Selasa, 24 Maret 2026

Lebaran pertama tanpamu

Lebaran pertama tanpamu ternyata rasanya ada yang kurang. Ada bagian yang hilang (ahseek) ketika harus nyetir mobil sekian kilo buat "pulang". Oh ternyata akhirnya aku ngerasain lowongnya jalanan setelah sholat Ied, ga ada truk lewat dan mobil masih jarang. Dari sini ke rumah yangti cuma butuh 15 menit!! Kalau aja bisa kek gitu terus ya sepinya. Sayang hanya saat itu saja, setelah itu ya jalanan padat dengan mobil dan motor  lagi.

Lebaran tahun kemarin kau bilang, dilakoni ae, wis wayahe kayak ini. Dengan semua dar der dor yang terjadi, aku merasa Allah masih baik, masih mencukupkan kita saat itu. Tahun ini ternyata hidup kami makin dar der dor lagi tapi tentu saja Allah masih mencukupkan kami. Tahun lalu ternyata jadi selfie ied pertama dan terakhir kita. Kita yang hampir ga pernah punya foto bareng karena kau terlalu males diajak untuk foto (rolling eyes). Mungkin sejak itu sebenarnya aku sudah punya perasaan ngga enak setiap kali kamu bercerita tentang planningmu yang makin jauh ke depan.

Lebaran artinya bertemu dengan keluarga besar, tentu saja ada perasaan yang hilang dan perasaan yang bisa saja kubilang aku capek karena sudah akrab dengan perasaan itu sejak kecil, dikasihani. Sejak mama meninggal di usiaku yang baru 7 tahun, aku selalu melihat pandangan iba orang-orang, belas kasihan serta tuntutan untuk balas budi yang terus membayangi. Ternyata sekarang aku ngalaminnya lagi. Hahaha, hidup memang sebuah lintasan berbentuk lingkaran.