Selasa, 20 Oktober 2009

-sepi sendiri-

Sendiri..
Satu kata yang terdiri dari banyak huruf,
tapi mengindikasikan suatu makna yang sepi
Sendiri, satu tanpa ada yang menemani

Bukankah manusia itu dilahirkan juga sendiri?
Bolehlah dia di dalam kandungan bersama-sama
Tapi ketika ia keluar dari jalan lahirnya
Ia pasti sendiri.

Bukankah nanti ketika manusia itu mati juga sendiri?
Bolehlah dia di dunia punya banyak kuasa dan harta
Banyak teman dan sahabat pena
Tapi ketika ia masuk keliang kubur, atau
Ketika malaikat maut mencabut nyawanya
Ia pasti sendiri

Dan aku sedang merasakan kesendirian itu kini
Padahal disekelilingku penuh manusia
Penuh warna dan suara
Tapi entah mengapa yang terasa malah sepi, hampa tak bermakna
Ia yang dinamakan sendiri

Apakah sendiri itu menyakitkan?
Menjemukan atau membosankan?
Atau sendiri itu membahagiakan?
Entahlah, aku pun tak tahu
Karena di dunia ini kita tak pernah benar-benar sendiri

Ada Dia, Tuhan yang selalu menemani

-Solo-
Sepi, sendiri, aku benci

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar