Kamis, 12 November 2009

-NPSP-

Alangkah seringnya
Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan
Membuat detik-detik di depan terasa hambar

Belajar dari ahli puasa
Ada dua kebahagiaan baginya
Saat berbuka
Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala

Inilah puasa panjang syahwatku
Kekuatan ada pada menahan
Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan

Coba saja
Kalau Allah yang menghalalkan
Setitis cicipan surga
Kan menjadi shadaqah berpahala


Setelah dipesenin seorang teman via chat, saya jadi teringat lagi satu buku ini. Buku yang juga berperan serta dalam perubahan besar hidup saya. Sebenernya saya dipesankan untuk membuat resensinya, tapi saya juga ga tau mau mulai cerita dari mana. Jadi, saya ambil point-point yang menurut saya sangaaaaaaaaaaaaaat berkesan, waktu dulu pertama kali saya membacanya...

Yang paling mengena adalah sebuah ayat dalam Al Quran, yang dulu saya gak tau, tapi begitu baca ayat ini, merinding saya saudara-saudara..

” Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji. Dan jalan yang buruk.” (QS. 17:32).

Jika ada yang mengatakan bahwa cintalah yang menyatukan dua insan berlainan jenis tanpa ikatan halal, semoga ia bersiap menggigit jari. Dalam bentuk hubungan yang lepas dari nilai-nilai syar’i, tak pernah ada cinta. Yang ada hanya nafsu dan zina dengan segala topeng yang mungkin sulit dikenali, kecuali oleh orang yang berhati jernih yang siap menerima kebenaran.

Ada lagi sub subbab yang isinya tentang ikhawan akhwat yang jatuh cinta... cie... susah memang kalo mbahas yang ini, Mah. Gak abis-abis, emang. Kalo yang ikhwan ato akhwat jatuh cinta, emang sering gak jelas sikapnya. Kadang gemetaran, keringat dingin, gak bisa bicara... alias terpesona gitu kali kalo ketemu orang yang disukainya. Tapi kalo terus dihindari, kadang malah menimbulkan tanda tanya besar, kadang terjadi komunikasi gak sehat, ato bisa jadi ada kesalahpahaman, padahal niatnya mah biar ga ngeliat ato ketemu itu orang gitu..

Kita sering berkata, cinta kita karena Allah semata. Buktinya, yang kita lakukan adalah saling menasehati dalam kesalihan. Tetapi tanpa ikatan apapun, kita memberi perhatian khusus pada sebuah nama. Tidakkah terpikir bahwa yang harus dicintai karena Allah banyak jumlahnya? Tak hanya dia. Pengkhususan adalah pemfokusan jaring pesona yang berbahaya.

Terus ada lagi subbab yang judulnya, ” Rabbi, selamatkan saudaraku yang kucintai..”, ada cuplikan isinya ya..

Saudaraku, sahabatku,.. cinta yang sehat belum menuntut apa-apa, jika belum ada ikrar halal atasnya. Boleh jadi engkau merahasiakan rasa simpati dan ketertarikan. Tetapi tetap saja penyakit namanya kalau orientasi kedepanmu hanya si dia. Maksudnya, kalau engkau mendikte Allah bahwa dialah yang pasti menjadi jodohmu. Lalu engkau bukannya meminta yang terbaik dalam istikharahmu. Kalau begitu caranya, seolah engkau yang menentukan segalanya. Kalau engkau meminta dia dengan paksa, bisa jadi Allah tak mengulurkannya dengan kelembutan, tapi Ia melemparnya dengan marah karena niat yang terkotori. Maka bersiaplah menggigit jari dalam kekecewaan yang abadi.
”..Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui.”(QS.2:216)

Oh iya, buat yang mau mutusin pacarnya, juga ada suratnya lho didalam buku ini, boleh disalin lagi..tapi gak mau saya tulis disini ah, panjaaang, mending beli aja bukunya. Hehehhh. Lumayan buat nambah koleksi..^^

Terus, cara menjaga nafsu itu gimana?
Dzikrullah
Puasa
Sabar dan Shalat
Ngaji
Melelahkan diri dengan aktifitas surgawi


Saya sudahi yaaa, kepanjangan notesnya, masih banyak yang isinya penting sih, tapi mending dibaca sendiri aja dibukunya, lebih jelas dan lebih komplit.

” Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak menikah dari sahaya kalian yang laki-laki dan perempuan. Jika keadaan mereka faqir, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas ( karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 24:32)


-Solo-
Semoga bermanfaat..
^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar