Sabtu, 26 September 2009

-pelajaran itu-

Tuhan, Kau ajarkan begitu banyak pelajaran untukku melalui mereka orang-orang terdekatku.

Kau ajarkan keikhlasan melalui sosok wanita yang melahirkanku. Kau ajarkan padaku melaluinya bagaimana caranya mengikhlaskan semua kebahagiaan yang ia punya. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana caranya mengikhlaskan semua penyakit yang dideritanya. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana caranya mempertaruhkan nyawa dengan memberikan satu kebahagiaan baru untukku dan ayahku. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana caranya mencinta tanpa perlu meminta. Mencinta tanpa perlu memaksa, mencinta dengan ikhlas menerima.

Tuhan, Kau ajarkan padaku arti kesabaran melalui ia, sosok Ayahku tersayang. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana caranya bersabar dengan kehilangan separuh jiwa miliknya untuk selamanya. Kau ajarkan padaku melaluinya bagaimana caranya bersabar ketika tanduk keluarga seluruhnya tertumpu padanya. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana caranya berkorban demi membahagiakan orang-orang terkasihnya. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana tegarnya ia, saat seluruh keluarga besar mengucilkannya. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana pahit manis sesungguhnya jalan kehidupan yang sesungguhya.

Tuhan, Kau ajarkan padaku arti kesetiaan melalui ia, sosok Mamaku. Kau ajarkan padaku melaluinya bagaimana caranya tetap setia pada ayahku, saat berbagai ujian menerpa kehidupannya. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana caranya tetap mencinta, saat banyak godaan mulai menerpa. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana besar pengorbanannya untuk setia menjaga ayahku yang sendirian di sana. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana caranya agar tetap bermimpi, tak begitu saja menyerah pada takdir dunia. Kau ajarkan padaku melaluinya, bagaimana tetap mengabdi, tulus mengabdi, walau samudera peluh senantiasa memeluknya.

Tuhan, Kau ajarkan padaku tentang pentingnya berharap dan bermimpi yang tinggi melalui garis-garis kecil liku kehidupanku. Kau ajarkan padaku bagaimana caranya untuk tidak menyerah pada kenyataan dan tetap terus berharap sesuatu yang baik akan terjadi. Kau ajarkan padaku, bagaimana caranya menghadapi sejumlah kekecewaan hati dan aku masih mampu tetap tegar berdiri. Kau ajarkan padaku bagaimana arti persahabatan itu, melalui mereka, yang datang satu demi satu ke dalam ruang kosong dalam hatiku. Kau ajarkan padaku untuk tetap menerima dengan tulus hati, sepahit apapun keadaan yang terjadi.

Dan kini Kau ajarkan kembali padaku, tentang bagaimana seharusnya menempatkan hati, tentang bagaimana sebaiknya menata ruang hati, tentang bagaimana seharusnya aku jatuh hati. Kau ajarkan padaku, kini, tentang pelajaran-pelajaran yang kau berikan melalui mereka, Bunda, Ayah, dan Mama. Dan aku tahu, jika mereka mampu melalui pelajaran itu, maka aku juga mampu melaluinya, dengan bekal tulus Cinta dan Ridlo dari-Mu, Tuhan.

Tuhan, terima kasih atas pelajaran yang sangat besar ini…

-Solo-
Saat Aku mengingat mereka, sosok indah dalam hidupku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar