Senin, 24 Agustus 2009

Sempurna

Walau tak ada yang sempurna, tapi hidup ini indah apa adanya..
Filosofi Kopi
Dewi Lestari


Yaa, sebuah kalimat yang biasa saja tapi menurutku kaya makna. Sebuah kenyataan yang menyadarkanku bahwa terkadang kita terlalu merekayasa sebuah kesempurnaan dalam hidup ini. Padahal, sebenarnya kita tak punya kesempurnaan itu, tidak satupun yang memilikinya kecuali Ia, Tuhan Yang Maha Sempurna.


Sempurnakah hidupku? Hanya karena tercukupi ini itu ataupun banyak membuat iri beberapa orang..(ge er dikit nih..), tapi tentu saja tidak ada yang sempurna dalam segala sesuatunya. Selalu ada yang kurang, mungkin lebih seperti kalo aku masak sesuatu, terus nanya ke orang lain, gimana rasanya dan mereka jawab, kurang asinlah atau kurang manislah, kurang lada atau kurang apalah gitu. Padahal di lidahku, rasa masakan itu sudah sempurna. Mungkin karena aku yang memasaknya lalu menobatkannya sebagai masakan terenak bikinan Bunda..(hehehh..)


Selama liburan ini, aku mencerna dan mengamati lagi kehidupanku 21 tahun kemarin, sejauh ini, bisa dibilang segalanya berjalan baik-baik saja. Okelah ada beberapa hambatan dan batu sandungan disana sini, ada beberapa jalan yang dipenuhi kerikil kerikil yang kecil, tapi tajam menusuk telapak kaki. Terkadang ada badai, ada gemuruh dan halilintar atau panas membakar yang mengiringi hari. Toh memang begitulah kehidupan ini, tak ada yang sempurna, bahkan jalan tol saja bisa macet ataupun gompal gompel di sana sini.


Masih banyak yang belum tercapai dalam impianku, masih banyak gunung yang harus didaki, bintang yang harus diraih, gurun yang harus dilewati dan samudera hidup yang harus dilayari. Tak jarang ada kata lelah yang menghimpit igaku, hingga berkesan seluruh dunia runtuh menimpaku, dan aku hanya ingin tidur sejenak, walau terkadang mata ini tak bisa dipejamkan dengan mudah begitu saja. Terkadang aku hanya ingin mengakhiri pencarian ini, berhenti bermimpi dan menghadapi hari begitu saja dalam sepi. Tapi, bukankah tanpa mimpi berarti kita mati?


Maka aku terus bermimpi, mengharapkan sesuatu yang jauh untuk diraih, karena aku akan mengalami lebih banyak cerita saat menggapainya. Maka aku terus berjalan, tertatih terkadang, terjatuh tak jarang, tapi hidup ini harus tetap berjalan. Hidup ini air, tak bisa stagnan begitu saja, karena ia akan menair, atau menguap. Tergantung bagaimana kita merasakannya.
Dan demikianlah, tak kan lagi kucari kesempurnaan segala sesuatu di sana sini, karena Tuhan satu satunya Dzat Yang Memilikinya. Hanya Ia Yang Memiliki Kesempurnaan itu, tidak ada lain di dunia ini. Lalu apa yang kucari? Hanya sebuah perjalanan, yang tak tahu singkat atau lama, untuk mencari bekal menemui-Nya, Yang Maha Sempurna itu kelak.

-Solo-
Saat membaca buku yang istimewa di Ramadhan hari ke-3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar