Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2011

Cerita cintanya si cinta

Emang susah kalo udah mbahas yang namanya cinta. Semuanya bermula dari tragedy teman-teman yang sering banget ditinggal nikah sama orang yang dia senengin. No offense, meski gw juga pernah ninggalin cowok, tapi gw gak tau gimana rasanya ditinggal nikah sama orang yang kita sukai.

Tersebutlah Cinta, sobat deket gw yang baru aja mengalami trauma patah hati. Sial, dia udah ngefans banget sama si cowok, meski endingnya berakhir sedih karena si cowookk ternyata memilih wanitaa lain untuk dilamar, bukannya temen gw yang udah lebih dari 3 tahun memendam rasa sama si cowok.

Sebenernya dari awal, gw juga udah ragu sama si cowok. Cowok itu sama aja ke mana mana. Sok jual mahal, giliran ngerasa rada mahal dikit, dia ngilang. Damn. It’s hurt, dont they know about it?

Temen-temen gw yang akhir cerita asmaranya nggak berakhir indah, biasanya Cuma bisa nangis sesenggukan, mungkin kaya adegan adegan di Bollywood yang pake settingan ujan ujan sambil nyanyi nyanyi duka. How can I life without you? Parah. Meski pernyataan itu harusnya berbunyi:

Gue bisa hidup tanpa lw, TAPI GW NGGA mau hidup tanpa elu disisi gw.

Tapi begiitulah manusia, iya kan? Mereka-mereka yang ngakunya trauma karena cinta, belum ada itungan bulan juga akhirnya menemukan seseorang lain untuk menggantikan posisi orang yang udah ninggalin luka di hati mereka. Liat aja, temen gw habis ditinggal nikah ceweknya akhirnya malah punya banyak banget stok cewek untuk dipermainkan diam-diam (meski endingnya ketauan juga). Atau temen gw yang lain, akhirnya juga punya cowok-cowok calon pedekate yang keliatannya akan bisa membuat dunianya kembali berseri-seri lagi.

Cinta itu rumit. Nggak salah kalo ada ungkapan mati satu tumbuh seribu. But that’s true, that’s absolutely true. Cinta itu nggak ada ujung meski ada pangkalnya. Ngaliiiiir mlulu seperti air, kadang melawan arus, kadang searah arus. Bisa jadi nasibnya kaya gw, meski udah nikah, masih aja dapet pengalaman cinta hasil pretelan curhat dari temen-temen deket gw.

Terus inti tulisan ini?

Kalo ditinggal pacar lw nikah, keep move on, Guys. Cowok ato cewek yang lw suka itu bisa jadi nggak bener2 suka sama lw. Ato bahasa halusnya, masih akan ada cewek ato cowok lain yang suka sama lw melebihi mantan lw yang kejem itu. Dunia nggak sekejam itu kok, Trust me. Maybe, you just need a little while to be a JOMBLOER. And that’s not false at all.

Keep smile, sayang. Meski air mata lw udah bikin lw nangis semalem suntuk kayak pagelaran wayang

Senin, 31 Mei 2010

Men are from mars, woman are from venus

Akhirnya, kelar juga postingan saya ini. Ide mosting ini muncul setelah sejak 3 hari yang lalu saya diserang penyakit yang sama lagi, sakit gigi.. Bukan kenapa kenapa, karena kemarin sakit gigi membuat obat saya gak manjur lagi. Alhasil saya nyari terapi lain untuk melupakan sejenak itu gigi, dan tiba tiba ide ini muncul dari kepala saya.. (mungkin pengaruh migrain, otak saya jadi encer).


Postingan ini sudah lama ingin saya buat, tapi karena saya belum punya bahannya, jadilah harus browsing ini itu dulu.. Sebenarnya ini juga hasil curhatan temen, “Sungguh, saya ga ngerti jalan pikiran laki-laki” , kata dia. Ya sedemikian saya, saya juga gak ngerti jalan pikiran laki laki, padahal kalo diliat liat, teman teman saya juga banyak yang cowok, tapi saya juga masih ga bisa ngerti jalan pikiran mereka.


Pun demikian dengan suami, (nggak banyak, tapi yang ini mendingan walau juga tetep gak bisa ditebak), dan kalo hal ini diberitahukan sama yang pria, maka biasanya mereka juga akan berkata sebaliknya, “Beneran, saya juga gak bisa ngerti jalan pikiran perempuan” . Dooh, kalo bgini lalu kapan ketemu titik terangnya ya? Terus kenapa mereka bisa saling ga ngerti?

Tiba disini, saya putuskan saya akan browsing tentang perbedaan pria dan wanita, just like book said,” Men are from mars, women are from venus”

Tentang Perbedaan


Karena dilahirkan dalam lingkungan yang berbeda, wanita dan pria secara fitrah memiliki berbagai aspek yang berbeda satu sama lain. Tidak semua orang menyadari keterbedaannya. Perbedaan itu wajar, jika dikombinasikan dengan baik akan menghasilkan keindahan yang luar biasa. Tapi seperti pedang dengan 2 sisi, perbedaan ini memiliki potensi konflik yang mampu memicu pertengkaran. Kesalahan yang umum terjadi adalah pria mengharapkan pasangannya bereaksi sebagaimana pria, demikian juga sebaliknya. Mereka lupa, bahwa mereka diciptakan berbeda.

Perbedaan #1 : Nilai-nilai yang Berbeda


Keluhan paling umum yang terjadi yang sering diungkapkan wanita adalah bahwa pria tidak mendengarkan dan bersikap dingin. Sedang keluhan pria adalah wanita selalu mencoba mengubahnya seakan-akan pria adalah masalah bagi pasangannya.


Kaum Mars sangat menghargai nilai keterampilan. Mereka menyukai untuk melakukan kesulitannya sendirian, dan jarang membicarakannya kecuali kepada ahlinya. Di Mars, mencapai sasaran adalah cara untuk membuktikan kemampuannya sehingga dia bisa dihargai oleh yang lain. Meminta pertolongan kepada orang lain dianggap sebagai tanda kelemahan dan penghinaan.


Sebaliknya, wanita Venus menghargai cinta dan hubungan. Mereka selalu mendukung satu sama lain, menolong, dan saling melayani. Meminta pertolongan bukanlah hal yang tabu, bahkan mereka selalu ingin berbagi satu sama lain. Mereka tidak menggunakan seragam seperti pria, bahkan mereka mengenakan pakaian yang berbeda sesuai dengan perasaan. Perasaan sangatlah penting bagi mereka.


Nilai yang berbeda ini bisa menimbulkan masalah, jika tidak diperhatikan dengan baik. Kesalahan umum kaum wanita adalah selalu berusaha memberikan nasihat bagi pasangannya. Bagi wanita, meminta tolong dan mendapatkan nasihat bukanlah hal yang terlarang, Tapi, pria menjadi merasa tidak dihargai dan diterima. Jauh di lubuk hatinya, pria ingin diterima apa adanya oleh pasangannya. Penghargaan dari wanita tentang pencapaian sasaran dalam bentuk dukungan adalah apa yang diharapkan kaum pria.

Saran untuk wanita : Jika pria menghadapi masalah atau Anda melihat sesuatu yang salah, tahan keinginan untuk memberikan nasihat. Sebaliknya berikan dukungan positif tanpa ikut campur terlalu jauh (kecuali diminta).


Ada cara untuk memberikan motivasi bagi pria sehingga pria tidak merasa dikuasai yaitu dengan meminta pertolongannya. Dalam benak pria, dia selalu ingin melindungi wanita. Meminta pertolongan (tapi bukan menuntut yah!) adalah cara yang terbaik. Atau jika Anda melihat sesuatu yang salah dalam diri pria, cobalah membahasnya di lain waktu sehingga pria tidak merasa diserang. Ingat, penghargaan dari wanita adalah cara terbaik untuk memotivasi pria.


Sebaliknya, kesalahan umum para pria adalah kemampuan mendengarkannya yang kurang. Pria cenderung berusaha menyelesaikan permasalahan yang ada ketimbang mendengarkan perasaan sebab di Mars pencapaian dan penyelesaian adalah yang utama. Akan tetapi, wanita seringkali berbicara masalaah-masalahnya hanya untuk didengarkan, sementara pria langsung menyelanya dengan mengajukan solusi. Kerap, wanita menjadi kesal dan tidak menghargai saran-saran pria sehingga pria merasa tidak dihargai.


Saran untuk pria : berusahalah mendengarkan keluhan wanita tanpa menawarkan solusi. Wanita sering membicarakan masalahnya untuk menjadi akrab dengan pasangannya. Jangan menyatakan kepada wanita bahwa wanita seharusnya tidak merasa kesal atau merasa marah dengan suatu keadaan. Sebaliknya, hargailah perasaannya..dengan begitu wanita akan menjadi merasa lebih lega. Berikan solusi saat wanita sudah merasa lega, jangan langsung menyelanya dengan tawaran solusi yang Anda miliki. Wanita hanya membutuhkan empati dan perhatian dari Anda, bukan segudang daftar manual How To. Ingatlah bahwa perhatian adalah kebutuhan mendasar dan alat motivasi utama bagi wanita.


Perbedaan #2 : Cara Menghadapi Permasalahan


Pria menyukai independensi, sedang wanita menyukai hubungan yang harmonis. Saat menghadapi masalah/stress, pria cenderung memusatkan perhatian kepada masalahnya dan menarik diri dari lingkungannya. Pria akan masuk ke guanya sendiri dan berdiam di sana untuk merenungi permasalahannya. Sedang wanita saat menghadapi permasalahan, cenderung membicarakannya kepada pasangannya.


Pria saat menghadapi permasalahan akan masuk ke gua dan menyendiri.


Bisa jadi beberapa menit, bisa jadi berjam-jam. Pria akan merasa nyaman berada di guanya tersebut dan mampu memfokuskan diri menyelesaikan masalah. Pada saat-saat ini, pria akan menjadi menjauh serta tidak tanggap dalam hubungannya. 95% konsentrasi pikirannya berada dalam masalah tersebut, dan 5% sisanya tersedia untuk yang lain. Wanita mungkin merasa pria mengabaikannya dan berusaha memberikan simpati dengan mengajaknya berbicara.

Sangat tidak realistis mengharapkan pria menjadi terbuka, tanggap, dan penuh cinta secara tiba-tiba saat dia masuk ke guanya. Jangan coba mendesaknya untuk bercerita. Penjaga gua tersebut (yaitu amarah sang pria) dapat menyemburkan api secara kejam, dan pertengkaranpun dimulai. Sebaliknya, tunggulah saat pria keluar dari gua. Jika dia sudah siap keluar dari gua, dia akan keluar dengan penuh cinta. Anda dapat memancingnya berbicara saat dia sudah keluar dari gua.


Sebaliknya, saat mengalami ketegangan jiwa, secara naluri wanita merasa perlu membicarakannya. Wanita akan membicarakan masalahnya secara acak yang akan membingungkan pria. Wanita cenderung membicarakan segala jenis kesulitan, baik di masa lampau, masa depan, atau kesulitan yang mungkin terjadi pada saat tegang. Makin banyak berbicara, makin baik perasaan mereka.


Kesalahan yang kadang terjadi adalah saat wanita membicarakan permasalahan adalah pria menganggapnya sebagai serangan pribadi. Pria tidak sadar bahwa wanita membicarakannya hanya untuk merasa enak. Pria tidak tahu kalau wanita akan sangat menghargai jika pria mendengarkan perasaan mereka. Pria Mars membicarakan masalah hanya demi 2 alasan : menyalahkan seseorang atau mencari nasihat. Dengan paradigma tersebut, pria menganggap kemarahan wanita sebagai kesalahan dirinya atau wanita sedang mencari solusi. Padahal, tidak seperti itu! Cobalah dengarkan perasaan wanita tanpa menyela. Saat wanita sudah merasa lega, barulah Anda berbicara.


Terkadang, permasalahan terjadi pada saat yang bersamaan (seperti saat pulang kerja). Saat pria ingin masuk ke gua, wanita ingin berbicara. Pada saat ini, jika dipaksakan konfrontasi tidak dapat dielakkan jika tidak didasarkan pada pemahaman yang benar. Jika dipaksakan, pria akan merasa wanita terlampau cerewet sementara wanita merasa pria sangat dingin dan angkuh. Cobalah bertoleransi dengan memahami pikiran satu sama lain sehingga pria dan wanita dapat berdamai dan konflik dapat dielakkan.


Perbedaan #3 : Bahasa yang Berbeda


Kaum pria dan wanita bicara dalam bahasa yang berbeda. Komunikasi yang baik adalah kuncinya. Bahasa Mars dan Venus mempunyai kata-kata yang sama, tetapi memiliki makna yang berbeda. Hal ini menyebabkan kesalahpahaman di antara mereka.


Wanita berbicara untuk mengungkapkan perasaan. Untuk mengungkapkan perasaan, wanita menggunakan kata-kata penyangat, kiasan, dan penyamarataan. Kaum pria keliru dalam memahami maknanya dan malah menuruti arti harafiahnya. Oleh karenanya, tanggapan pria malah tidak mendukung sama sekali. Jika wanita menyatakan “saya tidak didengar”, secara keliru pria mengira itu adalah pernyataan harafiah dan membatahnya bahwa dia sudah cukup mendengar. Maksud wanita atas pernyataan tersebut sebenarnya adalah : “saya merasa kau tidak sepenuhnya memahami maksud saya dan tidak peduli mengenai perasaan saya”.


Sedangkan tantangan terbesar yang dihadapi wanita adalah menafsirkan sikap diam pria. Pria berbicara berdasarkan apa yang penting untuk dibicarakan. Sebelum siap berbicara, terlebih dahulu pria akan “mengunyah” informasi dan merenungkannya masak-masak. Saat itu, pria akan menjadi diam. Ingat, pria akan menyendiri dalam gua jika ada masalah. Sikap diam ini bukan berarti dia tidak mencintai wanita pasangannya lagi, akan tetapi ini menggelisahkan wanita sebab wanita akan diam apabila ucapannya akan menyakitkan atau kalau ia sudah tidak mempercayai seseorang dan tidak ingin berhubungan lagi.

Bila saat ditanya, dan pria menjawab “Aku baik-baik saja”, wanita mungkin mengartikan “Aku tidak marah dan aku tidak peduli!”. Padahal, pria hendak menyatakan “Aku baik-baik saja. Aku dapat mengatasi kekecewaanku. Aku tidak membutuhkan bantuan. Terima kasih.”


Tanpa terjemaahan yang tepat, komunikasi antara pria dan wanita akan menjadi buruk. Kunci kesuksesan suatu hubungan adalah komunikasi yang baik. Tapi ini membutuhkan kerja sama dan kerja keras dari kedua belah pihak.


Perbedaan #4 : Kebutuhan Emosional yang Berbeda


Kaum pria dan wanita tidak menyadari bahwa mereka memiliki kebutuhan emosional yang berbeda. Akibatnya, mereka tidak tahu cara untuk saling mendukung. Lazimnya, pria memberikan apa yang dikehendaki pria dan begitu juga sebaliknya. Sering mereka merasa terlalu banyak memberi, padahal pasangannya tidak merasa menerima apa-apa.


Terdapat dua belas jenis cinta yang dibutuhkan pria dan wanita. Berikut daftar jenis cinta yang dibutuhkan pria dan wanita :


Wanita perlu menerima
• Perhatian
• Pengertian
• Hormat
• Kesetiaan
• Penegasan
• Jaminan
Pria perlu menerima
• Kepercayaan
• Penerimaan
• Penghargaan
• Kekaguman
• Persetujuan
• Dorongan


Tentunya, pria dan wanita membutuhkan kedua belas jenis cinta tersebut. Akan tetapi, kebutuhan primer akan 6 jenis cinta dari masing-masing gender harus didahulukan sebelum seseorang sanggup menerima jenis cinta lainnya.


Konklusi Umum


Perbedaaan pria dan wanita ini akan terus melekat. Untuk berkomunikasi dengan baik dan menjaga hubungan tetap harmonis, pria dan wanita perlu mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan ini wajar dan mampu mendukung satu sama lain berdasarkan pemahaman akan perbedaan tersebut. Diperlukan proses belajar terus menerus untuk memahami satu sama lain.



yaah, ini cuma postingan..

maap maap aje kalo ada yang ngerasa, ye..



Source :

http://aunidya.multiply.com/journal/item3



-Solo-
*cnut cnut cnut

Sabtu, 02 Januari 2010

i miss you

Angin meniupkan rindumu padaku
Melesak masuk ke sum-sum tulangku
Meninggalkan semburat luka yang baru
Rindu tapi tak bisa merinduimu

Daun menggesekkan melodimu di telingaku
Mengalirkan cinta dalam tiap nadiku
Menghantarkan nada dalam detak jantungku
Ingin tapi tak bisa memilikimu

Hujan menyampaikan sentuhmu di hatiku
Merangkai asa dalam tiap basahnya
Mengingatkanku bahwa kau ada nyata
Menyadarkanku bahwa aku milikmu satu
Dalam gerak langkah yang menyatu
Aku tau, aku menyayangimu selalu..


-Solo-

Selasa, 24 November 2009

-Memoar Nikah Dini-

Dulu sewaktu SMA, saya salah satu dari mungkin beberapa akhwat yang idealis. Terutama dalam hal pernikahan, saya termasuk kategori akhwat yang punya kriteria banyak tentang calon suami impian nanti, juga termasuk keinginan bagaimana bentuk acara walimahannya, sampai bagaimana kehidupan rumah tangganya nanti. Aneh mungkin, wong SMA saja belum lulus, kok udah punya bayangan seperti itu, bahkan beberapa oknum juga berpendapat, karena saya terlalu ngebet itulah yang menjadikan saya bener-bener nekad mencoba rasanya pernikahan dini.

Point pertama, kenapa saya memutuskan untuk nikah dini?

Jawabannya simple, tapi dalem.. karena dengan menikah, saya MERDEKA. Hehehh, agak norak ya, kedengarannya. tapi dengerin dulu penjelasannya, ya. Sebelum menikah, saya termasuk dalam kelompok orang-orang yang susah bener njaga hati. Tiap ketemu ikhwan yang uhui, bawaannya kena virus pinky-pinky melulu. Alhasil, saya sudah seringkali jatuh bangun Cuma buat jaga hati dan kawan-kawannya ( pandangan, pendengaran, dan lain lain). Dan tentunya, dengan niatan inilah saya memutuskan untuk menyegerakan pernikahan, dengan statement yang perlu saya garis bawahi juga yaitu KALAU ADA YANG NGELAMAR.

Heheh..

Jadi pada intinya, alasan saya memutuskan untuk menikah di usia muda adalah untuk menghindari zina. Tapi bukan berarti kalau mau menhindari zina terus nikah, itu juga kurang benar menurut saya. Alasan lain saya menikah adalah, karena saya membutuhkan seseorang yang senantiasa mengingatkan dan mau berbagi lembar kehidupannya bersama saya. Dengan kata lain, saya butuh satu sayap lagi untuk mengarungi kehidupan. (walau bukan berarti dengan satu sayap kita tidak bisa, tetap bisa. Tapi alangkah lebih ringan bila ada yang bisa diajak berbagi kan?).

Point kedua, dampak psikologis yang saya alami.

Hmm. Agak sulit buat njawab point yang satu ini. Dampak psikologisnya saya pointkan lagi saja ya, (kebiasaan kuliah keikut-ikut di sini).

1. lebih tentram

Yang ini jelas ya? Soalnya udah ada temen berbagi cerita, teman diajak curhat, temen beribadah bersama, dan lain-lain deh. Jadinya untuk menjaga hati dan kawan-kawannya, saya akui jadi jauuuuuuuuuuhh lebih baik daripada dulu waktu masih jomblo.

2. lebih sering belajar

yang ini efek pendukung aja sih sebenernya, soalnya jadi ada temen diskusi pelajaran di kampus, dan jadi motivasi tambahan untuk tetep meneruskan studi.

3. lebih sabar dan mengalah

Menurut saya, sebenarnya, pernikahan itu ada untuk saling melengkapkan, bukan saling mencari kesamaan. Untuk saling membuang setengah ego diri, agar dapat menampung setengah ego milik pasangan yang lain. Untuk membuka jalan lebar yang baru dalam perspektif kehidupan dan pilihan-pilihan yang kadang tak sejalan, bukannya jalan sendiri-sendiri meski arahnya sama. Untuk itulah, terkadang sabar dan mengalah berperan besar dalam hal ini. Jadinya, saya benar-benar dididik secara langsung untuk belajar sabar dan mau mengalah atau dengan kata lain, belajar bermusyawarah untuk menyamakan pendapat. Hehehh.

Point ketiga, dampak kemantapan dari beragama.

Hehehh, kalau yang ini, mungkin saya artikan sebagai.. ada teman yang mau diajak sholat malam bersama, ada teman tilawah bersama, ada teman untuk sholat jamaah tiap harinya, dan lain-lain. Terus ada yang bisa saya tanyain sesuatu yang sekiranya saya kurang tahu dalam hal itu, biasanya nanya murrobi lewat pesan singkat atau nunggu ketemuan dulu baru bisa diskusi, tapi sekarang nggak, soalnya sama suami kan tiap hari ketemu dan bisa diajak diskusi. Segi kemantapan yang lain, mungkin seperti yang saya sebutkan sebelumnya, untuk menjaga hati dan kawan-kawannya jadi lebih mudah. Karena saya sudah menikah, jadinya sudah halal kalau nggodain suaminya sendiri, ya kan? Hehehhh...

Point keempat, suka duka.

Saya tulis dukanya dulu kali ya?

Dukanya itu, karena saya masih muda, emosinya masih sering naik turun, jadi kadang sering kebawa juga dalam pernikahan kami. Tapi Alhamdulillah, suami bisa lebih ngemong alias lebih bijak menyikapi sikap kekanak-kanakan saya ini.

Ada lagi dukanya, teman berdiskusi atau bercerita saya sebagai seorang isteri dan ibu muda masih sedikit sekali. Alhasil, kalau cerita ke mereka yang lebih dewasa, terkadang tidak sesuai dengan yang saya maksudkan. Jadinya, kalau untuk belajar dalam hal yang satu ini, saya sikapi dengan ikut milis dan banyak baca buku tentang hal rumah tangga dan segala isinya.

Ow Satu lagi, dukanya adalah, kalau ada yang ngira saya menikah dini karena ”kecelakaan”. Hiks, sedih banget kalau ada yang nganggep saya seperti itu. Tapi biasanya saya tidak anggap sih, kan Allah Maha Mengetahui, dan manusia tidak. Jadi kalau ada yang mengira saya MBA, ya..paling bersabar aja, sambil menjelaskan alasan yang sebenernya kepada mereka.

Sekarang sukanya, kalau saya ceritakan semua nanti gak selesai selesai tulisan saya. Jadi saya ceritakan yang paling saya sukai aja ya. Sukanya adalah, ada teman diskusi di rumah, teman yang mau mbantu nyari jurnal buat tugas kuliah, teman yang mau nganter kalau berangkat ke kampus, teman yang mau nganterin ke rumah sakit kalau lagi sakit, temen yang mbangunin malem-malem buat tahajud, temen yang mau njagain si kecil kalau saya kecapekan kuliah, teman yang sabar, yang senantiasa mendukung, menguatkan, meluruskan dan mengingatkan saya dalam kesehariannya.


Yang terakhir, pesan saya..

Hmm..
Nikah dini itu, kereeen. Tapi tak selamanya ikut ikutan biar kereeen. Karena biar bagaimanapun juga, kita yang mengerjakan jalan kehidupan kita, Allah menentukan tapi kita tetap yang mengusahakan. Untuk menikah dini, diperlukan kesiapan yang tidak main-main bagi para pelakunya. Karena biar bagaimanapun, menikah itu insya Allah sekali dalam seumur hidup kita. Jadi jangan salah menentukan pilihan.

Tapi apabila njenengan sudah yakin untuk menikah di usia yang dini ini, sudah paham dan mengerti konsekuensinya. Maka, ikut dengan saya, menjadi salah satu pelaku nikah dini...yang semoga selalu kereeenn..^^

-Solo-

Saya tahu, bahwa dengan memantapkan hati mengikuti komitmen ini, Saya akan mendapatkan apa yang sebenarnya Saya butuhkan, bukan hanya Saya inginkan.

Kamis, 12 November 2009

-NPSP-

Alangkah seringnya
Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan
Membuat detik-detik di depan terasa hambar

Belajar dari ahli puasa
Ada dua kebahagiaan baginya
Saat berbuka
Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala

Inilah puasa panjang syahwatku
Kekuatan ada pada menahan
Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan

Coba saja
Kalau Allah yang menghalalkan
Setitis cicipan surga
Kan menjadi shadaqah berpahala


Setelah dipesenin seorang teman via chat, saya jadi teringat lagi satu buku ini. Buku yang juga berperan serta dalam perubahan besar hidup saya. Sebenernya saya dipesankan untuk membuat resensinya, tapi saya juga ga tau mau mulai cerita dari mana. Jadi, saya ambil point-point yang menurut saya sangaaaaaaaaaaaaaat berkesan, waktu dulu pertama kali saya membacanya...

Yang paling mengena adalah sebuah ayat dalam Al Quran, yang dulu saya gak tau, tapi begitu baca ayat ini, merinding saya saudara-saudara..

” Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji. Dan jalan yang buruk.” (QS. 17:32).

Jika ada yang mengatakan bahwa cintalah yang menyatukan dua insan berlainan jenis tanpa ikatan halal, semoga ia bersiap menggigit jari. Dalam bentuk hubungan yang lepas dari nilai-nilai syar’i, tak pernah ada cinta. Yang ada hanya nafsu dan zina dengan segala topeng yang mungkin sulit dikenali, kecuali oleh orang yang berhati jernih yang siap menerima kebenaran.

Ada lagi sub subbab yang isinya tentang ikhawan akhwat yang jatuh cinta... cie... susah memang kalo mbahas yang ini, Mah. Gak abis-abis, emang. Kalo yang ikhwan ato akhwat jatuh cinta, emang sering gak jelas sikapnya. Kadang gemetaran, keringat dingin, gak bisa bicara... alias terpesona gitu kali kalo ketemu orang yang disukainya. Tapi kalo terus dihindari, kadang malah menimbulkan tanda tanya besar, kadang terjadi komunikasi gak sehat, ato bisa jadi ada kesalahpahaman, padahal niatnya mah biar ga ngeliat ato ketemu itu orang gitu..

Kita sering berkata, cinta kita karena Allah semata. Buktinya, yang kita lakukan adalah saling menasehati dalam kesalihan. Tetapi tanpa ikatan apapun, kita memberi perhatian khusus pada sebuah nama. Tidakkah terpikir bahwa yang harus dicintai karena Allah banyak jumlahnya? Tak hanya dia. Pengkhususan adalah pemfokusan jaring pesona yang berbahaya.

Terus ada lagi subbab yang judulnya, ” Rabbi, selamatkan saudaraku yang kucintai..”, ada cuplikan isinya ya..

Saudaraku, sahabatku,.. cinta yang sehat belum menuntut apa-apa, jika belum ada ikrar halal atasnya. Boleh jadi engkau merahasiakan rasa simpati dan ketertarikan. Tetapi tetap saja penyakit namanya kalau orientasi kedepanmu hanya si dia. Maksudnya, kalau engkau mendikte Allah bahwa dialah yang pasti menjadi jodohmu. Lalu engkau bukannya meminta yang terbaik dalam istikharahmu. Kalau begitu caranya, seolah engkau yang menentukan segalanya. Kalau engkau meminta dia dengan paksa, bisa jadi Allah tak mengulurkannya dengan kelembutan, tapi Ia melemparnya dengan marah karena niat yang terkotori. Maka bersiaplah menggigit jari dalam kekecewaan yang abadi.
”..Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui.”(QS.2:216)

Oh iya, buat yang mau mutusin pacarnya, juga ada suratnya lho didalam buku ini, boleh disalin lagi..tapi gak mau saya tulis disini ah, panjaaang, mending beli aja bukunya. Hehehhh. Lumayan buat nambah koleksi..^^

Terus, cara menjaga nafsu itu gimana?
Dzikrullah
Puasa
Sabar dan Shalat
Ngaji
Melelahkan diri dengan aktifitas surgawi


Saya sudahi yaaa, kepanjangan notesnya, masih banyak yang isinya penting sih, tapi mending dibaca sendiri aja dibukunya, lebih jelas dan lebih komplit.

” Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak menikah dari sahaya kalian yang laki-laki dan perempuan. Jika keadaan mereka faqir, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas ( karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 24:32)


-Solo-
Semoga bermanfaat..
^^

Senin, 17 November 2008

cinta

Hadirmu tak pernah terduga, dan kepergianmu ternyata menyesakkan jiwa..tak pernahkah kau berpikir untuk sekali saja .. menghargai hati hati yang pernah kau singgahi.. tanpa harus datang dan meninggalkan begitu banyak cerita.
Datang dan mengambil tempat di jiwa seenaknya.. dan ketika semua terasa begitu berharga.. kau pergi begitu saja.. tak pernah meninggalkan suka.. tapi kau tinggalkan bertetes air mata..
tidakkah kau tahu.. begitu banyak hati yang berharap untuk kau datangi, untuk kau singgahi.. tapi ternyata kau hanya menyisakan duka dalam kenangan kenangan indah mereka..
tak pernahkah kau sangka jika hadirmu itu mampu meluluhkan jiwa.. menghancurkan karang di samudera dan hadirmu mampu membuat raga tak berdaya?.. Sebesar itu kekuatanmu.. tapi adakah kau menyadarinya..
Kau telah hadir di hatiku menyisakan luka.. kau hadir di benakku menyisakan tanya.. dan kau sekarang hadir lagi menyuguhkan suka.. sungguh tak habis pikir diri ini.. kau berkali kali mengunjungi hatiku.. tak pernah selalu sama.. tetap berbeda.. namun aku tak menyadarinya.. karena tiba tiba saja kau hadir di sana..
dengan bentuk baru yang tak terupa.. dengan wangi baru yang menyeruak ke dada.. tapi hadirmu sejak dulu tak pernah dapat ku lupa.. kau torehkan begitu banyak jejak di asa.. tapi terkadang kau lupa karena kau pegi begitu saja, atau hilang karena dia tak mengetahuinya.. karena aku telah terlalu mengenalmu.. Cinta.. Namun aku tak pernah bisa lepas darimu