Rabu, 01 Maret 2017

Yang Dibawa Saat Umroh Bersama Anak





Alhamdulillah saya sekeluarga berkesempatan untuk pergi berumroh. Tentu saja dengan membwa dua orang anak, bawaan saya jadinya mayoritas menyesuaikan kebutuhan para pasukan kecil. Berikut beberapa tips dan daftar yang bisa mama masukkan juga ke dalam daftar bawaan untuk umroh.



1. Pakaian ganti, sesuaikan musim ya, ma. Saya kemarin berangkat di bulan Februari, saat cuaca masih sejuk dan tidak terlalu panas. Jadi bawaan yang saya banyakin ya yang untuk suasana dingin. seperti celana panjang untuk si kecil, kaos kaki berpasang pasang, jaket, syal, sarung tangan, juga jilbab ganti untuk si kakak.

2. Makanan. Apapun yang biasanya si kecil doyan, siapkan aja daripada nanti dia ngga cocok dengan makanan di sana. Kecap, abon, dan muffin adalah beberapa hal yang saya bawa kemarin.

3. Minuman. Saya bawa Energen, karena kakak ngga terlalu doyan susu lagi. Sedangkan untuk si adek, saya bawa susu UHT stok untuk 12 hari, saya bagi ke dalam tiga kardus dalam tiga koper.

4. Obat obatan. Saya agak parno untuk obat obatan karena khawatir dengan musim yang berbeda di sana daripada di indonesia. Untuk daftarnya, saya menyiapkan obat flu, batuk, obat diare, demam, kompres demam, masker, obat radang si kakak, obat sakit gigi, plester, antimo, vitamin C sampai stimuno saya bawa. Jangan lupa sediakan minyak telon dan minyak kayu putih yang ukurannya paling kecil di saku atau tas yang mudah diambil buat jaga jaga di kendaraan.

5. Mainan anak. Kalau mainan dari besi dan ukurannya besar atau jumlahnya banyak, kayak hot wheels satu kotak gitu, masukin aja ke koper. Waktu di Jeddah kemarin tas saya yang berisi hot wheels ini sempat discan sampai tiga kali sama petugas bandaranya. Lolos juga sih, tapi ya tetep aja bikin lama antrian.

6. Guling atau perlengkapan tidur favorit anak juga jangan lupa bawa cadangannya. Siapkan juga  mainan untuk digunakan saat penerbangan, syukur syukur kalau ada inflight entertainment. Tapi kalau ngga, kita kudu semangat nenangin mereka selama perjalanan berlangsung.

7. Botol minum, sendok, garpu, piring atau mangkuk cadangan. Masuk koper, gunanya kelak di hotel. Oh ya, saya juga bawa heater untuk merebus air, karena ngga yakin di kamar disediakan atau tidak. Alhamdulillah ini berguna banget, lumayan buat bikin bikin teh atau nyeduh mi karena di kamar baik di hotel Madinah atau Mekah ngga disediaiin heater.

Betapa besarnya ransel saya XD

8. Tas ransel. Sebagian orang hanya menyarankan untuk membawa tas kecil untuk menaruh sandal/ alas kaki. Tapi kita kan bawa bocah, peralatan 'perang'nya jelas segambreng meski tujuannya hanya sholat lima waktu seperti biasa. Setiap saya mengajak si kecil dan kakaknya untuk sholat, saya harus bawa sajadah (karena sebagian besar tempat sholat belum beralaskan karpet), mainan agar dia tenang saat kita sholat, ponsel (kadang juga dimainin dia), makanan, minuman, juga uang, daan tempat sandal. Awal awalnya sih saya bawa tas jinjing biasa. Tetapi orang-orang di Mekah yang jauh lebih banyak dan ramai daripada di Madinah, membuat saya memutuskan tas ransel lebih nyaman dipakai. Saya bisa menggendong si kecil, menggandeng si kakak dan tas tersembunyi aman di balik jilbab saya.  


Untuk printilan lain seperti mi gelas, tissue, tissue basah, kantong plastik dan lain sebagainya, bisa juga bawa sedikit dari rumah. Nanti sampai di hotel, tanya tanya supermarket gitu untuk berbelanja kebutuhan selama di sana. Alhamdulillah di Madinah dan Mekah kemarin ngga susah nyari makanan, asal mau jalan aja keliling keliling buat nyari. Ada KFC, dunkin Donuts dan starbucks juga di Madinah, dekat  dengan masjid Nabawi. KFC dan Dunkin dekat pintu 22, sedang Starbucks saya lupa dekat pintu berapa. Kalau di Mekah kemarin pas hotel saya di seberang mall, jadinya bisa nyari banyak kios makanan yang variasi di food court. Ada yang ala India ada juga yang ala Malaysia, harganya juga variasi, biasanya dari SR 5 untuk satu menu.

Yang pasti kuatkan tekad dan semangat Mama saat mengajak si kecil untuk beribadah. Tapi juga jangan terlalu memaksanya. Pastikan si kecil juga enjoy terhadap perjalanan ini, agar ia punya pengalaman yang berkesan dan bisa diingat kelak ketika dewasa.
Selamat beribadah, Ma, semoga umrohnya Maqbullah!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar