendaki Alpen hingga ke puncaknya
Membuat malaikat salju di jelajah dinginnya
Menikmati secangkir cokelat hangat di kala senja

Aku pingin ke Inggris..
Bertemu Ratu dan seisi kerajaannya
Mengikuti tradisi minum teh di sore hari
Berjalan di pinggir jembatan London
Naik ke puncak Bigbennya..
^^

Aku pingin ke Perancis
Shopping habis-habisan di sana
Dinner di bawah kaki menara Eiffel
Dan makan di kafe sudut jalan kotanya

Aku pingin ke Belanda
Panen tulip disana
Melihat bentuk damnya
Poto-poto di bawah menara kincir anginnya..
^^

Aku pingin ke Thailand
Liat Angkor Wat (duh..nuLisnya bener ga ya?)
Ketemu para biksunya
Yang katanya kaya di Tibet sana
(Oh ya, aku juga pingin ke Tibet..)

Aku pingin ke Jerman..
Ngeliat sisa puing tembok pemisahnya
Tapi yang penting..
Ketemu Klose ama si Ballack…
Hahahahhh..


Aku pingin ke Cina..
Make kimononya..
Ama Ketemu pandanya

Aku pingin ke Singapura, Jepang, Korea, India, Mesir..
Aku pingin keliling dunia..

Aku juga pingin ke Mekah-Madinah sana
Untuk menunaikan kewajibanku
Nanti..
Pada waktunya..

Aku yakin..
Kita pasti bisa keliling dunia..
Bahkan jadi astronot ke bulan sana

Hehehehhh…

-Solo-

Saat pagi-pagi Buki bermimpi
(siapa mau ikut keliling duniaaa…??)
Hahahahhh..

Selasa, 29 September 2009

-selfish4-

Angin..
Aku hanya ingin bercerita
Tentang dia, yang tak kan pernah bisa kumiliki
Tentang dia, yang bayangnya seLaLu menemani hari
Tentang dia, yang hadir di setiap mimpi


Angin..
Aku hanya ingin bercerita
Tentang dia yang tak bisa pergi
Dari sudut terdalam hati
Tentang dia, yang harusnya kurelakan kini
Karena dia telah memilih lain mimpi


Angin..
Aku ingin menangis
Aku ingin berteriak
Marah, kecewa, aku terluka
Tapi aku tak mampu berkata
Karena dia dan mimpi barunya adalah
Mereka yang sama-sama kucinta
Maka mana mungkin aku melukainya?


Angin..
Dengarkan keluh kesahku
Karena kini kau tak mungkin lagi menyampaikan rinduku
Lewat semilir angin yang menyapu keningnya
Lewat badai kecil yang singgah di kotanya
Lewat udara yang ia masukkan ke rongga dadanya

Angin..
Aku tak tahu apa lagi kini
Yang harus kukatakan..
Yang harus kulakukan..
Yang harus kuimpikan..
Yang harus kusenandungkan..
Yang harus kubayangkan..
Yang harus menerima kenyataan..

Aku tak pernah bisa membiarkannya pergi
Aku tak mau mengijinkannya pergi
Aku ingin ia tetap disini
Di sudut ruang hati ini
karena aku telah mencintainya sepenuh hati
dan ia membawa separuh jiwaku pergi



-Solo-
Dalam keremanganku, sendiri

Senin, 28 September 2009

-VMJ-

Masalah yang paling umum dihadapi manusia seusia kita adalah masalah cinta. Haduh, asli, ga ada habisnya mbahas masalah ini. Tapi aku cuman mau mbagi pengalaman aja, moga bisa jadi pelajaran tambahan bagi kamu yang lagi baca atau bagiku sendiri agar tidak jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Dulu, setelah sesaat aku hijrah, aku termasuk yang anti sama pacaran sebelum nikah. Pokoknya kalo mau pacaran ya nikah dulu, kalo belum siap nikah ya jangan pacaran. Begitu prinsipku. Hahahh, gak tau kenapa, mungkin karena aku kebanyakan baca buku tentang nikah dini. Jadi di kompor-komporin gitu deh..

Alkisah, (cieee..) seorang teman dekatku (cowok) temen beneran, ga lebih dan ga kurang, pacaran. Jadilah, aku dan seorang sahabat perempuanku, sepakat untuk mencoba memutuskan hubungan pacaran mereka. Hahaha, dinasihatin..ga mempan.. dikasih saran, ga mempan.. diomelin..juga ga mempan.. Disindir, sama sekali ga kena. Duh, ni cowok Bengal banget, and tebel banget deh kupingnya. Nah, gantian, kita coba dari si ceweknya, duh ternyata lebih sulit, lha wong si cewek penyanyi Band, jadinya gaul gitu deh. So..usaha kita kandas di tengah jalan. Padahal dari dua arah (cewe ama cowo) udah di nasihatin, baik sama-sama ikhwan ataupun sama akhwat majelis.

Akhirnya… timbul ide “GILA” dari kepalaku, ah..Kalo gitu, aku deketin aja tu temen cowokku biar dia putus sama ceweknya. Berhasilkah sodara-sodara??? Ternyataaaa….tidak. hahahahahahh. Jadinya malah berabe, aku ini termasuk orang yang susah jaga hati, jadinya hampir jatuh lagi ke lubang “ pacaran” diam-diam. Untungnyaaaa..Ada temen-temen yang mengingatkan, menegur, memperingatkan, sampai memarahi segala..

Masa sih kamu kaya gitu? Kamu itu kan udah tau mana yang benar dan mana yang salah, masa masih dilanggar juga??? Terus gunanya kamu ikut pengajian apa kalo kamu ga berubah???
JGEEEERRR… jadilah..naik keLas 3, saya jarang komunikasi lagi sama dia, sampai saya benar-benar menghilangkan VMJ itu dari hati saya. Dan sekarang kami sobatan Lagi…free dari virus pinky-pinky itu, hahahahh..Alhamdulillah..

Sedikit info, dia waktu itu sempet brantem sama pacarnya gara-gara aku, tapi ga putus. Eh, sekarang ternyata mereka udah putus..lama..hahahah.. Begitulah, jika Tuhan berkehendak, tak ada yang tak mungkin..

Sekarang? Saya biasa saja terhadap mereka yang pacaran sebelum menikah, maksudnya saya mengingatkan, tapi jika kemudian mereka ga mau tahu, ya sudahlah.. Saya gak akan memaksa mereka harus putus, karena biar bagaimanapun, mereka sudah tau mana yang benar dan salah. Kalo sudah begitu, mengapa harus dipikir lagi?

Ingatlah, janji Tuhan seLaLu ditepati..

“ Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas ( pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS.24:32)


-Solo-
Untuk Al..maap yaaa…saia ga sebut merk kok..^^V