Kamis, 07 Januari 2010

Migrain dan wanita

Migrain adalah sakit bagian kepala yang biasanya ditandai dengan peringatan sensorik seperti titik-titik buta, mual, muntah dan peningkatan sensitifitas suara dan cahaya. Rasa sakit pada migrain bisa terjadi dalam beberapa jam saja namun ada juga yang sampai berhari-hari.

Tiga dari empat orang yang mengalami migrain atau sakit kepala sebelah adalah perempuan. Kenapa perempuan lebih sering kena migrain ketimbang laki-laki?Migrain yang terjadi pada wanita seperti dilansir womenhealth, umumnya pada usia 20 sampai 45 tahun. Bahkan ada yang kena migrain ketika mulai haid dan masa menopause.Para ahli menyebutkan ada hubungan antara migrain dan fluktuasi hormon estrogen perempuan.

Sakit kepala migrain disebabkan oleh kombinasi dari pembesaran pembuluh darah dan melepaskan zat-zat kimia dari sel-sel saraf yang melilit sekitar pembuluh darah tersebut.Selama sakit kepala, arteri membesar yang terletak pada bagian luar tengkorak di bawah kulit pelipis.

Ini yang menyebabkan zat kimia dilepaskan yang mengakibatkan radang, sakit kepala dan pembesaran arteri, seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

Migrain menyebabkan sistem saraf merespon mual, muntah dan diare. Respons lainnya akan berpengaruh ke usus kecil yang akan mempengaruhi penyerapan makanan, menurunkan sirkulasi darah yang menyebabkan tangan dan kaki menjadi dingin serta meningkatkan sensitifitas terhadap cahaya dan suara.

Ada beberapa pemicu yang potensial menimbulkan migrain yaitu:
reaksi dari alergi, suara keras,
cahaya terlalu terang,
stres emosional dan fisik,
perubahan pola tidur,
tidur yang tidak teratur,
terkena asap rokok,
melewatkan makan atau berpuasa,
alkohol,
sirkulasi menstruasi yang tidak teratur,
hormon yang fluktuatif selama menopause,
makanan yang mengandung tyramine seperti anggur merah, hati ayam, ikan asap, beberapa kacang-kacangan, monosodium glutamat (MSG)
makanan yang mengandung nitrat seperti lemak babi, hot dog dan semacam sosis.


The Internasional Headache Society merekomendasikan 'rumus 5, 4, 3, 2, 1' untuk mendiagnosis apakah Anda terkena migrain yaitu:

Terjadi 5 kali atau lebih serangan.
Durasinya bisa 4 jam sampai 3 hari.
Setidaknya ada 2 daerah sepihak yang mengalami sakit, membuat keadaan memburuk atau menghambat aktifitas.
Minimal ada 1 gejala tambahan seperti mual, muntah, sensitif suara dan cahaya.


Untuk mendiagnosisnya bisa dilakukan beberapa tes seperti :
electroencephal computed tomography (CT),
magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengetahui penyebabnya.


Migrain berasal dari bahasa Yunani yang diambil dari kata hemikkrania, yang artinya sakit kepala pada satu sisi. Penyakit ini bisa datang secara tiba-tiba dan kemudian hilang dengan tiba-tiba pula. Banyak orang mengira migrain hanya menyerang di satu sisi kepala baik kiri maupun kanan, padahal penyakit ini bisa juga menyerang kedua sisi.

Di kepala, migrain terjadi jika arteri yang menuju ke otak menjadi sempit karena konstriksi atau mengerut, kemudian melebar (dilatasi), yang akan mengaktifkan reseptor nyeri di dekatnya. Belum diketahui pasti penyebab pembuluh darah tersebut menjadi melebar atau mengerut. Namun, kadar serotin atau bahan kimia yang berperan dalam komunikasi sel saraf yang abnormal rendah bisa memicu terjadinya konstriksi pembuluh darah. Penderita akan mengalami nyeri kepala berdenyut yang disertai dengan rasa mual dan ingin muntah, atau sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan.

migrain, dapat dibedakan menjadi dua golongan. Pertama, migrain biasa atau migrain tanpa aura, kebanyakan penderita migrain masuk dalam kategori ini. Ciri utama migrain ini ditandai dengan nyeri kepala berdenyut di salah satu sisi dengan intensitas yang berat dan semakin parah pada saat melakukan aktivitas sehari-hari.

“Migrain ini dapat disertai dengan mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, suara dan bau. Sakit kepala akan sembuh dengan sendirinya tanpa diobati dalam waktu 4 sampai 72 jam,” Kedua, migrain klasik atau migrain dengan aura, pada jenis ini migrain biasanya didahului dengan gejala yang dinamakan dengan aura (gejala awal). Gejala aura biasanya terjadi dalam waktu 30 menit sebelum serangan migrain terjadi. “Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis bergelombang, cahaya terang, bintik-bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Gejala yang lain adalah rasa geli atau kesemutan pada tangan,”

Untuk menghindari agar tidak terkena migrain, disarankan untuk mengenali dan menghindari faktor pemicu seperti kelelahan, terlalu banyak tidur, perubahan tekanan udara, berada di tempat yang tinggi, kondisi stres, dan nikotin dari rokok.


http://harianjoglosemar.com/berita/migrain-lebih-sering-menyerang-wanita-5019.html
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/m-genetics/1917742-perempuan-lebih-sering-kena-migrain/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar