Kamis, 16 Juli 2026

Setahun kepergianmu

Sebenernya hampir tiap hari berasa ngomong sendiri sama kamu sih di dalam hati. Jadinya ketika lewat setahun kepergianmu, aku juga ngga buru buru nulis, karena lebih enak aja ngomong langsung dalam hati. Padahal mah kamu denger juga kagak, aku juga mungkin segera lupa akan apa yang diceritain.

Let's see, dalam setahun banyak hal terjadi. Anak-anak naik kelas ke jenjang baru, tapi kamu ngga ada ikut ngerayain. Piknik dengan keluarga besar naik bus ke Pacitan, tapi ngga ada kamu juga. Mbeliin kamu bunga, tapi kamunya ngga ada. Kadang masih sering tiba tiba mewek sendiri, tapi untung anak anak maklum, hahah. 

Dunia masih rame aja sih, aku masih punya segudang podcast buat didengerin, audiobook buat nemenin, tapi aku kehilangan tempat untuk bertanya. Dulu kamu udah kayak Chat GPT ku, tanya ini itu minta masukan ini itu, tinggal tanya aja karena aku males maunya terima beres. Sekarang aku ngga tahu mau nanya ama siapa, selain google. Tapi males banget harus ngetik dan kroscek bener enggaknya.

Setahun kepergianmu, dan masih banyak cerita yang mungkin kamu juga tahu. Di satu kajian disebutkan kalau mereka yang di alam kubur bisa mendapatkan update kehidupan dari yang mereka tinggalkan. Jadi apakah kamu juga tahu aku sedang mengetik postingan ini?

Selasa, 24 Maret 2026

Lebaran pertama tanpamu

Lebaran pertama tanpamu ternyata rasanya ada yang kurang. Ada bagian yang hilang (ahseek) ketika harus nyetir mobil sekian kilo buat "pulang". Oh ternyata akhirnya aku ngerasain lowongnya jalanan setelah sholat Ied, ga ada truk lewat dan mobil masih jarang. Dari sini ke rumah yangti cuma butuh 15 menit!! Kalau aja bisa kek gitu terus ya sepinya. Sayang hanya saat itu saja, setelah itu ya jalanan padat dengan mobil dan motor  lagi.

Lebaran tahun kemarin kau bilang, dilakoni ae, wis wayahe kayak ini. Dengan semua dar der dor yang terjadi, aku merasa Allah masih baik, masih mencukupkan kita saat itu. Tahun ini ternyata hidup kami makin dar der dor lagi tapi tentu saja Allah masih mencukupkan kami. Tahun lalu ternyata jadi selfie ied pertama dan terakhir kita. Kita yang hampir ga pernah punya foto bareng karena kau terlalu males diajak untuk foto (rolling eyes). Mungkin sejak itu sebenarnya aku sudah punya perasaan ngga enak setiap kali kamu bercerita tentang planningmu yang makin jauh ke depan.

Lebaran artinya bertemu dengan keluarga besar, tentu saja ada perasaan yang hilang dan perasaan yang bisa saja kubilang aku capek karena sudah akrab dengan perasaan itu sejak kecil, dikasihani. Sejak mama meninggal di usiaku yang baru 7 tahun, aku selalu melihat pandangan iba orang-orang, belas kasihan serta tuntutan untuk balas budi yang terus membayangi. Ternyata sekarang aku ngalaminnya lagi. Hahaha, hidup memang sebuah lintasan berbentuk lingkaran.

Sabtu, 21 Februari 2026

Bulan ketujuh setelah kau pergi

Bulan ketujuh dari kepergianmu. Puasa pertama setelah 20 kali ramadhan kulalui bersamamu. Rasanya? Sepi. Hahaha. Literally sepi yang biasanya habis magrib udah njogrok depan tipi nungguin sidang isbat, tahun ini tipi masih nyetel tampilan cctv. Sidang isbat kayak ga ada seru serunya lagi (ya emang kaga seru sih). Tahun tahun lalu biasanya aku akan mengirimkan pesan singkat berisi keputusan sidang sementara kau di masjid buat ngasih pengumuman ke jamaah. Tahun ini, ngga ada antusias itu lagi. Ya iya sih sapa yang mau dikirimin.

Selasa, 09 September 2025

This is what happened one month after your husband died

This is what happened one month after your husband died

I'll be surprise if someone read this post because i dont give a damn SEO for this one.

1. You'll cry a lot. Like... really a lot. 
2. You'll miss his voice, and if you have his voice in any recording video or voice note, you'll replay it again and again and ...yup, you'll cry again. 

Kamis, 29 Mei 2025

Persiapan ibadah Haji (Q n A Haji part 2)

 



Postingan kedua ini mau saya isi dengan Q and A lain seputaran persiapan dan barang yang dibawa saat haji

Q : Waktu haji kemarin bawa baju berapa banyak? A : Saya bawa 7 jilbab, 7 dress, 10 pasang kaos kaki dan 3 set kaos rumahan buat tidur. Juga bawa perintilan lain seperti ciput, sarung tangan, celana panjang buat dobelan, pakaian dalam serta pakaian dalam sekali pakai. Bawa topi juga kebetulan dapat dari biro yang kepake buat menahan silau dan panasnya mentarii

Q : Kok dikit? Kirain orang haji bawaan bajunya banyak banget A : Karena bisa nyuci di hotel transit, jadi bisa daur ulang pakaian. Udah gitu karena keterbatasan beban kargo yang saya sebut di postingan sebelumnya, jadi saya ngga mau kena charge bolak balik.  Mungkin kalau hajinya reguler bisa bawa lebih banyak lagi ya. Tapi kemarin Alhamdulillah cukup, cuaca di sana puanas tapi bukan yang bikin keringetan jadi dress dipakai seharian pun ngga masalah. Yang repot kalau kena najis atau kaus kaki yang sering ganti.

Q : Bawa mukena ngga sih? Kan orang-orang kalau sholat di sana biasanya pada pakai jilbab aja langsung gitu A : Betul bisa langsung pakai jilbab, tapi saya kemarin bawa satu mukena travel dan satu sajadah lipat mini yang ternyata kepake banget di mana-mana. Mulai di madinah, Tenda Arafah dan Mina, pelataran masjidil Haram sampai di bandara nunggu boarding

Jumat, 16 Mei 2025

Perihal Haji reguler dan Haji Plus (Q n A Haji Part 1)

 




Menjelang idul adha ini beberapa orang bertanya kepada saya dan suami perihal haji. Percakapan percakapan ini saya buat menjadi beberapa postingan di blog dan saya tambahkan banyak pertanyaan yang waktu itu juga terlintas di pikiran saya saat mempersiapkan keberangkatan.


Perihal haji reguler dan haji plus


Q: Kemarin kenapa memutuskan memilih haji plus?

A : Utamanya karena saat itu ada rejeki yang cukup untuk mendaftar haji plus


Q : Apa bedanya haji plus dan reguler?

A : Secara garis besar waktu tunggu haji plus lebih singkat daripada haji reguler. Pada keberangkatan saya kemarin, nasa tunggu haji khusus 7 tahun dan untuk haji reguler sekitar 25-30 tahun. 

Lamanya waktu di Mekah+Madinah untuk haji plus juga lebih singkat daripada haji reguler. Haji khusus biasanya ngga sampai 1 bulan sedangkan haji reguler biasanya sampai 40 hari. 

Salah satu hotel jamaah reguler


Q : Berapa biaya haji plus?

A : Ada banyak pilihan biro yang menawarkan paket haji plus. Baik berdasarkan hotel di Madinah ataupun Mekah setelah Armuna (Arafah Muzdalifah Mina), bisa juga berdasarkan jenis room yang ditempati, apakah sekamar berdua atau bertiga atau berempat. Haji plus juga tidak disubsidi oleh pemerintah makanya biayanya jauh di atas haji reguler yang disubsidi oleh pemerintah.

Minggu, 21 Juli 2024

Haji dan Cerebritis (2)

 



Akhir tahun kemarin dapat berita bahwa tahun ini nomor porsi haji saya dan suami keangkut. Panik? Sakpole. Sebelumnya di aplikasi terjadwal tahun 2025, jadi begitu dapat berita keangkut tahun 2024, antara nangis sedih panik sekaligus seneng. Suami selalu menguatkan pokoknya kalau Allah sudah mengundang, percaya saja Allah akan beri jalan.


Qadarullah setelah melakukan pelunasan, Februari 2024 saya terkena abses otak. Saat itu saya sadar kalau selama ini saya sombong. Yang saya khawatirkan selama ini adalah anak anak, nanti siapa yang urus bagaimana kalau ngga ada emaknya. Eh dengan gampangnya Allah nunjukin, ngga ada saya pun anak anak masih terurus dengan baik. Sekolahnya, ekskulnya, sampai ke latihan event tahunan sekolah juga Alhamdulillah lancar. Saya kemudian memasrahkan semuanya kepada Allah. Hanya Allah yang Maha Pemelihara, maka saya mohon Ia memelihara saya dan seluruh keluarga saya, termasuk keluarga besar saya. 

Rabu, 10 Juli 2024

Aku dan Cerebritis (1)


 


Dua minggu akhir ini membuat saya kepikiran. Dulu sebelum kena episode vertigo yang udah kek apa rasanya, hidup saya berkutat dari rutinitas. Jam sekian sekian saya harus udah ini, itu, padahal mah IRT aja seputaran rumah doank mobilenya. 

Pagi setelah subuh nyiapin sarapan, bekal, belanja. Setelah anak-anak sekolah, saya masak, beberes rumah, pokoknya dzuhur harus sudah selesai (titik), yang terus menerus saya tekankan saat itu. Jadi nanti abis sholat bisa tiduran sebentar lalu siap jemput sekolah dan berkutat ke perihal kecil printilan lainnya

Sore setelah semua anak pulang, saya jg masih ga jauh jauh dari rutinitas. Mandi, sholat, nyiapin makan malam, ngecekin tugas/ulangan, ngaji daaan seabrek list sampai jam 21.30 waktunya tidur malam.

Saat itu saya dengan sombongnya berpikir, istirahat saya cukup kok, makan juga ya meski sebisanya kemampuan masak tetep saya usahakan ada sayur protein dkk. 

Minggu, 28 Agustus 2022

Pengalaman Perpanjang SIM di Solo

 


Pengalaman memperpanjang SIM di Solo (semi online)


Sehari sebelum tes KIR, saya download dulu aplikasi Simpel Pol di play store. Instal dan ikuti petunjuknya. Ada dua macam soal di sini, penglihatan yaitu tes buta warna dan pendengaran. 

Untuk tes buta warna, sama kayak tes buta warna pada umumnya, ada soal soal dengan bintik bintik warna berbeda menyerupai gambar atau angka. Juga rambu-rambu lalu lintas. 

Untul tes pendengaran, ada lima soal, di antaranya tentang suara mesin nyala-mati, suara kendaraan lewat, dan semacamnya.


Setelah itu upload foto setengah badan dan gigi. Atur jadwal pengambilan hasil tes , kalau di Solo letaknya di dekat Shi Jack Kobar, atau search di map Tempat KIR pembuatan SIM Solo. Pembayaran bisa lewat Link Aja atau tunai saat di lokasi KIR. Jika lewat tunai, sediakan uang pas sebesar 60 ribu rupiah. 

Rabu, 12 Agustus 2020

What They Don't Talk About When They Talk About Love.

 Saat scrolling timeline twitter, saya nemu thread tentang locarno festival ini. Juga tentang cara sewa (akses) film mereka secara free berbekal alamat email saja. Langsung donk saya mark biar suatu saat kalau pingin nonton, saya bisa dengan mudah nemuin threadnya lagi.

Selang sehari, saya nemu thread lagi tentang Nicholas saputra dan film film yang pernah dia bintangi. Memang belum semua sih saya tonton, jadi film film yang belum itu saya tandai, besok besok harus saya cari deh akses buat nontonnya.

Beruntungnya, saat saya keingetan nonton Locarno, ada film yang juga dibintangi Nicsap di situ.



Judulnya What They Don't Talk About When They Talk About Love.

Minggu, 12 Januari 2020

Menginap di Ayom Java Village

Sebenernya udah kali keempat menginap di Ayom Java ini, tapi dasarnya emang males nulis, alhasil baru ada semangat buat reviewnya sekarang. Ayom Java ini beralamatkan di Jl. Gajahan no 8, Colomadu, Karanganyar



Manik Jejantung Room


Saya tahu tentang villa ini dari postingan seorang teman di instagram, begitu melihat private poolnya, wah langsunglah saya tergoda untuk mencari waktu luang dan menginap barang sehari. Toh masih seputaran Solo ini, sudah lama juga ngga staycation bareng anak-anak, pikir saya.



Selasa, 31 Desember 2019

Happy new year!

10 years achievement!
Well i dont think i have good enough achievement to be mentioned at here.
But i admit i must write something about 10 years past.

So let's see.

Tapi saya ngerasa perlu nulis apa aja yang berhasil saya dapatkan dan apa apa yang lolos dari genggaman. Seenggaknya nanti kalau sepuluh dua puluh tahun lagi saya masih hidup, saya bisa mengenang masa satu dekade ini.

Jumat, 02 Juni 2017

Menginap di Hotel Ibis Style Solo




Melanjutkan staycation saya dan para bocah, kali ini kami menginap di Ibis Style Hotel Solo. Kamarnya, seperti biasa, saya nyari yang ada bath tubnya. Ngoahahaha. Dapet di Family Room. Sebenernya udah bolak balik ke Ibis buat ketemuan ama temen dan saudara yang lagi mampir ke Solo, tapi biasanya cuma ketemuan di lobi atau kolam renangnya aja. jadi emang udah lama juga penasaran kayak apa sih rasanya nginep di sini.

Fyi, Ibis ini "gandeng" sama Novotel. Mereka berbagi beberapa fasilitas yang sama, seperti Spa di Novotel dan Kolam renang di Ibis. Jadi semacam saling melengkapi gitu kalik ya.


Saya datang sekitar pukul 14.30 siang, akses parkir ternyata mudah, ada dua tingkat pula, jadi lumayan memuat banyak mobil lah ya. Dari parkiran juga disediakan lift menuju lobi, alhamdulillah, karena kalau jalan kaki bakal kerasa jauh banget. Sampai di lobi ternyata lagi sepi, saya check in dan dipersilakan menunggu karena kamar belum siap. Okelah, saya dan bocah bocah nunggu di sofa sambil melihat lihat sekitar. Kami tunggu 15 menit, masih belum ada informasi lagi, saya mendatangi meja resepsionis lagi. Mereka masih mengatakan bahwa kamar belum siap. Bagaimana belum siap lha kan saya udah pesen jauh jauh hari, yakalik okelah nunggu lama kalau misalnya saya ujug ujug dateng terus baru mesen kamar gitu. Udah mulai kesal donk saya, mana nggak disediain welcome drink pula. Biasanya di Ibis Style kota lain disediakan Welcome drink, padahal. Anak anak juga mulai bosan nunggu. Nah, sekitar hampir jam 15.00-an baru kami dipersilakan menuju ke kamar.

Masuk ke kamar, nuansanya minimalis.
Ada kamar mandi di sisi dekat pintu masuk, susunannya ya seperti kamar hotel biasanya gitu lah ya.
Pendingin ruangannya berkerja dengan baik, mungkin karena ukuran kamar juga kecil, jadi cepet dinginnya. Anak anak selonjoran di kasur sambil nonton tv, sedangkan saya seperti biasa ngider dulu ngecek ini itu.



Di salah satu sisi kamar disediakan meja kursi dan ada sofa pendek yang cukup nyaman ditiduri. Tea bar nya seperti biasa, ada kopi-krim-gula-pemanis-teh dan pemanas air. Ada gula, tapi ngga ada sendok sebiji pun, sis. Saya pikir, mungkin mereka pakai pengaduk sekali pakai. Tapi saya cari cari ternyata juga nggak ada. Bah, saya nanti ngaduk teh pakai apaan? Yah, saya coba berpositif thinking, mungkin karena hotel ini bintang tiga, maka fasilitasnya ya biasa biasa saja. Masalah sendoknya.. ya ngga usah pakai gula lah, biar ngga repot ngaduknya. Oh iya, ada kulkas juga di bagian bawah meja, dan sepertinya ada port LAN untuk akses internet ke laptop. Cuma saya nggak nanya nanya tentang ini sih. Ngga butuh juga, lagian.


Lalu saya nengok ke kamar mandi. Cukupan lah ya, ngga luas amat. Bath tub dan shower jadi satu. Wastafelnya lebar, saya jadi ngebayangin mandiin bayi aja muat di sini mah. Kloset bersih dan tissue juga tersedia. Hanya saja ada gantungan lap tangan, namun nggak ada lap tangannya. Mungkin terlupa atau mungkin memang buat hiasan doank.


Setelah sholat ashar, kami turun ke lobi menuju kolam renang. Pas banget di area kolam lagi sepi. Ada dua kolam renang di sini, satu untuk anak-anak dengan kedalaman 45 cm. Satu lagi lebih dalam dengan kedalaman 1,5 m. Karena ngga ada si ayah, saya cuma berani bawa anak anak ke kolam anak. Airnya tidak terlalu dingin, bersih dan tidak berbau klorin dengan menyengat seperti kolam renang pada umumnya. Lantainya juga tidak licin, si adek asyik aja jalan di dalam kolam tanpa takut tergelincir. Ada kursi untuk bersantai berserta handuk di dekat kolam, sayangnya bingung kalau mau pesan makan karena ngga ada petugas yang nungguin xD


Setelah sekitar sejam berenang, si adek mulai capek, terus kita ganti baju di kamar mandi sebelum naik ke kamar. Ruang ganti di toilet dekat kolam ini agak kurang bersih. Jadi kami buru buru berganti baju dan memutuskan untuk mandi di kamar saja nanti.

Kamar mandi Family Room


Sekitar setelah magrib, kami memesan makan malam melalui layanan kamar. Menu di sini lumayan bervariasi dan tidak terlalu mahal dibandingkan Lor in atau di Royal Heritage. Kami pesan sandwich, nasi goreng serta paket ayam goreng. Minumnya si kakak minta smoothie, sedangkan saya pesan es campur. Nggak sampai sejam pesanan sudah diantar ke kamar. Setelah puas makan, kami tidur dengan pulas.


Paginya, setelah si adek bangun, kami turun mengambil sarapan. Pilihannya nggak banyak, tapi cukuplah buat kami mah. Saya ambil roti dan butter, sayang nggak ada muffin waktu itu. Si kakak ngambil sereal plus susu plus roti tawar. Ada omelet juga yang dibuat sesuai pesanan. Yang saya suka saat sarapan di sini adalah karena spacenya yang luas. Ada banyak kursi dan bahkan sofa bagi tamunya. Tamu tamu kebetulan juga mungkin ya, saat itu tidak ramai, jadi kami bisa dapat tempat duduk dan makan sampai kenyang.


Selesai sarapan sempat saya tawarin renang lagi sih tapi si kakak nggak mau. Dia malah minta pulang aja, alhasil kami beberes lalu check out. Saat mengurus check out, meski lobi saat itu amat ramai, tapi pelayanan mereka sangat cepat. Setelah menyerahkan kunci, kami sudah dapat meninggalkan hotel.

Hmm.. Jadi pengen menginap ke mana lagi kita yaa setelah ini?

Rabu, 24 Mei 2017

Menginap di The Royal Surakarta Heritage Hotel





Waktu kakak liburan seminggu kemarin, si Ayah malah pergi ke luar kota. Alhasil si kakak jadi galau. Tahun kemarin liburan ke Bali (cerita lengkapnya di sini), tapi tahun ini memang udah jauh jauh hari nggak diniatin pergi ke mana mana sih selama Kakak libur.

Karena trend staycation masih menjamur, saya memutuskan mengajak si kakak dan si adek untuk menginap semalam di dua hotel yang berbeda. Hitung hitung sambil membunuh waktu nungguin ayah mereka balik ke Solo. Tadinya saya pikir karena Solo ada banyak hotel, nggak akan susahlah milih hotel yang nyaman buat anak anak. Eh ternyata saya salah donk. Ada banyak pilihan hotel, tapi sebagian besar hotel hotel singgah gitu, yang minimalis, yang untuk orang kantoran, bukan untuk liburan.


Senin, 03 April 2017

Menginap di Istana Ombak Pacitan

View from Istana Ombak Pacitan



Sebelumnya sih saya bingung juga, mau nginep di mana kalau ke Pacitan. Iya sih di pantai Teleng Ria ada banyak penginapan. Demikian pula di Pantai Klayar. Tapi kami sepasukan sukanya tempat yang ngga terlalu rame dan fasilitasnya memuaskan. Apalagi kalau bisa dapet view langsung ke pantai, wah mau banget.

Nah, saat browsing itulah terus nemu Istana Ombak ini. Dilihat lihat dari webnya kayaknya kok asyik banget. Istana Ombak ini juga terkenal di kalangan para surfer, karena memang Ombak di WatuKarung cukup tinggi pada bulan bulan tertentu. Alhasil banyak surfer mancanegara yang kemari.
Setelah dari Klayar (cerita di postingan sebelumnya), kami langsung menuju WatuKarung. Modal google maps doank sama gps (gunakan penduduk sekitar) :))
Masuk dari pintu retribusi Pantai Watu Karung, kita akan menyusuri perkampungan penduduk. Gang menuju penginapan dimulai dengan gang menuju Desa Limasan, setelah itu ada gang dengan Gapura menuju ke Istana Ombak.

Minggu, 02 April 2017

Pantai Klayar Pacitan

Libur kejepit pas nyepi kemarin, saya dan pasukan liburan ke Pacitan. Pantai di Pacitan juga terkenal cakep cakep, apalagi ombaknya yang tinggi sehingga jadi tujuan para surfer. Perjalanan Solo-Pacitan kira kira butuh waktu empat jam, karena kita iring iringan dan nyetirnya juga nyante. Pleus, di beberapa titik di Wonogiri, jalannya cukup rusak sehingga perlu hati hati.

Pantai Klayar Pacitan


Tujuan pertama kami adalah Pantai Klayar. Konon pantai ini pemandangannya bagus dan asyik buat liburan. Sialnya, waktu kami ke sana, gerimis turun dan kayaknya malah habis hujan. Alhasil tanah pada becek, bèlok malahan, licin dan susah buat jalan. Udah gitu parkirnya juga jauh dari pantai. Kita pake ngojek dulu, cyin, buat ke pantai. Karena parkirnya di bagian atas tebing, sedangkan kalau ke pantai harus jalan ke bawah. Sebenernya jalan rayanya sih sampai ke pantai, tapi ditutup padahal menurutku masih ada lahan kosong untuk parkir.


Rabu, 01 Maret 2017

Yang Dibawa Saat Umroh Bersama Anak





Alhamdulillah saya sekeluarga berkesempatan untuk pergi berumroh. Tentu saja dengan membwa dua orang anak, bawaan saya jadinya mayoritas menyesuaikan kebutuhan para pasukan kecil. Berikut beberapa tips dan daftar yang bisa mama masukkan juga ke dalam daftar bawaan untuk umroh.

Senin, 27 Februari 2017

Pengalaman Terbang dengan Qatar Airways




Sebelum berangkat umroh, seperti emak emak gaul lainnya, saya sibuk berselancar di internet mencari tahu tentang pengalaman terbang dengan Qatar Airways terutama bersama anak-anak. Sedihnya, saya nggak menemukan banyak postingan tentang hal ini. Kebanyakan hanya membahas secara garis besar bagaimana persiapaan umroh sebelum dan saat sampai di Mekah sana. Jadi mumpung saya inget, postingan ini saya buat selain buat memori si kakak dan adek kelak, juga agar ada manfaatnya buat emak emak yang bakal terbang dengan maskapai ini.

Penerbangan kemarin kita naik Qatar Airways, CGK-DOH selama kurang lebih tujuh jam perjalanan lalu lanjut DOH-JED kurang lebih dua jam perjalanan. Fasilitasnya kurang lebih sama, kecuali jumlah makan yang dibagikan. Pesawatnya jenis Dreamliner dengan jumlah seat 3-3-3. Karena saya belum pernah naik pesawat lain ke luar negeri, jadi saya ngga bisa ngasih perbandingan room atau kursi yang tersedia.

Senin, 05 September 2016

7 Tips Memasak Bersama Anak







Memasak bisa menjadi kegiatan yang memancing rasa ingin tahu si kecil. Ia mungkin penasaran, apa saja sih yang Emak lakukan di dapur sehingga bisa menghasilkan makanan yang enak. Apalagi kalau ia memang secara langsung bertanya kepada Emak apakah ia boleh membantu Emak memasak di dapur. Meski dapur penuh dengan peralatan berbahaya, bukan tak mungkin lho Ma, untuk mengajak anak memasak bersama Emak. Tapi perhatikan hal berikut ya, agar memasak menjadi hal yang menyenangkan bagi Emak dan si kecil. 

1.      Temukan resep yang tepat

Ada banyak resep masakan apalagi kalau Emak cari di internet, tapi bagaimana cara memilih salah satu yang bisa dikerjakan bersama si kecil? Nah, Emak perlu menyesuaikan usia dengan tingkat kesulitan serta bahaya bagi si kecil. Jika anak Emak belum berumur 6 tahun, ada baiknya menggunakan resep yang sangat sederhana. Seperti membuat puding atau es loli. 

Selain menyesuaikan dengan usia, Emak juga harus menyiapkan peralatan memasak serta bahan-bahannya. Beri pengertian juga kepada anak, benda mana saja yang berbahaya dan harus hati-hati saat menggunakannya.

Selain itu, Emak juga harus mencari resep di internet yang sudah pernah dicoba oleh pengunggahnya, bukan sekadar tulisan belaka. Bagaimana mengetahuinya? Biasanya nih, Mak, resep yang sudah pernah dicoba akan disertakan berbagai tips dan saran seputar cara memasaknya. Ada lagi yang menyertakan bahan atau peralatan lain sebagai pengganti perlengkapan memasak yang sulit didapatkan. 

      2.      Berantakan itu seru
Memasak dengan si kecil mau tak mau pasti akan berantakan. Tapi Emak tak perlu khawatir atau marah-marah. Beri pengertian serta beri contoh agar si Kecil mengikuti tindakan Emak. Misalnya selalu mengingatkan si kecil untuk menjaga kebersihan tangan saat mengolah adonan dengan cara mengajaknya mencuci tangan. Bisa juga memberi contoh dengan meletakkan peralatan yang tak lagi terpakai ke bak cuci piring. Bersih-bersihnya nanti saja, Mak, kalau masakannya sudah siap, sudah dicicipi dan anak senang.  


3.      Santai saja, Ma
Saat memasak bersama Si kecil, Emak tak perlu pasang target harus selesai dalam waktu sekian jam. Tak perlu juga memasak terburu-buru sehingga bukannya menjadi acara memasak yang menyenangkan alih alih malah menjadi penuh tekanan. Diperlukan kesabaran serta banyak senyum manis, Mak, saat memasak bersama si kecil. Nikmati saja setiap detiknya.

4.      Ajak obrol anak
Saat memasak bersama si kecil, Emak bisa mengobrol dengannya. Bertanya seputar aktifitas si kecil saat Emak tak ada, misalnya, saat di sekolah atau saat ditinggal Emak bekerja. Atau Emak juga bisa sambil memberi tahu bahan-bahan yang digunakan untuk memasak saat itu. Lebih seru lagi kalau si kecil mau bertanya macam-macam kepada Emak. Nah sambil mengobrol akan tercipta ikatan yang lebih kuat dan akrab antara Emak dan si kecil deh. 

   5.      Beri kepercayaan pada anak
Saat memasak, pasti akan timbul rasa ingin tahu yang besar dari si kecil. Ia pasti ingin ikut membantu dan berperan dalam membuat masakan bersama Emak. Karena itu, beri si kecil tanggung jawab sesuai kemampuannya, Mak. Emak bisa menugasinya mengayak tepung, menuang air, mengocok telur, dan berbagai kegiatan lainnya. Dengan penugasan tersebut, si kecil akan merasa bangga dan lebih percaya diri. Jika si kecil keliru melakukan sesuatu, jangan dibentak ya, Mak, karena bisa jadi dia malah kapok untuk memasak lagi. Tegur saja dengan halus sambil memberi contoh yang benar. Anak adalah peniru yang handal, lho, Mak. 

6.      Anak belajar hal baru
Sebagai penyerap informasi, si kecil akan belajar banyak hal dari memasak bersama Emak. Selain mengetahui berbagai bahan, alat serta kegunaannya, si kecil akan belajar tentang proses mengolah suatu bahan menjadi santapan yang lezat. Dengan begitu ia akan belajar untuk bersabar karena langsung turun tangan dalam mengolahnya. Nah, hal ini juga berlaku untuk melatih kesabarannya dalam kegiatan sehari-hari, lho, Mak.

7.      Jadikan memasak sebagai hal yang menyenangkan
Emak mau selfie dengan si kecil saat memasak? Silakan saja. Emak mau menyolek muka si kecil dengan krim kue, lalu tertawa terbahak-bahak berdua di depan kaca? Pasti asyik. Saat di dapur, jadikan memasak sebagai hal yang menyenangkan. Memasaklah tanpa ada tekanan bahwa masakannya harus sukses. Memasaklah dengan penuh cinta dan kebahagiaan, dan jangan lupa abadikan dengan kamera, ya, Mak! Ini bisa jadi salah satu momen berharga yang kelak akan diingat si kecil dan Emak saat ia dewasa.

Bagaimana, Mak? Yuk, coba memasak bersama si kecil!




 

Minggu, 21 Agustus 2016

Menyelam di Bali Odyssey Submarine





Pagi pagi sekitar jam 9 saya sekeluarga dengan Pak Komang langsung menuju spot diving milik Odyssey. Kebetulan tidak terlalu jauh dari penginapan, sekitar sepuluh menit berkendara. Sesampai di lokasi parkir, kami masih harus berjalan kaki menuju "markas" Odyssey ini. Terus setelah bernegosiasi sebentar dengan mbak-mbak dan mas-mas dari Odyssey nya, kami beruntung masih mendapatkan tempat.

Ternyata sebenarnya kalau mau diving di Odyssey ini, kita harus melakukan reservasi dulu. Tapi saat hari itu kebetulan penumpang tidak terlalu banyak sehingga kami bisa ikut di pemberangkatan pertama. Jumlah maksimal penumpang dalam sekali penyelaman adalah 36 orang dengan waktu penyelaman selama 45 menit sampai ke kedalaman 35 m di bawah permukaan laut.

Sambil menunggu kapal kecil yang akan membawa kita ke kapal selam yang terletak agak di tengah, kita disuguhi welcome drink. Sekitar pukul sebelas, perahu datang menjemput dan kami berangkat menuju kapal selam. 





Berfoto sebentar di atas kapal selam, kemudian kami satu persatu masuk ke dalamnya. Di dalam kapal, ada kursi empuk yang memang disediakan untuk penumpang saat menikmati pemandangan. Ada banyak jendela bundar berukuran besar di sisi kapal. Kru kapal ada beberapa, terdiri dari seorang nakhoda, seorang pemandu dan beberapa asisten yang membantu. 

Si Kakak puas potoin Ikan

Kapal melaju, di dekat ruang kemudi terletak alat penunjuk kedalaman yang akan memberi tahu kita sudah berapa kaki kapal tersebut menyelam ke bawah laut. Kita bisa menikmati pemandangan istimewa dari balik jendela. Ikan ikan kecil, karang karang, ada juga pemandangan kapal yang karam. Saat di kedalaman tertentu, akan ada salah satu penyelam yang mendekati jendela kapal sambil membagikan makanan ke ikan sehingga kita dapat melihat segerombolan ikan datang dekat dengan jendela kapal. Seru!

Ikan-ikan ayo ke sini!


Setelah acara penyelaman selesai, kita akan dijamu dengan makan siang ala prasmanan. Ada makanan laut, buah-buahan, dan bisa makan sampai kenyang.

Harga tiket Odyssey adalah sebesar Rp. 650.000,- untuk dewasa, Anak-anak 5-13 tahun sebesar Rp. 490.000,- dan anak anak di bawah 5 tahun sebesar Rp. 180.000,-. Ini sudah termasuk asuransi, biaya antar-jemput kendaraan AC dari titik kumpul (di Jimbaran) menuju tempat penyelaman (Amuk-Bay, Karangasem), welcome drink, makan siang buffet (halal), sertifikat menyelam, dan loker untuk menaruh barang saat kita tinggalkan menyelam.





Buat saya jika dibandingkan dengan menyelam secara konvensional alias basah-basahan, jelas lebih asyik dan aman ini, terutama untuk keluarga yang memiliki anak-anak. Baik si Kakak maupun Adek bisa ikut menikmati pemandangan bawah laut. Aman, karena nggak perlu khawatir terbawa arus seperti menyelam langsung. Nggak luka-luka kena karang, nggak susah payah kalau mau lihat ikan. Tapi memang ada kekurangannya sih, selain harganya yang cukup mahal, kepuasan yang muncul saat kita melihat ikan juga jadi beda. Kalau kita menyelam beneran, ngeliat ikan seliweran gitu puas dan seneng banget karena memang kadang mereka sulit ditemukan. Ikannya juga nggak begitu variasi, tapi kalau buat anak-anak mah udah pada seneng banget.

Tips untuk menyelam dengan Kapal Selam :

1. Bawa tas kecil selain Ransel, karena saat menyelam, hanya barang-barang penting yang boleh dibawa. 
2. Jika membawa anak kecil, siapkan mainan dan cemilan agar mereka tidak bosan di dalam kapal selam, soalnya kadang ada saat tertentu di mana ikan-ikan berhenti berseliweran.
3. Bawa baju ganti.
4. Yang paling penting, bawa kamera. XD
5. Gunakan pelampung sesuai aturan keselamatan, meski saat di dalam kapal selam, pelampung boleh dilepaskan.


Gimana? Penasaran pengen nyoba menyelam dengan kapal selam juga? Yuk ke Bali!