Selasa, 20 Oktober 2009

-sahabat itu-

Sedang ingin menulis tentang mereka, yang dunia menyebutnya sahabat. Pagi ini ketika terbangun dari tidur, entah mengapa yang teriang di pikiranku adalah mereka, sahabat-sahabat dalam kehidupanku. Rasa kangen, rindu itu muncul menerpaku, bagai angin yang mengiris pilu..

Aku kangen kalian, dua bidadari yang pertama kali mengajarkanku arti persahabatan itu, mengajariku bahwa perbedaan antara kita tak pernah ada, bahwa kita adalah sama, saling belajar dan memakna pengertian yang ada

Aku kangen kalian, sahabat ketika aku mulai mengenal dunia yang nyata, dunia yang berwarna dengan pernik kecil yang selalu ada. Belajar bersaing, belajar mencintai tanpa takut tersakiti, belajar berkorban, dan belajar untuk mandiri.

Aku kangen kalian, sahabat-sahabat ketika aku mulai bermahkota. Ketika aku mulai beranjak dewasa, ketika logika, rasa dan asa melebur dalam sukma. Dari kalian aku belajar bersabar, belajar berdoa dan memberi, belajar menerima dan mengalah, belajar mencinta tanpa harus meminta, belajar menjadi sosok yang lebih dewasa.

Aku merindukan kalian semua, yang pernah, masih dan akan selalu mewarnai lembar-lembar hidupku. Terima kasih untuk semua kenangan indah itu, perhatian itu, Yang mengingatkanku saat aku tersesat, yang menolongku saat aku terjatuh, yang menghiburku saat aku berduka, yang selalu menghubungiku melalui pesan-pesan singkat perhatiannya. Yang masih mengingatku dan berusaha mencariku walau kita terpisah berpuluh-puluh kota. Aku merindukan kalian, adakah rindu itu juga tersematkan di hatimu untukku?


-Solo-
Saat aku memaknai kata sahabat
*Backsound SO7, Sahabat sejati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar