Jumat, 25 Desember 2009

Kamu, aku dan gerimis

Hujan masih menetes satu-satu
Mendinginkan suasana yang masih membisu
Kau dan aku yang terpaku
Berdiri berdua dalam pelukmu

Tak ada suara berbicara
Yang ada hanya bahasa tubuh semata
Detak yang berdegup berirama
Dan otak yang mengabadikan suasana

Pelukan eratmu
Tatapan wajahmu
Kecupmu di keningku
Dan semua tentangmu
Yang telah menjadi candu dalam hidupku

Tak pernah ingin kulepaskan peluk itu
Karena itu berarti aku harus berpisah denganmu
Kembali ke dunia tanpa mimpiku
Hidup dalam kefanaan yang palsu

Aku ingin pergi bersama gerimis itu
Larut dalam kecupanmu
Mengalir dalam tiap nadimu
Bersuara dalam detak jantungmu

Aku ingin menjadi satu dengan dirimu
Agar tak ada lagi yang mampu memisahkan kau dan aku
Agar tak ada lagi isak tangis merinduimu
Agar hatiku selalu terpaut di dirimu

-Solo-
Mengenang peristiwa itu, dulu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar