Pages

Minggu, 21 Agustus 2016

Menyelam di Bali Odyssey Submarine





Pagi pagi sekitar jam 9 saya sekeluarga dengan Pak Komang langsung menuju spot diving milik Odyssey. Kebetulan tidak terlalu jauh dari penginapan, sekitar sepuluh menit berkendara. Sesampai di lokasi parkir, kami masih harus berjalan kaki menuju "markas" Odyssey ini. Terus setelah bernegosiasi sebentar dengan mbak-mbak dan mas-mas dari Odyssey nya, kami beruntung masih mendapatkan tempat.

Ternyata sebenarnya kalau mau diving di Odyssey ini, kita harus melakukan reservasi dulu. Tapi saat hari itu kebetulan penumpang tidak terlalu banyak sehingga kami bisa ikut di pemberangkatan pertama. Jumlah maksimal penumpang dalam sekali penyelaman adalah 36 orang dengan waktu penyelaman selama 45 menit sampai ke kedalaman 35 m di bawah permukaan laut.

Sambil menunggu kapal kecil yang akan membawa kita ke kapal selam yang terletak agak di tengah, kita disuguhi welcome drink. Sekitar pukul sebelas, perahu datang menjemput dan kami berangkat menuju kapal selam. 





Berfoto sebentar di atas kapal selam, kemudian kami satu persatu masuk ke dalamnya. Di dalam kapal, ada kursi empuk yang memang disediakan untuk penumpang saat menikmati pemandangan. Ada banyak jendela bundar berukuran besar di sisi kapal. Kru kapal ada beberapa, terdiri dari seorang nakhoda, seorang pemandu dan beberapa asisten yang membantu. 

Si Kakak puas potoin Ikan

Kapal melaju, di dekat ruang kemudi terletak alat penunjuk kedalaman yang akan memberi tahu kita sudah berapa kaki kapal tersebut menyelam ke bawah laut. Kita bisa menikmati pemandangan istimewa dari balik jendela. Ikan ikan kecil, karang karang, ada juga pemandangan kapal yang karam. Saat di kedalaman tertentu, akan ada salah satu penyelam yang mendekati jendela kapal sambil membagikan makanan ke ikan sehingga kita dapat melihat segerombolan ikan datang dekat dengan jendela kapal. Seru!

Ikan-ikan ayo ke sini!


Setelah acara penyelaman selesai, kita akan dijamu dengan makan siang ala prasmanan. Ada makanan laut, buah-buahan, dan bisa makan sampai kenyang.

Harga tiket Odyssey adalah sebesar Rp. 650.000,- untuk dewasa, Anak-anak 5-13 tahun sebesar Rp. 490.000,- dan anak anak di bawah 5 tahun sebesar Rp. 180.000,-. Ini sudah termasuk asuransi, biaya antar-jemput kendaraan AC dari titik kumpul (di Jimbaran) menuju tempat penyelaman (Amuk-Bay, Karangasem), welcome drink, makan siang buffet (halal), sertifikat menyelam, dan loker untuk menaruh barang saat kita tinggalkan menyelam.





Buat saya jika dibandingkan dengan menyelam secara konvensional alias basah-basahan, jelas lebih asyik dan aman ini, terutama untuk keluarga yang memiliki anak-anak. Baik si Kakak maupun Adek bisa ikut menikmati pemandangan bawah laut. Aman, karena nggak perlu khawatir terbawa arus seperti menyelam langsung. Nggak luka-luka kena karang, nggak susah payah kalau mau lihat ikan. Tapi memang ada kekurangannya sih, selain harganya yang cukup mahal, kepuasan yang muncul saat kita melihat ikan juga jadi beda. Kalau kita menyelam beneran, ngeliat ikan seliweran gitu puas dan seneng banget karena memang kadang mereka sulit ditemukan. Ikannya juga nggak begitu variasi, tapi kalau buat anak-anak mah udah pada seneng banget.

Tips untuk menyelam dengan Kapal Selam :

1. Bawa tas kecil selain Ransel, karena saat menyelam, hanya barang-barang penting yang boleh dibawa. 
2. Jika membawa anak kecil, siapkan mainan dan cemilan agar mereka tidak bosan di dalam kapal selam, soalnya kadang ada saat tertentu di mana ikan-ikan berhenti berseliweran.
3. Bawa baju ganti.
4. Yang paling penting, bawa kamera. XD
5. Gunakan pelampung sesuai aturan keselamatan, meski saat di dalam kapal selam, pelampung boleh dilepaskan.


Gimana? Penasaran pengen nyoba menyelam dengan kapal selam juga? Yuk ke Bali!

Rabu, 22 Juni 2016

Liburan Keluarga di Bali : Candi Beach Resort



 
View dari tepi pantai di Candi Beach Resort  

Haloo, sebenarnya ini liburan bulan kemarin sih. Lama banget akhirnya ngendapin tulisan di draft, ngga kepegang-pegang karena males. *dikeplak*

Jaid inilah pengalaman liburan saya sama keluarga (dua anak booo’) ke Bali.

Kami berangkat dari rumah hari Minggu jam sembilan pagi (FYI, penerbangan Solo-Bali pp Cuma ada di hari Minggu, Rabu dan Jumat), semangat donk yaa secara ini pengalaman pertama kami ke Bali (kecuali si Ayah). Sampe Adi Sumarmo langsung check in, antri bagasi lalu duduk manis di ruang tunggu keberangkatan. Eh lha kok ternyata delay 30 menit. Alhamdulillah juga karena cuma 30 menit, tapi nunggu bareng dua anak kecil jelas agak rempong. Jadilah kita jalan jalan, kadang duduk sambil buka stok buku yang dibawa, terus menjelang berangkat, ke kamar mandi dulu biar nanti ga susah di pesawat. Perjalanannya lumayan, sedikit turbulensi soalnya memang habis hujan dan cuaca mendung sepanjang jalan (?). Sampai di Ngurah Rai nunggu bagasi, terus ketemuan sama Driver, bapak Komang yang ramah banget sama kita. Iya kita milih pake driver, soalnya karena pengin beneran enjoy liburan, bawa anak-anak juga bakal rempong kalau ngga pake kendaraan sendiri.

Karena udah waktunya makan siang, kami mampir dulu ke rumah makan Ayam Taliwang sebelum meluncur ke Candidasa. Rumah makannya di Kuta, namanya Taliwang bersaudara. Karena minggu itu lagi ada acara salah satu partai politik di Bali, alhasil jalanan makin macet dan rumah makannya penuh. Tapi beruntung pas kita mau pesen makanan, eh rombongan berbus-bus itu bubar. Ya meski kemudian ada beberapa masakan yang habis, tapi tetep bersyukur donk yak. Setelah makan, mampir ke indomaret buat nyetok air dan cemilan lalu kita langsung ke Candidasa.

Pak Komang ini ternyata asli warga Candidasa dan sekarang tinggal di Denpasar. Beliau teman dari temannya si Ayah yang juga driver di Bali. Sepanjang jalan, Pak Komang ngga bosen diajak ngobrol ini itu. Si Kakak juga semangat buat lihat lihat pemandangan, apalagi dari jalan menuju Candidasa kita bisa menikmati panorama laut. Arus kendaraan juga lancar.

Sekitar jam empat sore kita sampai di resort. Check in dan drop barang lalu menuju kamar. Asyiknya di Candi Beach Resort ini, waktu menuju kamar, kita dianter naik mobil golf (apa ya namanya?). Padahal kamar kami paling deket ama resepsionis, tapi mereka mau nyupirin sampai setengah puteran lalu balik ke kamar. (Terima aksih wahai bapak yang nganterin kami)

Kamar di villa ini bener bener bagus! Duh saya ngga nyesel lah pesen di sini, apalagi kemaren dapat promo diskon yang lumayan banget. SAya pesan di bulan Januari, waktu itu sale masih sekitar 60-70%. Luas villanya sekitar 300m2. Terpisah dari gedung hotel utama, villa di resort ini ada sembilan belas buah. Setiap villa memiliki taman pribadi, kolam renang pribadi, juga gazebo pribadi di pinggir kolam. Oh iya, kolamnya sekitar 1,4 m dalamnya. Jadi masih lumayan aman lah untuk si kakak. Tentu  harus tetap ditemenin donk ya kalau dia renang. 



Di dalam kamar, ada kasur selebar 2x2 m, AC, LED TV dengan channel international, mini bar, alat pembuat kopi-teh, hairdryer, free wifi, dua shower, satu Jacuzzi, dan satu bed santai menghadap kolam.

Udah gitu kita bisa lihat pemandangan laut dari kejauhan. Deket pula dengan restoran serta kolam renang utama hotel. Tapi yaa, kita udah puas lah ya renang di kolam renang sendiri. Air di kolam juga ngga dingin dingin amat kalau malam.

Stafnya ramah, sarapannya juga bervariasi. Mulai dari sereal, nasi, sampai oat meal juga ada. Saya belum pernah pesan makanan lainnya sih dari restoran, soalnya kalau siang pas di jalan sedangkan kalau malam biasanya ke kota Candidasa. Setiap dua kali dalam sehari, ada bus yang mengantar tamunya ke kota Candidasa. Di sana ada banyak restoran, bar, café, dan makannya juga lebih murah daripada di hotel.


Waktu kami menginap di Candi Resort ini, sepi dan ngga banyak pengunjung. Jadi beneran bisa nyaman dan enjoy banget buat jalan-jalan atau menikmati pemandangan. Meski pantainya sempit dan nggak terlalu recommended buat main, kami sih ngga masalah. Udah puas dengan leyeh leyeh di villa. Jadi saran saya sih kalau mau menginap di sini, nginep sekalian di villanya. Pesan di jauh-jauh hari pas ada promo. :D

Nah, itu sekilas pengalaman saya menginap di Candi Resort, Candidasa, Bali. Postingan berikutnya.. masih membahas liburan saya, yaitu merasakan menyelam dengan kapal selam Odyssey. :D



Rabu, 25 Mei 2016

Dancow Explore The World ada di Solo!



Jika mendengar nama tempat yang baru, si kakak (anak saya yang pertama) seneng banget nanya apakah tempat tersebut masih di Indonesia.

"Bun, Bali itu di Indonesia?"
"Bun, kalau Taj Mahal itu di India. India itu juga Indonesia?"
"Kalau Jepang, Bun? Di sana ada salju atau ngga? Jepang juga Indonesia?"

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu membuat saya sebagai orang tua jadi sadar bahwa anak-anak cenderung memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap daerah dan budaya di dunia. Biasanya setelah si kakak mulai bertanya, saya akan mengajaknya browsing di internet untuk mencari tahu lebih jauh tentang negara atau kota yang dia sebut. Tapi ya namanya anak-anak, rasa penasaran dan ingin tahu itu sepertinya masih belum terpuaskan, bahkan sering banget terlupa oleh dia. Kadang-kadang di lain waktu si kakak akan bertanya lagi untuk kota atau negara yang sama. Saya juga maklum sih, wong si kakak hanya sekilas melihat lewat internet. Lain hal jika dia merasakan pengalaman langsung mengunjungi tempat tersebut.
Tapi kan ngga mungkin juga setiap tempat yang dia tanyakan terus langsung kita rencanakan untuk kunjungi.. 
Nah, beruntung banget di tanggal 28-29 Mei 2016 besok, akan ada acara Nestle Dancow Explore The World yang diselenggarakan Dancow di Luwes Kestalan, Solo. Sesuai dengan judulnya, di sana anak-anak bisa menjelajahi dan mengetahui kebudayaan di dunia, kali ini yang dipilih adalah negara Indonesia dan Jepang.

Kegiatan di area Indonesia

Saya udah bisa mbayangin si Kakak bakal heboh kalau main ke sini. 
Di area Indonesia, akan ada tempat memancing (wah ini mah si adek pasti seneng banget), arena bermain pasir (bisa bikin istana pasir tanpa perlu ke pantai!), serta ada booth untuk berfoto ala Bali. Sedangkan di area Jepang akan ada taman sakura, area konsultasi untuk orang tua tentang psikologi maupun nutrisi tumbuh kembang anak. Jadi sambil menemani anak bermain, orang tua juga bisa bertanya-tanya tentang anak kepada para ahlinya. Dan yang lebih seru lagi, ada area kreatifitas! Anak anak bebas membuat origami, menyusun puzzle dan lego serta mewarnai. Terus bisa foto keluarga juga dengan tema Jepang, pake kimono kayak di tipi tipi gitu deh. Duh udah kebayang serunya. Saya ngga yakin si kakak ama adek bakal mau diajak pulang kalau udah main di sini 
Selain itu, di acara Explore The World ini juga akan ada bintang tamu. Jikustik!! Iyaa, duh ini sih mam papanya yang bakal bernostalgia sama lagu lagu merdu x)
Selain acara-acara tadi, masih ada juga games di panggung untuk para mama dan buah hati tersayang. Ada fun games dan penampilan dari anak-anak di atas panggung. Saya udah kebayang kalau ngajak si kakak ke sini, nggak akan bingung lagi njelasin Negara Indonesia dan Jepang. Mungkin kelak begini percakapannya..

“Bun, Negara Jepang itu yang mana?”
“Itu, Kak, yang ada pohon sakuranya.”
“Oh yang ada kimononya, ya? Yang waktu itu kita ikutan main di booth Dancow Explore The World?”
“Iya, betul yang itu!”
Penasaran kan, kayak apa serunya? Saya juga penasaran dan ngga sabar nungguin acaranya. 
Dateng aja ya, Ma, Pa, ke Luwes Kestalan, Solo, Hari Sabtu-Minggu tanggal 28 dan 29 Mei 2016. Bisa buat refreshing anak sejenak nih sebelum Ujian Kenaikan Kelas tiba!


Sabtu, 21 Mei 2016

Traveling bersama anak-anak






Sebenernya perjalanan ini udah berbulan bulan yang lalu. Mau nulis tapi kok ya males *dikeplak*, tp terus keingetan kalau blog ini bisa jadi jurnalnya para bocah kelak, maka saya akan lanjutin cerita deh. Meski yaa seingatnya aja gituh XD

Seingat saya, kamu berangkat dari Solo pada hari Sabtu. Kerennya waktu itu naik Garuda, turun di Soeta. Maklum, selama ini belum pernah naik Garuda, paling pol ya Lion air. Duduknya berempat, berderetan. Kakak di pojok deket jendela, di tengah kosong, saya di pinggir yang sama si adek. Naik Garuda sama anak anak ternyata memuaskan banget, si Kakak dapet mainan plus majalah, dapet minuman juga sama snack sekotak besar. Sayang ga semua penerbangan dari Solo ada pilihan Garuda. Sementara si kakak bahagia sentosa, si adik diem aja minta dipangku. Oh, dia bobok sih, terus emaknya nggensong sambil nonton pilm Kung fu Panda. 

Sampai di Soeta kami dijemput sama salah satu temennya si ayah. Terus diajak ke markas (kantor) di daerah depok setelah sebelumnya mampir dulu buat makan. Sampai di markas ternyata udah ada banyak orang. Maklum lah ya, namanya juga piknik. Terus nunggu beberapa pasukan lagi yang belum datang, lama sih, pake kesela hujan deres pula, mana si adek ngamukan gitu kalau liat banyak orang. Mana capek. *iya saya mah tukang ngeluh*

Setelah pasukan komplit, kami berangkat menuju vila yang udah dipesen sebelumnya, di daerah Sentul. Singkat cerita, kami pilih pilih kamar, dan saya maget banget dari kasur. Padahal yang lain mah kumpul kumpul di bawah, tapi saya ama si adek ngendon aja di dalam kamar.
Antara capek ama males keluar. XD

Besoknya kami ke Jungle Park. Gerimis-cerah-gerimis, emang ga jelas gitu cuacanya. Kakak ama ayah Naik komidi putar yang tuinggi putarannya, si adek mah nangis karena ditinggal. Tak apa sih si adek rewel, asalkan si kakak bahagia. Mungkin karena si adek masih kecil juga kalik ya, capek dan males mau ngapa ngapain. Tapi sesekali dia hepi kok lari lari ngejar kakaknya, naik kereta keretaan keliling wahana, dll gitu deh.

Besoknya lagi, hari Senin, pesawat pulang masih jam tigaan sore. Paginya kita mampir dulu ke Bogor, nyicipin makaroni sekaligus bungkus buat dibawa pulang. Fyi, yang balik hari itu para nyonya nyonya semua, soalnya para bapak masih ada acara rapat. Nah, ada dua kloter, satu surabaya yang terdiri dari tiga wanita dengan tujuh anak, satu lagi solo (yah itu saya bertiga ama adik dan kakak). Tadinya sih udah khawatir terlambat, karena jalanan ke Halim muacet sodara sodara! Tapi untungnya masih sempet check in. Sedangkan saya sendiri sih was was karena harus naik pesawat sambil ngurus dua bocah sendiri. Bisa ga ya?

Bawaan saya waktu itu cuma ransel aja sih, isinya baju ganti sama makanan sama perkakas pasukan. Alhamdulillah perjalanan lancar sampai dijemput om di bandara soemarmo. Hepi sampai rumah, delivery makanan, lalu tepar. Tidur. XD

Tips untuk mama mama yang mau mengajak si kecil berdua atau bertiga aja naik pesawat.

1.      Berpikir positif
Konon katanya sih berpikir positif bisa membuat suatu hal bener bener bisa kita lakukan. Tanamkan saja kepercayaan diri kalau Mama pasti bisa melakukannya. Kalau perlu bantuan, tenang saja, Mama bisa meminta bantuan kepada pramugari saat di pesawat atau petugas bandara saat masih di bandara. Enjoy aja penerbangannya, Ma!

2.      Sampaikan ke anak yang lebih besar, bahwa kali ini kita butuh dia untuk terus ada di dekat kita.
3.   Jangan bawa tas kabin segede gambreng. Bawa aja tas ransel yang bisa diselipkan di bawah kursi penumpang di depan kita saat pesawat take off. Kalau mau bawa barang segambreng, masukin bagasi.
4.      Siapkan peralatan tempur anak. Buku bacaan, mainan, cemilan, air minum, tisu basah, permen, kantong plastik, diapers, baju ganti, uang receh di dalam ransel. Jadi kalau mama bawa koper, ga akan kerepotan bongkar koper buat cari ini itu.
5.       Jika terpaksa akan ke toilet saat menunggu pesawat, ajak semua anak mama.
Pasti terlihat ribet ya, tapi jaman sekarang mah kita ga boleh lengah terutama terhadap pengawasan anak. Kemarin saat menunggu di Halim, saya terpaksa mengajak si kakak dan adik ke kamar mandi. Ke toiletnya gantian, kakak dulu, baru saya sama si adek. Tas saya letakkan di pojokan, si kakak saya minta untuk berdiri atau duduk di dekat sana dan jangan pergi dari situ. Ada iming iming reward sih, nanti kita beli minuman botol lewat mesin. Dia kan udah penasaran tuh dari tadi.
6.      Saat di pesawat, letakkan tas kecil mama di bawah kursi di depan mama. Tujuannya sih agar ga repot kalau mama mau ambil peralatan ini itu di dalam tas. Untuk jaga jaga, kantungi saja permen dan letakkan tisu basah di selipan tempat buku di kursi depan mama. Biasanya dua benda ini yang sering dicari anak. Oh dan siapkan air minum.
7.      Saat naik atau turun pesawat, mama bisa memilih antri di awal atau paling belakangan sekalian. Jangan memaksakan untuk ikut antri saat ramai, karena anak belum tentu nyaman mengantri. Dan tak baik juga kan menyela antrian, jadi tetap beri pengalaman positif bagi anak.

Itu aja kayaknya yaa pengalaman yang bisa saya bagi. Semoga perjalanan mama sukses!