Rabu, 27 Januari 2010

Jari manis dan Telunjuk

Tadi pagi saya nonton BBC, How to build a human judulnya. Isinya menceritakan tentang pengaruh kromosom X dan Y pada tubuh kita, dan bagaimana pengaruh hormon testosteron terhadap panjang jari manis. Yang pertama dijelaskan, saya agak gak mudheng untuk menceritakannya lagi. Maklum, bukan bidang yang biasa saya tekuni.

Begitu mbahas yang kedua, sebenernya juga gak begitu mudheng. Tapi begitu tau ternyata ada hubungan antara hormon testosteron dengan panjang jari manis, saya langsung ngamatin jari tangan saya. Di acara itu disebutkan, pria biasanya memiliki jari manis lebih panjang daripada telunjuk, sedang wanita sebaliknya. Padahal.. jari manis saya lebih panjang dari pada jari telunjuk.. (wahh.. lha kok kaya cowok, pikirku)

Alhasil saya coba survey dengan nanya ke teman teman via sms, ternyata yang cowok semuanya bilang yang manis lebih panjang daripada telunjuk, sedang yang cewek, kebanyakan bilang yang manis juga lebih panjang daripada telunjuk. Ada juga sih yang perempuan yang bilang hampir sama panjangnya, tapi ga ada yang bilang dengan pasti bahwa jari telunjuknya lebih panjang daripada jari manis. (wah.. jangan jangan memang gak ada yang jari telunjuknya lebih panjang daripada jari manis ni..)..

Sedikit terhibur, oke, berarti saya gak anomali. Lha temennya banyak. terus saya coba browsing ke internet, nyari hubungan logis antara testosteron dengan otak dan jari, dan saya dapet..

Ternyata :

Anak-anak dengan jari manis lebih panjang dibandingkan dengan jari telunjuk cenderung memiliki nilai matematika yang lebih tinggi daripada skor verbal pada ujian masuk perguruan tinggi, sementara anak-anak dengan rasio panjang jari sebaliknya cenderung memiliki lebih nilai tinggi pada membaca dan menulis, atau lisan, dibandingkan nilai matematika.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa tingkat hormon testosteron dan estrogen di dalam rahim dapat merefleksikan wilayah otak yang lebih berkembang daripada yang lain, kata psikolog Mark Brosnan dari University of Bath. (British Journal of Psychology)

Paparan testosteron dalam rahim dikatakan untuk pembangunan wilayah otak sering dikaitkan dengan kemampuan spasial dan matematika. Hormon yang membuat jari manis lebih panjang. Estrogen melakukan hal yang sama untuk wilayah otak yang berhubungan dengan kemampuan verbal dan cenderung untuk memperpanjang jari telunjuk daripada jari manis

http://www.livescience.com/health/070522_finger_sats.html

Mungkin hormon testosteron yang berlimpah menjadikan sesorang lebih berenergi, lebih berani dan lebih efisien. Jadi.. ya makanya temen temen perempuan yang saya survey hasilnya gak ada yang telunjuknya lebih panjang. Lha wong semuanya tipe2 orang energik yang ga ada diemnya.. .. hehehhh..^^V .. udah gitu saya juga mungkin ngambil sampel survey terlalu sedikit..


Jadi.. yang bisa saya simpulkan adalah.. kalo jari manis anda lebih panjang daripada telunjuk, maka kecenderungan kemampuan berpikir anda lebih ke arah spasial dan matematika.. ^^

-Solo-
Saya gak cowok banget kookk..^^V

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar