Rabu, 15 Januari 2014

menikah?

Aku selalu bertanya setiap mendapati undangan pernikahan. Alasan apa yang menautkan dua orang dalam satu kesatuan? Cintakah? rasa memuja yang dalam/ atau justru sebuah persahabatan yang diamankan lewat status?

Orang selalu bilang bahwa menikah itu enak. Entah mereka melihat dari sedotan atau dari teropong bintang, aku pun tak pernah tau, pun peduli. Bagiku menikah adalah satu koin yang memiliki dua sisi, sama seperti kehidupan sendiri. Kau di atas, kau di bawah. Enak, dan tidak enak.

Aku belajar bahwa setiap hal memiliki resiko di dalamnya. Memiliki bayang hitam yang diam-diam selalu mengikuti ke mana kamu melangkah. Pun demikian hidup. Pun demikian pernikahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar