Kamis, 18 Maret 2010

Perempuan dan Lelaki bintang

Malam semakin larut, desau angin dan gemerisik daun masih terdengar dengan jelas. Pagi ini masih sepi, bahkan masih belum bisa disebut pagi. Masih pukul 2 dini hari, masih banyak yang terlelap dalam mimpi. Tapi sedari tadi, Aya masih belum bisa memejamkan mata. Kantuknya menguap seketika diserang mimpi buruk yang menghantuinya. Setelah tersadar ia tak mampu tidur lagi, mencoba mengingat mimpi buruknya tapi tak juga diingatnya. Akhirnya Ia memutuskan naik ke loteng rumah, biasanya dengan melihat langit malam hari, Aya merasakan ketenangan dan kedamaian yang sangat, tak jarang mampu melelapkannya lagi ke alam mimpi.

Perlahan ia menaiki undakan tangga sambil memakai jaket dan mengambil buku hariannya, teman yang benar-benar menemani hidupnya selama ini. Sesampai di loteng ia menyalakan lampu dan mulai bercerita pada buku hariannya.

Rabu, 17 Maret 2010
Dear Diary, hari ini hari yang melelahkan. Seharian tadi aku dan Danny harus berkutat dengan rancangan majalah edisi depan. Sebenarnya semua sudah disiapkan, tapi ternyata Mbak Ary nggak suka sama desain sebelumnya. Alhasil, harus dirombak total, dan masih harus dikejar deadline besok siang. Masih perlu finishing, tapi aku udah nggak sanggup lagi, jadi terpaksa Danny yang mbawa pulang itu bahan. Udah gitu nyampe rumah, pinginnya terlelap ampe pagi Eh malah mimpi buruk. Sialnya, aku juga gak bisa ingat mimpi apaan yang membuat tidur nyenyakku hancur berantakan.
Yach, setidaknya aku masih bisa menikmati bintang malam ini. Kau tahu bukan, aku sukaaaa sekali sama langit malam dan isinya..
*Udah ah, mau pacaran dulu ama langit malam. Biasa, jomblo begini emang paling asyik kalo pacaran ama bintang, gak repot. Hehehhh.. ^^


Setelah menutup buku hariannya dan mematikan lampu, Aya bersandar di kursi malasnya yang memang sudah diletakkan di loteng sejak dulu. Sejak kecil, Aya sudah suka sekali sama benda langit, bintang, planet, bulan dan kawan-kawannya. Langit cerah sekali malam itu, setelah sempat diguyur hujan tadi sore. Ada banyak sekali bintang bertaburan di langit, entah berapa jumlahnya yang pasti banyak sekali, kayak biji wijen di kue onde onde kesukaanya.

Sewaktu asyik mengamati langit, ternyata ada bintang jatuh yang menerangi langitnya. Setengah tersadar (karena kayaknya udah mulai mengantuk) bintang itu meluncur turun ke lotengnya. Shock dan hampir berteriak, Aya kemudian tersadar bahwa ini mungkin hanya mimpi. Tapi ternyata… tidak, Bintang itu mampir beneran ke rumah. Setelah disinari cahaya yang menyilaukan, bintang itu benar benar nyata, ada di hadapannya. Tapi ternyata… Bintang itu bukan sekadar bintang. Dia menjelma menjadi seorang laki-laki.. yang tampan.^^



“ Hai..”, seru seseorang dalam pikirannya Aya.

Celingukan dan masih menimbang-nimbang kalau kalau laki laki yang di depannya ini adalah hantu, Aya masih belum mau menjawab sapaan itu.

“ Hai... Haloooo...”, kata seseorang itu, masih dalam pikirannya.

“ Kamu .... Hantu ya?”, tanya Aya.



bersambung-
-Solo-
*habis keujanan tadi sore

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar