Senin, 23 Januari 2012

Merindukanmu itu seru

Kamu : Kamu nggak kangen aku?

Aku : Kangen kok

Kamu : Terus kapan donk kita ketemu?

Aku : Kamu udah nggak sabaran banget sih pengen ketemu aku?

Kamu : Habisnyaaa.. kamu sih jarang terima teleponku. Masa iya kita Cuma bisa chatting diam-diam?

Aku : Biarin. Biar aku puas merinduimu. Tau nggak sih, merindukanmu itu seru!!

Kamu : Seseru hubungan kita?

Aku : Hahahaha :D. Hei, GTG. Dia datang.

Aku keluar dari kotak percakapanku denganmu saat anakku masuk ke dalam ruang kerja.


“Papaaa.. Kita main bola yuk!”

“Ayo, kita ke teras”, aku menggandeng tangan mungilnya sambil bernyanyi-nyanyi riang.


Selang beberapa saat, ia mulai bosan lalu masuk lagi ke dalam rumah menonton film kesukaannya yang baru diputar di televisi.

“Gy, aku jam tujuh malam ada meeting sama klien baru. Kalian mau ikut apa di rumah aja?”, aku bertanya pada istriku.

“Di rumah aja Mas. Tapi kamu cepat pulang ya..“, ia tersenyum sambil bergelayut manja di bahuku.

Aku tertawa, selalu suka melihat istriku bermanja seperti itu.


Jam setengah tujuh aku keluar rumah, mengemudikan kendaraanku ke apartemen baru di tengah kota. Aku akan membuat sebuah kejutan untukmu, pikirku. Di tengah jalan aku mampir membelikanmu kue ulang tahun. Hari ini tepat setahun hubungan kita tetap terjalin rahasia.


Kita bertemu pertama kali saat rapat tahunan dari cabang lembaga kita di seluruh Indonesia diadakan di Cipanas. Aku sudah sering mendengar cerita tentang dirimu, kabarnya kamu adalah wanita pertama yang mampu melejitkan nama lembaga kita di cabang yang kau pegang itu. Kamu terkenal dingin, angkuh dan kaku. Tapi nyatanya setelah kita berkenalan, kamu hangat dan romantis. Sayang aku sudah punya istri dan anak, pikirku saat itu. Meski sebenarnya aku bisa saja menikahimu diam-diam, tapi aku ingin suatu saat nanti seluruh dunia tahu bahwa aku berhasil menaklukanmu.


Aku sudah sampai ke apartemenmu yang tiap akhir pekan kamu singgahi agar bisa bertemu denganku. Tapi kali ini aku tidak berkata akan mengunjungimu, jadi kejutan ini pasti seru. Saat di lobby, aku melihatmu sedang duduk membelakangi pintu masuk. Sepertinya kamu sedang menelpon seseorang. Aku mengendap-endap di belakangmu, siap memberikanmu kejutan saat aku mendengar namaku disebut di percakapanmu. Suaramu yang keras membuatku mampu mendengar kata-kata itu.


“Tenang aja, Si Tony nggak bakal ke sini. Tadi udah gue tanyain, tapi dia bilang sih nggak bisa kesini.”

“Mana gue tahu. Paling juga ngerayu istrinya biar ga curiga.”

“Udah, istrinya kalem banget. Anaknya juga cakep. Gue juga nggak tau kenapa pria kayak dia nggak puas, masih aja ndeketin gue.”

“Tenang aja, rencana kita bakal berjalan dengan sukses. Gue tinggal ngungkapin hubungan ini ke publik, terus setelah dia dipecat, bakal gue pastiin kamu yang nggantiin posisi jabatannya dia.”

“Ya iyalah, gue Cuma sayang sama kamu, Den. Percuma donk gue berbuat gini kalo nggak buat kamu.”

“I will. Secepatnya, setelah gue punya bukti-bukti yang banyak, akan gue habisi karier Si Tony.”

“oke, Bye. I love you, dear.”


Aku tersentak, lalu melangkah pulang. Pulang ke rumah dan keluarga yang selama ini setia terhadapku. Aku tak perlu merindumu lagi, tak ada seru-seruan lagi, semuanya palsu, batinku.



@alvina13 #15HariNgeblogFF hari kedua belas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar