Kamis, 11 Juni 2009

Mentari

Dan aku bertanya kepadamu, Siang
Mengapa seringkali kau sakiti aku?
Mengapa tak kau hilangkan saja aku dari kehidupanmu

Dan Ia hanya terdiam
Tak satu patah kata terucap dari mulutnya
Dan Ia hanya tersenyum picik seraya berbisik
Kau milikku, tak kan pernah kulepaskan dirimu
Sekalipun kau merasa aku menyakitimu
Kau tak akan bisa lari dariku

Lalu aku berkata kepada Malam
Jangan kau tinggalkan aku
Miliki aku, wahai Malam
Aku membutuhkanmu
Untuk menaungi lelah dan penatku
Untuk menemani mimpi-mimpiku

Dan Malam hanya tersenyum
Seraya Ia berkata
Aku akan selalu menghapus lelahmu, kekasihku
Aku akan selalu ada disisimu
Tapi aku tak bisa memilikimu
Karena kau adalah milik Sang Siang
Dan aku hanya boleh memiliki bayangmu..

Lalu aku berteriak,
Marah..
Karena aku tak boleh memiliki Ia kekasihku
Karena aku harus menerima jalan hidupku

Tidak..
Aku tak mau terpatri disini sendiri
Tanpa memiliki Ia yang kukasihi
Aku ingin lari
Sekalipun itu berarti aku mati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar