Rabu, 16 September 2009

aku

Hari ini, beberapa kejadian yang aku alami menyadarkanku, bahwa aku tak pernah bisa jadi sempurna. Jangankan sempurna, aku bahkan belum bisa menjadi sosok Alvina yang baik. Sosok Ibu yang baik, sosok Mahasiswa yang baik, dan sosok isteri yang baik.
Manusia memang tak ada yang sempurna, karena hanya Tuhan lah Yang Maha Sempurna.
Mungkin aku pernah secara tidak sengaja mendzalimi seseorang, menyakiti hati dan perasaan seseorang, baik ku sadari maupun yang ternyata luput dari pandanganku, yang terbatas karena aku juga manusia biasa. Mungkin ada beberapa pihak yang tersakiti karena keegoisanku, kesombonganku, kepribadianku, maupun perkataanku.
Tentu terbersit rasa sesal dalam hatiku, karena ternyata aku masih jauh dari pribadi Muslimah yang tangguh, yang tak pernah mengeluh, yang pribadinya selalu menyenangkan hati orang yang mengenalnya. Jauh, aku masih jauh dari kategori wanita idaman itu. Tapi toh tak ada gunanya terpuruk dalam penyesalan yang berkepanjangan. Karena ada detik-detik berikutnya yang masih harus kita jalani, masih ada kesalahan yang harus kita perbaiki, masih ada noktah yang harus disucikan.
Ampuni aku, Tuhan. Atas segala salah dan dosaku yang telah kubuat, kutoreh, kunodai hati suci yang dulu Kau berikan padaku.
Maafkan Bunda, Nak. Bunda masih belajar menjadi sosok Ibu yang sesungguhnya
Maafkan Bunda, Ayah. Bunda masih tertatih menjadi qurrota ‘ain untukmu
Maafkan aku, Sahabat. Karena aku masih belajar menjadi manusia, sama seperti kalian
Maafkan aku, Dik. Karena ternyata, Kakakmu ini masih jauh dari Kakak yang bisa kau jadikan pelabuhan sedihmu..
Dan untuk kalian, yang tanpa sengaja pernah kusakiti, yang mungkin sengaja kusakiti hati. Maaf yang sebesar-besarnya. Maafkan kebodohanku menyakiti kalian..

-Solo-
Saat ternyata kusadari, ada banyak hal yang perlu dikoreksi dari diri sendiri, sebelum kukoreksi pribadi orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar