Selasa, 06 Oktober 2009

-madrasah itu...-

Madrasah itu bernama rumah tangga. Sebuah kaLimat yang tadi meLintas begitu saja di kepaLa saya, saya merasa pernah membaca kaLimat itu, tapi entah dimana.(inilah keterbatasan memori saya, Lagi). Mengapa saya bercerita? Karena semoga menjadi sedikit pembeLajaran dan pengingat bagi saya dan kita semua.

Mengapa dinamakan madrasah? Madrasah itu, (seingat saya waktu diajar bahasa Arab bertahun-tahun yang LaLu) berarti sekoLah..iya, karena ternyata daLam sebuah rumah tangga, kita disekoLahkan Lagi. Kali ini sekolahnya ga perlu bayar IOM, SPP, atau tagihan-tagihan buat potokopi buku dan Lain-Lainnya. Di sini, mereka yang ada dalam rumah tangga itu, baik suami, isteri maupun si anak dapat menjadi murid bahkan dapat menjadi guru. Sebab sesungguhnya demikianlah menurutku yang disebut sekoLah, masing-masing person dapat menjadi guru, bahkan tanpa perlu menekuni jalur pendidikan tertentu hanya untuk menyandang gelar guru tersebut.

Mengapa kita masih harus beLajar lagi, dalam rumah tangga ini? Karena belajar itu tak kan pernah selesai sampai nanti akhirnya kita melepaskan nafas terakhir tanpa dapat menhirupnya lagi. Karena tanpa pembelajaran, maka kita tak akan pernah sukses menempuh ujian-ujian yang diberikan Tuhan kepada kita, sebagai manusia.

Kadang diperlukan pembelajaran pemahaman watak, karena seseorang mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, maka kita perlu betul mengenal siapa orang-orang yang ada dalam madrasah kita ini. Kadang diperlukan pembelajaran menahan diri, karena kalo sama-sama keras kepala, suatu masalah yang timbul ga akan pernah dapat diselesaikan. Kadang diperlukan pembelajaran bersabar, karena tanpa sabar, yang ada hanya masalah-masalah lain yang tak kunjung terselesaikan. Kadang diperlukan pembelajaran tentang cinta, tentang hati, tentang diri, tentang dunia, tentang akhirat, tentang berbagi, tentang bersyukur dan yang lain-lainnya.

Lalu darimana pembelajaran itu kita dapatkan?

Kalau aku..pembelajaran itu dari pengaLaman..ini yang paling berkesan nantinya. Pembelajaran itu dari teman, mereka orang-orang disekitar kita. Orang-orang yang mungkin kita lihat sekilas tapi memeberikan makna besar dalam ingatan kita sebagai manusia. Pembelajaran itu mungkin dari buku, dari guru, dari mereka yang sudah lebih lama terjun ke dalam madrasah yang satu ini. Pembelajaran itu mungkin dari alam, dari dunia liar di hutan, di laut, di langit, di angkasa raya. Pembelajaran itu dapat kita temukan dimana-mana, dapat kita hirup dimana saja, seperti udara, seperti air hujan yang dapat begitu derasnya turun pada waktunya.

Pembelajaran itu untuk kita semua, sebagai bekal kita di keesokan harinya. Agar jika melakukan kesalahan, kita tak lagi mengulang kesalahan yang sama. Pembelajaran itu..semoga kelak menjadi tambahan pahala bagi kita.

-Solo-
Mengutip perkataan seorang sahabat : ” menjadi pembelajar sejati”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar